Selasa, 20 Oktober 2026
00:43 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Hilmar Farid

Hilmar Farid

Bagikan:
Hilmar Farid
250px-Director_General_of_Culture%2C_Ministry_of_Education_and_Culture_of_Indonesia_Hilmar_Farid_on_January_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hilmar pada Januari 2020
Lahir
Hilmar Farid

08 Maret 1968 (umur 58)
PekerjaanAkademisi
Dikenal karenaSejarawan, Aktivis dan Pengajar
Karier ilmiah
BidangIlmu Sejarah
Tempat kerja
DisertasiRewriting the Nation: Pramoedya and the Politics of Decolonization (2014)
Philip Holden

Hilmar Farid (lahir 8 Maret 1968) adalah seorang sejarawan, aktivis, dan pengajar Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2015 ia dilantik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan menggantikan Kacung Marijan yang telah menjabat selama 4,5 tahun.[1][2] Hilmar merupakan pejabat eselon I pertama yang berasal dari kalangan non-PNS.[3] Saat dilantik, ia juga masih menduduki jabatan komisaris di PT Krakatau Steel (Persero).

Kehidupan awal dan pendidikan

Hilmar lahir di kota Bonn, Jerman Barat, pada tanggal 8 Maret 1968. Hilmar merupakan anak dari Agus Setiadi, seorang penerjemah buku cerita anak.[butuh rujukan]

Pada 1993, ia menyelesaikan studinya di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan judul skripsi "Politik, Bacaan dan Bahasa Pada Masa Pergerakan: Sebuah Studi Awal". Dua tahun setelah lulus, pria penyuka musik ini kemudian mengajar di Institut Kesenian Jakarta selama 4 tahun.[butuh rujukan]

Karier

Organisasi

Pada 1994, bersama beberapa seniman, peneliti, aktivis, dan pekerja budaya di Jakarta, ia mendirikan Jaringan Kerja Budaya dan menerbitkan bacaan cetak berkala Media Kerja Budaya. Tahun 2002, Hilmar mendirikan dan memimpin Institut Sejarah Sosial Indonesia hingga 2007. Saat ini ia masih menjabat sebagai ketua dewan pembina organisasi nirlaba tersebut sambil menjadi Ketua Perkumpulan Praxis sejak 2012.[butuh rujukan]

Tertarik pada kebudayaan dan sejarah, Hilmar kemudian aktif di Asian Regional Exchange for New Alternatives (ARENA) dan Inter-Asia Cultural Studies Society sebagai editor. Pada Maret 2012, ia bersama rekan-rekannya membentuk Relawan Penggerak Jakarta Baru (RPJB), yang bertujuan mensosialisasi pilkada Jakarta 2012 tanpa keterlibatan uang dan mendukung serta mengkampanyekan figur yang layak dipilih.[butuh rujukan]

Penulis

Pada 2012, ia meluncurkan bukunya berjudul "Kisah Tiga Patung" yang diterbitkan Indonesia Berdikari. Bukunya yang lain, berasal dari disertasi doktornya di National University of Singapore bidang kajian budaya pada bulan Mei 2014 berjudul “Rewriting the Nation: Pramoedya and the Politics of Decolonization”.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Nurcahyani, Ida (31 Desember 2015). "Hilmar Farid dilantik sebagai Dirjen Kebudayaan". ANTARA. Diakses tanggal 23 Februari 2025.
  2. ↑ abidien, Zed (2016-01-01). "Hilmar Farid Jadi Dirjen Kebudayaan, Siapa Dia?". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-07-03.
  3. ↑ Nugroho, Bagus Prihantoro (1 Januari 2016). "Mendikbud Lantik Hilmar Farid Jadi Dirjen Kebudayaan". Detik.com. Diakses tanggal 23 Februari 2025.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan