Rabu, 04 November 2026
08:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Republik Rakyat Hungaria

Republik Rakyat Hungaria

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Republik Soviet Hungaria.
Republik Rakyat Hungaria
Magyar Népköztársaság
1949–1956, 1957-1989
Lagu kebangsaan: "Himnusz"
Lokasi Hungaria
StatusNegara satelit Uni Soviet
Ibu kotaBudapest
Bahasa umumHungaria
Agama tidak ada
PemerintahanMarxisme–Leninisme, negara partai tunggal
Sekertaris Jenderal 
• 1949–1956
Mátyás Rákosi
• 1989
Rezső Nyers
Kepala negara 
• 1949–1950
Árpád Szakasits
• 1988–1989
Brunó Ferenc Straub
Kepala pemerintahan 
• 1949–1952
István Dobi
• 1988–1989
Miklós Németh
Era SejarahPerang Dingin
• Didirikan
18 Agustus 1949
23 Oktober 1956
• Mekanisme Ekonomi Baru
1 Januari 1968
• Dibubarkan
23 Oktober 1956, 1957-1989
Area
198993.030 km2 (35.920 sq mi)
Populasi
• 1989
10.397.959
Mata uangForint
Kode ISO 3166HU
Didahului olehDigantikan oleh
Republik Hungaria Kedua
Hungaria
* "Himnusz" digunakan sebagai lagu kebangsaan Hungaria sebelum dan setelah pemerintahan komunis. Oleh karena adanya kata "Tuhan" dalam liriknya, pemerintah komunis berusaha untuk membuat lagu kebangsaan yang baru, tetapi gagal sehingga mereka memutuskan untuk tetap menggunakan "Himnusz" walaupun hanya musiknya saja tanpa disertai lirik.

Republik Rakyat Hungaria (bahasa Hungaria:Magyar Népköztársaság) adalah nama resmi Hungaria sejak 1949 hingga 1989 saat negara tersebut dikuasai oleh pemerintahan komunis yang didukung oleh Uni Soviet. Negara ini ada hingga tahun 1989 ketika kekuatan oposisi bersatu untuk memaksa pemerintah meninggalkan komunisme. Negara ini menganggap dirinya sebagai penerus Republik Soviet Hungaria yang dibentuk pada tahun 1919 dan merupakan negara sosialis kedua yang dibentuk setelah RSFS Rusia.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan