Kamis, 15 Oktober 2026
10:38 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Rija-rija

Rija-rija

sejenis teki rawa

Bagikan:
Rija-rija,[1] Kerisan
250px-Scleria_sumat_150918-0241_srl.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rija-rija, Scleria sumatrensis
dari Sungai Manasib, Bangko Pusako, Rokan Hilir
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. sumatrensis
Nama binomial
Scleria sumatrensis
Artikel takson sembarang

Rija-rija (Scleria sumatrensis),[1] atau juga disebut kerisan, adalah sejenis rumput yang termasuk ke dalam suku teki-tekian. Gulma di perkebunan dan tanah paya ini menyebar di Asia tropis mulai dari India hingga Formosa, melalui Malesia hingga ke Queensland, Australia. Nama-nama lainnya, di antaranya, rija-rija, siunit (Sum.); rumput kumba, r. sesayah gajah, r. siamet, sĕndayan (Mly.); kares-kares, kĕris-kĕris, kĕrisan, pĕrèdang, rambang, sampa hiering, tali juru (Klm.); balbalili, bulàlo, pangpayung (Fil.).[3]

Pengenalan

250px-Scleria_sumat_150918-0224_srl.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daun-daun dalam tiga baris.

Rumput yang menahun, dengan batang kokoh, menyegitiga, licin atau sedikit kasap, tebal hingga 8 mm dan tinggi hingga 4 m. Daun-daun di tengah batang mengumpul membentuk karangan palsu, 3-5 helai, semakin ke atas semakin menyempit, kasap pada tepi-tepinya dan pada sisi atas tulang daun tengah, gundul atau berambut balig pada pangkalnya, lebar hingga 13 mm; pelepah daunnya sempit, gundul atau berambut balig, tak-bersayap atau dengan sayap agak lebar; kontra-ligula sangat pendek, membundar lebar, berambut halus di tepinya.[3]

250px-Scleria_sumat_20150917-0115_srl.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batang menyegitiga.

Perbungaan berupa malai lonjong, biasanya padat; malai ujung hingga sepanjang 25 cm, malai samping 2-3 berkumpul jadi satu pada tangkai yang panjang; seludang primer lebih pendek atau sama panjang dengan malai, seludang sekunder berambut halus. Spikelet mengelompok 2-3, berkelamin tunggal, cokelat terang atau kemerahan, panjang 4–5 mm. Glume (daun pelindung bunga) bundar telur atau bundar telur lebar, berwarna jerami hingga keunguan, dengan lunas hijau. Cupula besar dan tebal, hingga 2 mm lebarnya. Piringan (disk) sangat besar, serupa jangat, ½−¾ tinggi bulir (nut, buah keras), kadang-kadang bahkan membungkus bulir sepenuhnya, tinggi 1½−2 mm, bertaju-3 hingga setengahnya atau kurang, ujungnya bergerigi, berwarna kekuningan pada akhirnya merah. Bulir (nut) sedikit lebih pendek dari glume, memanjang hampir bulat, lk. 2 mm garis tengahnya, cokelat zaitun hingga hitam kelabu.[3]

Ekologi dan agihan

250px-Scleria_sumat_150917-0120_srl.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah dengan disk berwarna merah.

Rumput keris-keris ini sering tumbuh dominan; pada tempat-tempat terbuka yang kering atau di paya-paya dan rawa-rawa, di semak-semak rapat, atau di hutan dan hutan rawa, hingga ketinggian 500 m dpl.[3][4]

Wilayah penyebarannya luas mulai dari Srilangka, India, melintasi Indocina hingga Formosa di timur, serta Queensland (Australia) dan Karolina Barat di Pasifik. Di Kawasan Malesia didapati di Semenanjung Malaya, Sumatra dan pulau-pulau sekitarnya, Jawa Barat, Jawa Timur (Jatiroto, Puger), Kalimantan, Sulawesi (Kolonodale), serta Filipina (Palawan, Mindanao, Basilan, Leyte).[3]

Manfaat dan kerugian

250px-Scleria_sumat_150918-0221_srl.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Membentuk semak-semak rawa yang luas

Rumput ini tergolong sebagai gulma yang sangat mengganggu di Kalimantan.[5] Akan tetapi ia digunakan pula dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan sakit kencing nanah.[6]

Referensi

  1. 1 2 Nunink; Kundera, I Nengah; Budiarsa, I Made; Nurdin, Musdalifah; Febriani, Vita Indri; Masrianih (2026). "Inventory of Medicinal Plants Used by the Community of Rano Village, Balaesang Tanjung District, and Their Potential as Biology Learning Media". Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi. 14 (1): 13–22.
  2. ↑ Retzius, A.J. 1786. Observationes botanicae :sex fasciculis comprehensae /Andreae Johannis Retzii ; quibus accedunt Ioannis Gerhardi Koenig ... Descriptiones monandrarum et epidendrorum in India Orientali factae. Fasc. V: 19; Tab II. Lipsiae [Leipzig] :Apud Siegfried Lebrecht Crusium, 1789 [i.e., 1779-1791].
  3. 1 2 3 4 5 Kern, J.H. 1974. "Cyperaceae". Flora Malesiana. Ser. I Vol 7(3): 736-8. Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-
  4. ↑ "Profile for Scleria sumatrensis (nutrush)". PLANTS Database. USDA, NRCS. Diakses tanggal 14 Mei 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑  GRIN (Mei 7, 2007). "Scleria sumatrensis information from NPGS/GRIN". Taxonomy for Plants. National Germplasm Resources Laboratory, Beltsville, Maryland: USDA, ARS, National Genetic Resources Program. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-11. Diakses tanggal 14 Mei 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Duke, J. A. "Scleria sumatrensis Retz. (Cyperaceae)". Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases. Diakses tanggal 14 Mei 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan