Sabtu, 07 November 2026
15:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Ruang kompak

Ruang kompak

Bagikan:
500px-Compact.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berdasarkan kriteria kekompakan ruang Euklides, seperti yang dinyatakan dalam teorema Heine–Borel, interval A = (−∞, −2] bukan kompak sebab tidak ada batasnya. Interval C = (2, 4) bukan kompak karena interval tersebut tidak tertutup. Sedangkan interval B = [0, 1] kompak sebab intervalnya tertutup dan terbatas.

Dalam matematika, khususnya topologi umum, kekompakan (bahasa Inggris:compactness) adalah sifat yang memperumum gagasan subhimpunan tertutup dan subhimpunan terbatas dari ruang Euklides.[1] Gagasan tersebut dapat menjadi presisi dengan mengatakan tak ada "bulatan kosong" atau "titik akhir yang hilang" di dalam suatu ruang, dalam artian bahwa harus ada nilai limit dari titik di ruang. Sebagai contoh, interval (0,1) bukan kompak sebab interval tersebut tidak punya nilai limit dari 0 dan 1, sedangkan [0,1] kompak sebab mempunyai nilai limit dari 0 dan 1. Dengan cara yang serupa, ruang bilangan rasional Q {\displaystyle \mathbb {Q} } {\displaystyle \mathbb {Q} } bukan kompak sebab ada bulatan kosong yang tak berhingga banyaknya nilai-nilai limit dari bilangan irasional. Ruang bilangan real R {\displaystyle \mathbb {R} } {\displaystyle \mathbb {R} } bukan kompak sebab tidak mempunyai nilai limit dari + ∞ {\displaystyle +\infty } {\displaystyle +\infty } dan − ∞ {\displaystyle -\infty } {\displaystyle -\infty }, tetapi garis bilangan real yang diperluas adalah kompak sebab mengandung nilai limit dari tak terhingga.

Definisi

Definisi sampul terbuka

Secara formal, ruang topologi X disebut kompak jika masing-masing sampul terbuka memiliki sub-sampul terhingga.[2] Ini mengartikan bahwa X kompak jika untuk setiap koleksi C dari subhimpunan dari X sehingga

X = ⋃ x ∈ C x {\displaystyle X=\bigcup _{x\in C}x} {\displaystyle X=\bigcup _{x\in C}x},

akan ada subhimpunan terhingga F dari C sedemikian rupa sehingga

X = ⋃ x ∈ F x . {\displaystyle X=\bigcup _{x\in F}x.} {\displaystyle X=\bigcup _{x\in F}x.}

Kekompakan himpunan bagian

Subhimpunan K dari ruang topologis X dikatakan kompak jika subhimpunan itu kompak sebagai subruang (dalam subruang topologi). Ini mengartikan bahwa K adalah kompak jika untuk setiap koleksi sebarang C dari subhimpunan terbuka dari X sehingga

K ⊆ ⋃ c ∈ C c {\displaystyle K\subseteq \bigcup _{c\in C}c} {\displaystyle K\subseteq \bigcup _{c\in C}c},

akan ada subhimpunan terhingga F dari C sedemikian rupa sehingga

K ⊆ ⋃ c ∈ F c {\displaystyle K\subseteq \bigcup _{c\in F}c} {\displaystyle K\subseteq \bigcup _{c\in F}c}.

Kekompakan merupakan sifat "topologis". Ini mengaritkan bahwa jika K ⊂ Z ⊂ Y {\displaystyle K\subset Z\subset Y} {\displaystyle K\subset Z\subset Y}, dengan subhimpunan Z dilengkapi dengan topologi subruang, maka K kompak di Z jika dan hanya jika K kompak di Y.

Referensi

  1. ↑ "Compactness | mathematics". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-25.
  2. ↑ Weisstein, Eric W. "Compact Space". mathworld.wolfram.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-25.

Bibiliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan