Senin, 21 September 2026
06:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Ray Rizal

Ray Rizal
Lahir7 Februari 1955
Meninggal1996 (umur 41)
PekerjaanPenulis, sastrawan, wartawan
Pasangan menikahNina Pane

Ray Rizal (lahir di Singkarak, Solok, Sumatera Barat 7 Februari 1955 - meninggal 1996 pada umur 41) adalah seorang wartawan, sastrawan dan penulis Indonesia.

Riwayat

Kehidupan

Ray Rizal yang lahir di Singkarak, Solok, ini menikah dengan seorang perempuan bernama Nina Pane yang juga seorang penulis. Istri pertamanya bernama Yulidasmi yang seorang guru SMU di Jakarta Timur dan mempunyai 3 orang putra yang bernama Ivan Reza Maulana, Ryan Riskan Maulana dan Ferdi Rizky Maulana. Ray meninggal dunia pada saat menulis buku Sandera, 130 Hari Terperangkap di Mapenduma, yang berkisah tentang drama penyanderaan dan operasi pembebasan pada tahun 1995 terhadap 11 orang peneliti dari Tim Ekspedisi Lorentz '95 yang telah disandera selama 130 hari di Mapenduma, Kabupaten Jayawijaya, Irian Jaya (Papua).

Karya

  • Matahari di atas Timbunan Sampah (fiksi anak-anak, Inpres 1984)
  • Desaku Ermera di Timor Timur (fiksi anak-anak, Inpres 1985)
  • Lukisan Terakhir (kumpulan cerpen, 1990)
  • Dalang (kumpulan cerpen, 1991)
  • Tanah Perbatasan (novel, 1991)
  • Lonceng Kematian (novel, 1992)
  • Hari Sudah Tinggi (biografi Affandi, 1990)
  • Wirausaha Mengabdi Pembangunan (biografi Sukamdani S. Gitosardjono, bersama Ramadhan K.H., 1993)
  • Sejarah Badan Tenaga Atom Nasional (menyunting bersama Subekti dan Sumantri, 1995)

Penghargaan

  • Penghargaan Adinegoro bidang Metropolitan (1982)
  • Penghargaan dari Pusat Bahasa sebagai pemenang esai yang dimuat di Suara Pembaruan (1992)

Referensi

  • Kemal Idris; Bertarung dalam Revolusi, Hal. 297, Pustaka Sinar Harapan, 1997.

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan