Rabu, 23 September 2026
22:48 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Rhipicephalus sanguineus

Rhipicephalus sanguineus

Rhipicephalus sanguineus
250px-Rhipicephalus_sanguineus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Subfilum: Chelicerata
Kelas: Arachnida
Ordo: Ixodida
Famili: Ixodidae
Genus: Rhipicephalus
Spesies:
R. sanguineus
Nama binomial
Rhipicephalus sanguineus
(Latreille, 1806)
Sinonim
  • Boophilus dugesi Dönitz, 1907
  • Eurhipicephalus sanguineus Stephens & Christophers, 1908
  • Ixodes dugesi Gervais, 1844
  • Ixodes hexagonus sanguineus Séguy, 1935
  • Ixodes linnaei Audouin, 1826
  • Ixodes plumbeus Dugès, 1834 (nama yang disalahgunakan)
  • Ixodes sanguineus Latreille, 1806
  • Rhipicephalus beccarii Pavesi, 1883
  • Rhipicephalus bhamensis Supino, 1897 (sinonim ambigu)
  • Rhipicephalus breviceps Warburton, 1910
  • Rhipicephalus brevicollis Neumann, 1897
  • Rhipicephalus carinatus Frauenfeld, 1867
  • Rhipicephalus dugesi Neumann, 1911 (nama yang disalahgunakan)
  • Rhipicephalus flavus Supino, 1897 (sinonim ambigu)
  • Rhipicephalus limbatus Koch, 1844
  • Rhipicephalus linnei Koch, 1844 (nama yang disalahgunakan)
  • Rhipicephalus macropis Schulze, 1936
  • Rhipicephalus rubicundus Frauenfeld, 1867
  • Rhipicephalus rutilus Koch, 1844
  • Rhipicephalus sanguineus brevicollis Neumann, 1904
  • Rhipicephalus sanguineus sanguineus Neumann, 1911
  • Rhipicephalus siculus Koch, 1844
  • Rhipicephalus stigmaticus Gerstäcker, 1873
  • Rhipicephalus texanus Banks, 1908
  • Rhipicephalus (Eurhipicephalus) sanguineus Neumann, 1904
  • Rhipicephalus (Eurhipicephalus) sanguineus brevicollis Neumann, 1904
  • Rhipicephalus (Rhipicephalus) sanguineus Santos Dias, 1955
  • Rhipicephalus (Rhipicephalus) sanguineus sanguineus Santos Dias, 1955

Rhipicephalus sanguineus merupakan ektoparasit umum yang sering menyerang anjing.[1] Ektoparasit ini masuk dalam golongan caplak, sering dikelirukan dengan sebutan kutu.[2]

Morfologi

Rhipicephalus sp. yang sering menyerang pada anjing di Indonesia adalah Rhipicephalus sanguineus.[2] Caplak mudah dikenali karena ukurannya yang besar hingga 30 milimeter dengan bentuknya yang memiliki tiga pasang kaki (tahap belum dewasa) dan empat pasang kaki (tahap dewasa) serta berwarna cokelat gelap.[3] Caplak betina bagian punggungnya berbentuk heksagonal.[butuh rujukan] Parasit ini paling sering ditemukan di kepala, leher, telinga, dan telapak kaki anjing.[4] Caplak jantan memiliki lempeng adanal yang mencolok.[4]

Siklus hidup

Kutu dan caplak keduanya memiliki 4 tahapan siklus hidup mulai dari telur, larva, nimfa, dan dewasa.[3] Keduanya juga hidup dengan mengisap darah inang.[3] Namun kutu memiliki lama siklus hidup lebih pendek yaitu mulai 2 minggu sedangkan caplak kurang lebih 3 bulan.[3]

Rhipicephalus sanguineus merupakan caplak berinang 3, umumnya anjing.[5] Caplak betina bertelur sampai 5.000 butir telur,[6] selanjutnya telur akan menetas dalam 17–30 hari dan kemudian larva menempel pada inang ke-1 (rambut panjang belakang leher anjing).[3] Larva mengisap darah 2–6 hari, jatuh, dan berubah menjadi nimfa 5–23 hari.[3] Lalu nimfa menempel pada inang ke-2, terutama di belakang leher, mengisap darah 4–9 hari, jatuh, dan berubah menjadi dewasa 11–73 hari.[3] Caplak dewasa kemudian menempel pada inang ke-3 yang sering pada hospes telinga dan sela-sela jari kaki anjing, mengisap darah pada 6–21 hari dan lalu jatuh untuk bertelur.[3] Larva tidak makan dapat hidup sampai dengan 8,5 bulan; sedangkan caplak dewasa dapat bertahan 19 bulan.[3]

Patogenesis

Seekor caplak dewasa dapat mengisap darah 0,5–2 mililiter, dalam waktu singkat dapat menyebabkan anemia bagi inangnya.[3] Luka trauma akibat gigitan caplak juga dapat menjadi tempat infeksi sekunder. Caplak juga dapat menyebabkan depresi saraf akibat toksin yang diproduksi oleh caplak betina di kelenjar saliva. Paralisis biasanya dimulai dari otot belakang tubuh, kemudian menyebar ke seluruh tubuh, terakhir menyerang otot-otot pernapasan. Paralisis berlangsung selama 1–4 hari. Inang yang sembuh dari tick paralisis menjadi kebal selama 8 minggu sampai 8 bulan.

Rhipicephalus sanguineus juga dapat menularkan Boutonneuse fever, Babesiosis anjing, Erlichiosis anjing dan sejumlah penyakit-penyakit lain termasuk Rocky Mountain Spotted Fever dan Q Fever.[3]

Seekor caplak betina mampu bertelur 100 butir sehari.[3] Setelah menetas, muncul larvanya yang segera mencari induk semang untuk mengisap darah yang pertama.[5] Setelah itu larva berubah menjadi caplak muda. Caplak muda ini bisa mengalami hibernasi selama bertahun-tahun sebelum berubah menjadi caplak dewasa. Caplak dewasa pun mampu hidup tanpa mengisap darah selama bertahun-tahun. Caplak betina mengisap darah 8–10 hari hingga bobotnya mencapai 100 kali lipat dan kemudian melepaskan diri dari anjing untuk mencari tempat bertelur.[3]

Referensi

  1. Cruz, V.C. dan V.Z. Garcia. 1999. Seasonal Distribution of Rhipicephalus sangineus Tick on Dog in an Urban Area of Morelos Mexico. Exp. Appl. Acarol.23: 3., 277-280
  2. 1 2 Subronto. 2006. Penyakit Infeksi dan Mikrob pada Anjing dan Kucing. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Levine N.D. 1994. Buku Pelajaran Parasitologi Veteriner. Terjemahan G. Ashadi Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
  4. 1 2 (Inggris) Situs ICB: Rhipicephalus sanguineus
  5. 1 2 "Rentokil Pest Control Indonesia: Rhipicephalus sanguineus". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-25. Diakses tanggal 2010-04-26.
  6. (Inggris) University of Florida Institute of Food and Agriculture Science: brown dog tick
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rhipicephalus sanguineus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan