Sabtu, 26 September 2026
03:31 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Revolusi April

Revolusi April

Revolusi April
4.19_%ED%98%81%EB%AA%85.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Para pengunjuk rasa selama Revolusi April
Tanggal11 April–26 April 1960 (1960-04-11 – 1960-04-26)
Sebab
Hasil
Pihak terlibat
Para pengunjuk rasa pro-demokrasi
Jumlah korban
~100 korban[1][2]
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Korea Selatan
Lambang negara Korea Selatan
Korea Rayahingga 1945
USAMGIK 1945–1948
Republik ke-1 1948–1960
 : Perang Korea 1950–1953
 : Pemerintahan Syngman Rhee 1948–1960
 : Revolusi April 1960
 : Pemerintahan Pejabat Sementara Heo Jeong 1960
Republik ke-2 1960–1963
 : Pemerintahan Yoon Bo-seon 1960
 : Kabinet Jang Myeon 1960–1961
 : Kudeta 16 Mei 1961
 : Junta Pertama 1961–1963
Republik ke-3 1963–1972
 : Pemerintahan Park Chung-hee 1963–1972
 : Swakudeta Park Chung-hee 1972
Republik ke-4 1972–1981
 : Pembunuhan Park Chung-hee 1979
 : Kudeta 12 Desember 1979
 : Kudeta 17 Mei 1980
 : Pemberontakan Gwangju 1980
 : Junta Kedua 1980–1981
Republik ke-5 1981–1987
 : Pemerintahan Chun Doo-hwan 1981–1987
 : Pemberontakan Demokratis Juni 1987
 : Perjuangan Buruh Agung 1987
Republik ke-6 1987–sekarang
 : Pemerintahan Roh Tae-woo 1987–1993
 : Pemerintahan Kim Young-sam 1993–1998
 : Moratorium Nasional 1997–2001
 : Pemerintahan Kim Dae-jung 1998–2003
 : Pemerintahan Roh Moo-hyun 2003–2008
 : Pemerintahan Lee Myung-bak 2008–2013
 : Pemerintahan Park Geun-hye 2013–sekarang

Revolusi April, kadang-kadang disebut Revolusi 19 April atau Gerakan 19 April, adalah pemberontakan populer pada April 1960, dipimpin oleh kelompok buruh dan mahasiswa, yang menggulingkan Republik Korea Pertama yang otokratis di bawah Syngman Rhee. Revolusi ini menyebabkan pengunduran diri Rhee dan peralihan ke Republik Korea Kedua. Peristiwa ini tercetus oleh penemuan mayat seorang siswa sekolah menengah atas di Pelabuhan Masan yang tewas karena bom gas air mata dalam demonstrasi menentang pemilihan umum Maret 1960.

Latar belakang

Presiden Rhee telah menduduki kursi kepresidenan sejak tahun 1948, tetapi menghadapi ketidakpuasan dalam negeri yang meningkat karena pemerintahannya telah menghasilkan pembangunan ekonomi dan sosial yang terbatas, sementara dianggap korup karena Rhee mengamendemen konstitusi untuk memperpanjang masa jabatan kekuasaannya.[3] Amerika Serikat telah mengurangi bantuan ekonominya dari senilai $382.893.000 pada tahun 1957 menjadi $222.204.000 pada tahun 1959. Rhee terkejut dan terancam oleh dukungan Amerika yang berkurang ini dan dia mulai mengambil langkah-langkah yang semakin putus asa untuk memastikan keberlangsungan politiknya.[4] Pada Desember 1958 dia memaksakan suatu amendemen melalui Majelis Nasional terhadap Undang-Undang Keamanan Nasional yang memberi pemerintah kekuatan baru yang luas untuk membatasi kebebasan pers dan mencegah para anggota oposisi untuk memberikan suara.

Untuk pemilihan umum kepresidenan 1960, dua partai utama maju melawan Rhee. Partai Progresif kecil yang memperoleh satu juta suara dalam 1956 diwakili oleh Cho Bong-am, sementara Partai Demokratik diwakili oleh Cho Pyong-ok. Pada Juli 1959, Rhee menuduh Cho Bong-am sebagai seorang Komunis. Dia dipenjara dan dieksekusi dengan cepat.[5] Cho Pyong-ok pergi ke Amerika Serikat untuk operasi perut tetapi meninggal di sana karena serangan jantung. Kematian kedua pesaing ini tampaknya terlalu kebetulan bagi publik Korea dan mereka berasumsi bahwa kematian adalah akibat dari kecurangan.

Untuk pemilihan wakil presiden, yang dilakukan secara terpisah di Korea, Rhee bertekad untuk mengusahakan anak didiknya Lee Ki-poong terpilih. Lee maju sebagai kandidat melawan Chang Myon dari Partai Demokratik, yang merupakan mantan duta besar untuk Amerika Serikat selama Perang Korea. Pada 15 Maret, Lee, yang kebanyakan terbaring di tempat tidur, memenangkan pemilihan umum dengan margin suara yang sangat lebar, meraih 8.225.000 suara, sementara Myon hanya memperoleh 1.850.000 suara. Hal ini menjadi jelas bagi rakyat bahwa pemungutan suara tersebut besifat curang.[6] Menurut Laporan Korea, unjuk rasa Demokratik dilarang di seluruh negara dan ratusan surat suara yang sudah ditandai sebelumnya dimasukkan ke dalam surat suara pada hari pemungutan suara.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Breen, Michael (18 Apr 2010). "Fall of Korea's First President Syngman Rhee in 1960". www.koreatimes.co.kr.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Halpin, Dennis (2 Mei 2002). "Human Rights in South Korea: Confucian Humanism versus Western Liberalism". www.icasinc.org. Diakses tanggal 16 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Kim, C. I. Eugene, and Ke-soo Kim (1964). "The April 1960 Korean Student Movement", The Western Political Quarterly, 17(1).
  4. ↑ (1995) KBS National Institute for International Education Development. "The History of Korea", Ministry of Education Korea Seoul
  5. ↑ Andrew C. Nahm and James E. Hoare, Historical Dictionary of the Republic of Korea (Scarecrow Press, 2004), p21
  6. ↑ South Korea: a Country Study. United States Government Printing. hlm. 34. ISBN 978-0160403255.

Bacaan lebih lanjut

  • Mark Peterson, 2009, A Brief History Of Korea (Brief History), Facts on File. (ISBN0816050856)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai April Revolution.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan