| Rumah Gerakan Rode 610 | |
|---|---|
![]() Peta interaktif area Rumah Gerakan Rode 610 | |
| Informasi umum | |
| Jenis | Rumah komunitas |
| Lokasi | Gang Rode No. 610, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55151 |
| Koordinat | 7°48′06″S 110°22′31″E / 7.80164°S 110.37525°E / -7.80164; 110.37525 |
| Selesai dibangun | 1988 |
| Pemilik | Kolektif Komunitas Rode |
Rumah Gerakan Rode 610, atau lebih dikenal sebagai Rumah Rode, adalah rumah komunitas di Kota Yogyakarta yang sejak akhir 1980-an menjadi salah satu pusat konsolidasi gerakan mahasiswa, buruh, petani, dan aktivis prodemokrasi pada masa akhir Orde Baru.[1][2] Rumah yang terletak di Gang Rode, Mergangsan, ini dikenal sebagai salah satu ruang pertemuan berbagai organisasi gerakan sebelum Reformasi 1998.[1]
Sejarah
Rumah Rode bermula sebagai rumah kontrakan mahasiswa yang sejak 1988 digunakan sebagai sekretariat Serikat Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (SM UII). Dalam perkembangannya, rumah tersebut menjadi tempat berkumpul berbagai kelompok gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil di Yogyakarta.[1]
Menurut sejumlah mantan aktivis, Rumah Rode menjadi tempat penyelenggaraan diskusi, pendidikan politik, konsolidasi jaringan, serta penyusunan berbagai aksi demonstrasi pada masa Orde Baru.[1] Sejumlah tokoh yang pernah berkegiatan di Rumah Rode antara lain Nezar Patria, Budiman Sudjatmiko, Teten Masduki, Siti Noor Laila, Andi Arief, serta penyair Wiji Thukul.[1] Rumah tersebut juga menjadi salah satu titik pertemuan aktivis mahasiswa, buruh, dan petani dalam membangun jaringan gerakan menjelang Reformasi 1998.[1]
Usulan sebagai cagar budaya
Pada November 2018, Rumah Rode diusulkan sebagai cagar budaya karena dinilai memiliki nilai sejarah dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Usulan tersebut mendapat dukungan dari Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, yang menilai Rumah Rode merupakan salah satu situs penting dalam sejarah gerakan Reformasi.[2][3][4]
Peran Saat Ini
Setelah Reformasi, Rumah Rode tetap dimanfaatkan sebagai ruang komunitas. Rumah tersebut digunakan oleh Liga Forum Studi Yogyakarta (LFSY), sebuah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan kritis, advokasi, dan gerakan sosial.[1] LFSY secara berkala menyelenggarakan diskusi, kaderisasi, kajian, serta terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi dan aksi sosial di Yogyakarta.[5]
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 Gunadha, Reza (21 Mei 2018). "Rode, Reformasi 98 yang Meletus dari Gang Sempit". Suara.com. Diakses tanggal 9 Juli 2026.
- 1 2 "Rumah Rode, Markas Aktivis Tumbangkan Orba Diusulkan Jadi Cagar Budaya". VIVA. 20 November 2018. Diakses tanggal 9 Juli 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Rumah Rode Bakal Dijadikan Cagar Budaya". SINDOnews. 20 November 2018. Diakses tanggal 9 Juli 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Rode 610 Akan Jadi Cagar Budaya Rumah Gerakan Mahasiswa". RMOL. 20 November 2018. Diakses tanggal 9 Juli 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "LFSY Gelar Demo Memperingati Hari Tani Nasional di Gedung DPRD DIY". DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta. 24 September 2024. Diakses tanggal 9 Juli 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
