Minggu, 18 Oktober 2026
01:22 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Rumah Bajau

rumah tradisional di Malaysia

Bagikan:

Rumah Bajau adalah rumah tradisional suku Bajau. Rumah ini banyak ditemukan di bagian pantai barat Sabah. Pusatnya di Kota Belud. Rumah ini cocok untuk masyarakat yang bekerja sebagai nelayan dan petani. Rumah Bajau dibuat dengan menyambung kayu pada kedua-dua ujung rabung pada bubungan tinggi. Bagian bubungan dihiasi dengan ukiran layang-layang. Bahan bangunannya memakai kayu yang bulat untuk rangka dan tiang. Bagian lantai terbuat dari bambu dan nibung. Bagian dinding terbuat dari susunan rapi daun nipah. Ruangan rumah dibagi menjadi keoyon dan serudung. Di dalam keoyon ada ruang indung dan turi. Indung merupakan ruang tamu dan ruang tempat tidur anak lelaki. Turi ialah merupakan ruang tempat tidur anak gadis yang dipisahkan dengan kain. Bagian lainnya adalah para-para, sebagai tempat menyimpan barang berharga. Bagian dapur dipisahkan dengan indung yang hanya terhubung ke serambi yang melewati beranda. Bagian lain dalam rumah bajau adalah tempat memanggang ikan dan mengeringkan kayu bakar. Di bagian bawah rumah dijadikan tempat menyimpan kayu bakar.[1]

Referensi

  1. ↑ Jabatan Warisan Negara (2013). Bangunan Warisan Malaysia. Jabatan Warisan Negara. hlm. 23.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan