Sabtu, 17 Oktober 2026
21:12 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Ratu Hijau

Ratu Hijau

Bagikan:
Ratu Hijau
Ratu pertama Kerajaan Melayu Patani
راتو هيجاو بنت المرحوم سلطان منصور شه، سباڬاي راج اڬوڠ ڤتاني كانم
Raja Agong Patani Ke-6
Berkuasatahun 1584 - 1616 (32 tahun)
Pendahulusultan Bahadur Shah
PenerusRatu Biru
Raja MudaRatu Biru
BendaharaBendahara Kayu Kelat
Meninggaltahun 1616
Keresik
AyahSultan Mansur Shah
WangsaSri Wangsa
AgamaIslam

Ratu Hijau atau Raja Hijau (Jawi: راتو هيجاو) (Thai: รายาฮิเยา) adalah seorang ratu Melayu Patani yang bertakhta dari 1584-1616. Ia adalah anak perempuan sulung Sultan Mansur Shah.

250px-Optocht_van_de_koningin_van_Pattani%2C_1602_Afteeckeninghe_hoe_de_Coninginne_van_Patana_uyt_rijdt%2C_haer_te_vermaecken%2C_RP-P-OB-75.416.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arak-arakan Ratu Hijau Patani pada tahun 1602, dengan 4,000 prajurit dan 156 gajah lengkap dengan hiasannya.

Menurut catatan seorang sastrawan Portugis Mendez Pinto, Ratu Hijau naik tahta pada tahun 1584. Ratu Hijau merupakan adik perempuan raja Patani yang telah dibunuh setelah masa pemerintahannya yang berjalan selama dua puluh tahun pemerintahan tidak stabil. Ratu Hijau juga terkenal sebagai 'ratu hebat Patani'. Menurut tulisan Jacob van Neck pada 1604, dia melaporkan sebuah negara yang relatif aman dan kaya di bawah pimpinan Ratu Hijau, "seorang yang pandai berdiplomasi dengan para saudagar". Monarki Melayu di bawah pemerintahannya menyerap pelbagai para pedagang asing ke dalam elit poliglot yang disatukan oleh kerajaan itu, lingua franca bahasa Melayu, dan corak peraturan dan alat kebesaran suci yang diwarisi dari negara-negara sekitarnya seperti Melaka dan Pasai. Kebanyakan para saudagar merupakan saudagar Cina, yang paling terkenal dari mereka, seperti menjabat pegawai dagang utama Datu Sirinara, telah masuk Islam dan mengamalkan etiket mahkamah Melayu. Ratu Hijau digantikan oleh adik perempuannya, Ratu Biru.

Pranala luar

Rujukan

  • A. Teeuw & D. K. Wyatt. Hikayat Patani: The Story of Patani. Bibliotheca Indonesica, 5. The Hague: Martinus Nijhoff, 1970.
  • Ahmad Fathy al-Fatani. Pengantar Sejarah Patani. Alor Setar: Pustaka Darussalam, 1994.
  • Wayne A. Bougas. The Kingdom of Patani: Between Thai and Malay Mandalas. Occasional Paper on the Malay World, no. 12. Selangor: Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia, 1994.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan