Minggu, 18 Oktober 2026
15:50 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Rumah Teh Mooslahnerkopf

Rumah Teh Mooslahnerkopf

bekas rumah teh Adolf Hitler di Obersalzberg, Jerman

Bagikan:
Tea House on the Mooslahnerkopf Hill
Teehaus am Mooslahnerkopf
330px-Bundesarchiv_B_145_Bild-F051620-0043%2C_Hitler%2C_G%C3%B6ring_und_v._Schirach_auf_Obersalzberg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adolf Hitler, Martin Bormann, Hermann Göring, dan Baldur von Schirach di titik pemandangan panorama di depan rumah teh
Rumah Teh Mooslahnerkopf di Bayern
Rumah Teh Mooslahnerkopf
Lokasi di Bayern
Informasi umum
StatusDihancurkan
LokasiObersalzberg
KotaBerchtesgaden
NegaraJerman
Koordinat47°38′22.3″N 13°02′12″E / 47.639528°N 13.03667°E / 47.639528; 13.03667
PemilikAdolf Hitler

Rumah Teh di Bukit Mooslahnerkopf adalah tempat tujuan favorit Adolf Hitler ketika ia berada di Berghof di Obersalzberg.

Sejarah

Setelah arsitek Roderich Fick memperluas Haus Wachenfeld menjadi Berghof untuk Hitler pada tahun 1936, Martin Bormann menugaskannya untuk membangun rumah teh di Mooslahnerkopf yang terletak tidak jauh dari kediaman di Obersalzberg tersebut. Namun, dalam katalog karya serta dalam rencana arsitektur dan memoar Eva Braun, tempat ini terdaftar sebagai "rumah teh di Moslahnerkopf".[1] Rumah teh berbentuk silinder ini dibangun pada tahun 1937 dan menjadi tempat tujuan favorit Hitler yang hampir setiap sore ia kunjungi, berbeda dengan Kehlsteinhaus. Pada 25 April 1945, kawasan di Obersalzberg diserang oleh Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF). Rumah teh ini tidak terkena bom. Bangunan tersebut akhirnya dihancurkan dan diratakan oleh pihak Amerika Serikat pada tahun 1951–1952 untuk mencegahnya digunakan sebagai tempat peringatan bagi Hitler.

Lokasi dan wujud bangunan

Rumah teh ini dibangun langsung di lereng bukit, yang merupakan kaki gunung dari Hoher Göll. Ruangan utama di lantai dasar memiliki diameter sembilan meter dan diterangi oleh tiga jendela besar, yang juga menyajikan pemandangan panorama terbatas ke arah Cekungan Berchtesgaden. Jaringan listrik, saluran air, dan saluran pembuangan juga dipasang di bangunan ini. Pintu masuk menuju rumah teh bundar ini berada di sisi lereng bukit.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar dengan kursi-kursi berlengan berlapis kain empuk yang diatur mengelilinginya. Terdapat pula tempat duduk tambahan di sekeliling perabot utama tersebut. Ruangan ini juga dilengkapi dengan pilaster batu (yang dipasangi lampu kuningan) dan sebuah perapian.

Setelah bangunan bundar (rotunda) tersebut, terdapat sebuah bangunan penunjang berbentuk heksagonal sepanjang 12 meter. Di area yang lebih jauh—tersembunyi di dalam hutan sekitarnya sehingga tidak terlihat oleh para tamu—terdapat bungker perlindungan serangan udara untuk satu orang dan bangunan untuk para penjaga.[2]

Rutinitas harian

250px-Adolf_-_glasses_-_late_1930s_%28242-EB-6-13C%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hitler di rumah teh, akhir 1930-an

Hitler biasanya melakukan perjalanan dengan berjalan kaki selama 20 menit dari Berghof menuju rumah teh bersama anjingnya, Blondi, serta teman-teman terdekat dan para koleganya. Setelah menikmati teh, kopi, dan kue, Hitler sering kali tertidur dan diantar kembali ke Berghof menggunakan mobil.

Reruntuhan pascaperang

250px-Ausblick_vom_Teehausgel%C3%A4nde_2019.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan dari situs "Teehaus am Mooslahnerkopf" ke arah Salzburg pada tahun 2019
250px-Algiz.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rune Algiz di situs bekas rumah teh

Sisa-sisa bangunan yang dulunya berada di dekat sebuah lapangan golf (lubang ke-13) akhirnya disingkirkan pada Agustus 2006 atas perintah pemerintah Bayern, setelah pembangunan Kempinski Hotel Berchtesgaden (awalnya bernama InterContinental dan sekarang menjadi Hotel Kempinski Berchtesgaden).[3][butuh rujukan] Saat ini tidak ada lagi sisa-sisa bangunan yang tertinggal, tetapi titik pemandangan panorama tersebut masih ada. Tempat ini sempat dibangun kembali untuk sebuah film tentang Albert Speer dan Hitler. Sebuah bungker perlindungan serangan udara untuk satu orang masih tersisa di dalam hutan terdekat.

Sumber

Referensi

  1. ↑ James A. Yannes (2013), The Encyclopedia of Third Reich Tableware (dalam bahasa Jerman), Trafford Publishing, hlm. 602, ISBN 978-1-4669-9985-5
  2. ↑ Franz Wilhelm Seidler, Dieter Zeigert (2000), Die Führerhauptquartiere: Anlagen und Planungen im Zweiten Weltkrieg (dalam bahasa Jerman) (Edisi 2), München: Herbig, hlm. 261, ISBN 3-7766-2154-0
  3. ↑ Die Geheimnisse der Alpenfestung

Bacaan tambahan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan