Rabu, 14 Oktober 2026
17:09 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Rooh Afza

Rooh Afza

Bagikan:
Rooh Afza
250px-Rooh_Afza_%28Sharbat%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sirup Rooh Afza.
TipeKonsentrat herbal, skuas
PenemuHakim Hafiz Abdul Majid
Tahun peluncuran1906;120 tahun lalu (1906)
ProdusenHamdard India, Hamdard Laboratories (Waqf) Pakistan, Hamdard Laboratories (Waqf) Bangladesh
KetersediaanAnak benua India
SloganMinuman Timur

Rooh Afza (Urdu: روح افزا; Hindi: रूह अफ़ज़ा; Bengali: রূহ আফজা; terj. har. 'Penyegar Jiwa') adalah suatu minuman yang termasuk skuas terkonsentrasi (sirop pekat).[1] Minuman ini diformulasikan pertama kali tahun 1906 oleh Hakim Abdul Hamid,[2] diperkenalkan oleh Hakim Hafiz Abdul Majid,[3][4][5] dan diluncurkan dari Old Delhi, India Britania. Saat ini Rooh Afza diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh Hamid dan Majid, termasuk Hamdard India (perusahaan induk) beserta anak perusahaan, Hamdard Laboratories (Waqf) Pakistan dan Hamdard Laboratories (Waqf) Bangladesh. Minuman ini diproduksi sejak tahun 1948 di India, Pakistan, dan Bangladesh.[3]

Beberapa perusahaan lain di wilayah tersebut juga memproduksi minuman dengan resep yang sama karena resep Rooh Afza tidak dipatenkan. Resep tradisional Unani pada Rooh Afza menggabungkan berbagai bahan yang diyakini sebagai pendingin tubuh, seperti mawar yang sering dianggap sebagai obat alami untuk loo (angin musim panas di India Utara, Pakistan, dan Bangladesh). Minuman ini sering dikaitkan dengan bulan Ramadan karena Rooh Afza menjadi pilihan populer untuk saat berbuka puasa.[6][7][8] Produk ini dijual juga sebagai sirop untuk menambah rasa pada serbat, minuman susu dingin, es, dan hidangan penutup dingin, seperti falooda yang populer. Nama Rooh Afza terkadang diterjemahkan sebagai "penyegar jiwa".[9][10] Nama itu disebut-sebut dibuat oleh penemu minuman ini dan mungkin dipengaruhi budaya.[11][3]

Sejarah

250px-Eine_Flasche_Rooh_Afza.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
A bottle of Rooh Afza.
250px-Afza_Syrup_%28Lal_sharbat%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Serbat yang terbuat dari sirup Rooh Afza.

Rooh Afza didirikan oleh pendiri Hamdard, Hakim Hafiz Abdul Majeed, di Old Delhi, India Britania. Pada tahun 1906, ia ingin menciptakan ramuan herbal yang dapat membantu masyarakat Delhi tetap merasa sejuk di musim panas. Ia memilih berbagai ramuan dan sirop dari pengobatan tradisional Unani dan menciptakan minuman untuk membantu mengatasi serangan panas dan mencegah tubuh kehilangan cairan. Tahun 1910, seorang seniman bernama Mirza Noor Ahmad merancang label Rooh Afza dengan berbagai warna. Pengembangan dan penyempurnaan resep awal terus dilakukan hingga akhirnya tercipta formulasi minuman ini.[3]

Setelah Majid meninggal 15 tahun kemudian, istrinya, Rabea Begum, mendirikan wakaf amal atas nama Begum dan kedua putranya.[12]

Pasca pemisahan India tahun 1947, putra sulungnya, Hakim Abdul Hamid, tetap tinggal di India yang saat itu telah merdeka. Sementara, putra bungsunya, Hakim Mohammad Said, pindah ke negara yang baru terbentuk 9 Januari 1948, Pakistan. Said merintis Perusahaan Hamdard dari dua ruangan di kawasan Arambag (dahulu Ram Bag) Karachi.[3][9] Hamdard Pakistan mulai memperoleh laba tahun 1953. Kemudian, Said membuka cabang Hamdard di bekas Pakistan Timur. Menurut Sadia Rashid, putri Said sekalius pemimpin Hamdard Pakistan tahun 2019, ayahnya mewakafkan usaha itu pada masyarakat Bangladesh setelah Bangladesh merdeka dari Pakistan tahun 1971.[3]

Tahun 2010, jurutama masak Nita Mehta dan aktris film India Juhi Chawla dikontrak oleh Hamdard Laboratories untuk iklan Rooh Afza.[13]

Bahan-bahan

Formula aslinya meliputi:

  • Buah-buahan:
    • Jeruk
    • Sitrun
    • Nanas
    • Apel
    • Beri
    • Stroberi
    • Rasberi
    • Loganberi
    • Beri hitam
    • Ceri
    • Anggur Konkord
    • Kismis hitam
    • Semangka

Penyajian

Sirop Rooh Afza biasanya disajikan dengan cara dicampur susu dingin atau air dan es. Minuman ini sering menjadi bagian dari iftar (sajian untuk membatalkan saum) selama Ramadan.[14] Konsentrat sirop ini juga dapat dicampur dengan air, yang menjadi metode penyajian umum di musim panas kawasan Asia Selatan. Ketika dicampur dengan air, hasilnya adalah minuman jenis serbat. Sirop Rooh Afza juga kerap dipadukan dengan es krim kulfi dan vermiseli untuk membuat varian yang serupa dengan hidangan penutup khas Iran Faloodeh.

Referensi

  1. ↑ Raza, Syed Qasim (19 Mei 2018). "Rooh Afza: the eternal elixir of the east". Aurora. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 April 2021. Diakses tanggal 17 April 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "In British India, Rooh Afza lovers rejoice as the drink returns to shelves in time for Ramadan". Qrius. 2019-05-11. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Agustus 2022. Diakses tanggal 2022-08-07.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 Family Rift Behind Disappearance of Favourite Summer Drink Rooh Afza, But Company Denies Diarsipkan 7 November 2020 di Wayback Machine NEWS 18 INDIA website, Published 9 May 2019, Retrieved 4 May 2020
  4. ↑ Diarsipkan 7 November 2018 di Wayback Machine Diarsipkan 26 Mei 2018 di Wayback Machine Introduction-history Hamdard Rooh Afza
  5. ↑ "How Hamdard's Ruby-Hued Refresher Became an Indian Summer Staple". The Better India (dalam bahasa American English). 2019-05-08. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 September 2020. Diakses tanggal 26 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Hossain, Miraz; Chowdury, Zia (9 April 2023). "Rooh Afza: A herbal drink that survived a partition, war, lawsuit and many haters". The Business Standard. Diakses tanggal 4 Maret 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Rooh Afza Minuman Khas Ramadan di India Hilang dari Pasaran". Tempo. 11 Mei 2019. Diakses tanggal 4 Maret 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Utomo, Happy Ferdian Syah (23 Mei 2019). "Rooh Afza, Minuman Rasa Mawar yang Jadi Buruan Muslim India Kala Ramadan". Liputan6.com.
  9. 1 2 "Rooh Afza, the syrup that sweetens the subcontinent's summers". The National (Abu Dhabi) (newspaper). 27 April 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Juni 2017. Diakses tanggal 26 April 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Kisah Rooh Afza, Minuman Lebaran di Asia Selatan Sejak 1906". kumparan. 26 Mei 2020. Diakses tanggal 4 Maret 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ "Rooh Afza History English". www.roohafzabd.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari versi asli pada 14 Mei 2018. Diakses tanggal 2017-12-15.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Across Borders and Divides, One Heavenly Refresher Cools Summer Heat". The New York Times. 7 Juli 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 Juli 2021. Diakses tanggal 7 Juli 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Hamdard gives century-old Rooh Afza a facelift". Hindustan Times. 28 Juni 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2021. Diakses tanggal 26 April 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Roohafza reigns supreme in Pakistan during Ramzan Diarsipkan 16 Desember 2017 di Wayback Machine ZEE TV News website, Published 12 October 2007, Retrieved 26 April 2020

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rooh Afza.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan