Minggu, 20 September 2026
23:54 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Run chart

Run chart

330px-SimpleRunChart.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Run chart merupakan suatu alat untuk pengembangan proses yang menampilkan data yang diamati dalam urutan waktu. Sering kali, data yang ditampilkan mewakili beberapa aspek output atau kinerja dari manufaktur atau proses lainnya.

Proses didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan yang mengubah input menjadi output. Proses perubahan terjadi dari waktu ke waktu. Menentukan apakah perubahan telah terjadi merupakan suatu hal yang penting untuk proses perbaikan. Run chart digunakan untuk menentukan apakah tendensi pusat dari suatu proses mengalami perubahan atau tidak. Tidak perlu menggunakan perhitungan rumit yang membosankan maupun perangkat lunak, melainkan hanya mengamati nilai pada sumbu Y dan waktu pada sumbu X. Run chart digunakan secara bergantian dengan grafik term-series.

Dalam beberapa hal, Run chart mirip dengan diagram kontrol yang digunakan dalam kontrol proses statistik, tetapi tidak menunjukkan batas kontrol proses. Namun bukan berarti, grafik ini merupakan pengganti grafik kontrol Shewhart, melainkan hanyalah sebuah alat yang mudah digunakan untuk mengidentifikasi variasi proses yang dapat ditambahkan pada toolbox untuk melakukan perbaikan terus-menerus.

Fase

Run chart dapat digunakan untuk mempelajari data pengamatan tren atau pola selama periode waktu tertentu dan fokus pada perubahan penting dalam proses. Run chart dapat menentukan apakah suatu proses memiliki penyebab umum atau variasi penyebab khusus. Hal ini penting karena proses selalu berada pada satu di antara 4 fase berikut:

  1. Ideal
    • Ketika sebuah proses berada pada fase ideal, artinya proses tersebut membuktikan kestabilan dan target kinerja dari waktu ke waktu. Proses ini dapat diprediksi dan hasil akhirnya pasti sesuai dengan harapan pelanggan.
  2. Ambang Batas
    • Sebuah proses yang berada pada ambang batas masih dapat diprediksi, tetapi tidak selalu dapat memenuhi harapan pelanggan.
  3. Ambang Kekacauan
    • Fase di ambang kekacauan mencerminkan proses tersebut tidak dapat diprediksi, tetapi hasil akhir masih dapat memenuhi harapan pelanggan.
  4. Kacau
    • Jika proses telah berada pada fase kacau, proses tidak akan bisa diprediksi dan hasil akhir tidak akan mampu memenuhi harapan pelanggan.

Cara pembuatan

Ada 7 tahapan dalam membuat Run chart, antara lain:

  1. Tentukan ukuran yang akan dianalisis – asumsikan ada sistem pengukuran yang dapat dipercaya di tempat tersebut.
  2. Kumpulkan data – minimal memiliki 10 poin data
  3. Gambar grafik dengan garis vertikal dan horizontal
  4. Paga garis vertikal atau sumbu Y, tuliskan skala relatif dari variabel yang diukur.
  5. Pada garis horisontal atau sumbu X, tuliskan waktu atau skala urutannya.
  6. Hitunglah nilai rata-rata atau nilai tengah (mana yang lebih sesuai), dan buat garis mendatar pada angka hasil – sepanjang grafik.
  7. Plot data dalam urutan waktu dimana data dikumpulkan

Kesalahan Umum

Kesalahan yang sering terjadi dalam mengartikan grafik adalah:

  • Menyimpulkan bahwa kecenderungan atau siklus benar-benar terjadi, padahal sebenarnya yang terlihat adalah suatu variasi proses yang normal (setiap proses akan menunjukkan beberapa variasi).
  • Tidak mengakui kecenderungan atau siklus ketika memang ada.

Menghindari kesalahan

Untuk menghindari terjadinya kesalahan tersebut, berikut adalah panduan agar berhasil mengartikan Run chart:

  • Lihat data yang mewakili jangka waktu yang cukup lama sehingga kisaran variasi yang lazim dapat diperoleh.
  • Apakah data terakhir berada dalam kisaran variasi yang lazim?
  • Apakah ada pola siklus? Jika ada, apakah itu terjadi secara mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan?
  • Buat garis tren yang dianggap paling cocok dari awal sampai akhir data pada Run chart. Jika garis tren horisontal, maka rata-rata proses dapat dianggap stabil dari waktu ke waktu dalam interval ini. jika tidak, maka proses dianggap tidak stabil. Membuat kesimpulan ini memerlukan data yang cukup, biasanya lebih dari 50 pengamatan.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Run charts.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan