Jumat, 23 Oktober 2026
14:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Revolusi Oranye

Revolusi Oranye

Bagikan:
Revolusi Oranye
Bagian dari Revolusi warna
330px-Morning_first_day_of_Orange_Revolution.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Demonstran dengan simbol warna oranye berkumpul di Alun-alun Maidan Nezalezhnosti di Kyiv pada 22 November 2004.
Tanggal22 November 2004 – 23 January 2005
(2 bulan dan 1 hari)
LokasiUkraina, terutama Kyiv
Sebab
Tujuan
MetodeDemonstrasi, pembangkangan sipil, perlawanan sipil, mogok kerja
Hasil
Pihak terlibat
Tokoh utama
Jumlah
Central Kyiv: hundreds of thousands up to one million by some estimates[5]
Jumlah korban
Korban jiwa1 man died from a heart attack[6]
250px-Orange_rev2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Revolusi Oranye di Ukraina, 2004

Revolusi Oranye (bahasa Ukraina:Помаранчева революція, Pomarancheva revolyutsiya) adalah rangkaian protes dan even politik yang terjadi di Ukraina mulai akhir November 2004 hingga Januari 2005, tepat setelah selesainya pemilu Ukraina tahun 2004 yang dituding telah dicemari oleh korupsi besar-besaran, intimidasi terhadap para pemberi suara, dan penipuan hasil pemilu. Kiev, ibu kota Ukraina, menjadi pusat gerakan revolusi ini dengan ribuat pemrotes berdemonstrasi setiap hari.

Protes yang menjalar ke seluruh negeri tersebut berhasil dan hasil pemilu dibatalkan serta pemilu ulang diselenggarakan oleh pemerintah pada tanggal 26 Desember, 2004. Di bawah tekanan pengamat internasional dan lokal, pemilu ulang ini disebut sebagai "bersih dan bebas". Hasil akhir menunjukkan kemenangan bagi Victor Yushchenko yang pada pemilu pertama dikalahkan oleh pesaingnya, Victor Yanukovych. Yushchenko dinyatakan pemenang pemilu dan diangkat menjadi presiden pada tanggal 23 Januari 2005 di Kiev.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ The Colour Revolutions in the Former Soviet Republics: Ukraine Diarsipkan 1 Agustus 2017 di Wayback Machine by Nathaniel Copsey, Routledge Contemporary Russia and Eastern Europe Series (page 30-44)
  2. ↑ Ukraine profile Diarsipkan 12 Oktober 2019 di Wayback Machine, BBC News
  3. ↑ Ukrainian Politics, Energy and Corruption under Kuchma and Yushchenko Diarsipkan 29 Oktober 2013 di Wayback Machine by Taras Kuzio, Harvard University (7 March 2008)
  4. ↑ "Historyczny zwrot Ukrainy. Tłumy przegoniły z Kijowa marionetkę Putina". Diakses tanggal 1 Juli 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Veronica Khokhlova, New Kids On the Bloc Diarsipkan 6 November 2012 di Wayback Machine, The New York Times, 26 November 2004
  6. ↑ "Savik Shuster: I'm the only thing to remain after 'orange revolution'". Diarsipkan 23 September 2009 di Wayback Machine. Novaya Gazeta, 2 February 2008

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Presidential election of Ukraine, 2004.

Bacaan lanjutan

  • Paul D'Anieri, ed. Orange Revolution and Aftermath: Mobilization, Apathy, and the State in Ukraine (Johns Hopkins University Press; 2011) 328 pages
  • Tetyana Tiryshkina. The Orange Revolution in Ukraine - a Step to Freedom (2nd ed. 2007)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan