Minggu, 18 Oktober 2026
03:45 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Mansur Syah dari Malaka

sultan ke-6 dari Kesultanan Malaka

Bagikan:
Sultan Mansur Syah I
Paduka Sri Sultan Mansur Syah I ibni Sultan Muzaffar Syah
Raja Melaka ke-6
BerkuasaKesultanan Malaka: 1459–1477
PendahuluMudzaffar Syah
PenerusAlauddin Riayat Syah I
LahirRaja Abdullah
Meninggal1477
AyahMudzaffar Syah
IbuRaja Tua binti Raden Anum
Pasangan
  • Tuan Putri Hang Li Po, seorang wanita Tionghoa
  • Tun Putih Nur Pualam binti Bendahara Sri Amar di-Raja
  • Putri Wanang Sri Lela Wangsa binti Maharaja Dewa Surya (Pahang)
  • Raden Galuh Chandra Kirana (Putri Majapahit)
  • Tun Sadah
  • dan lainnya
Keturunan
Nama lengkap
Khalifatul Mukminin Zilullah fil Alam Paduka Sri Sultan Mansur Syah I ibni Sultan Muzaffar Syah
WangsaMelaka
DinastiMelaka
AgamaIslam Sunni

Sultan Mansur Syah atau Raja Abdullah adalah raja ke-6 Kesultanan Melaka. Pada masa pemerintahannya, Malaka menaklukkan Pahang dan Kedah, yang saat itu berada di bawah Siam. Menurut Sejarah Melayu, Hang Tuah pertama kali muncul pada masa pemerintahan raja ini.

Di bawah pemerintahan Sultan Mansur Syah, Malaka menguasai sepenuhnya Selat Melaka; baik Semenanjung Malaya dan pantai Timur Sumatra yang saat itu berada di bawah kendali Malaka.

Pemerintahan

Sultan Mansur Syah merupakan putra dari Mudzaffar Syah, raja ke-5 dari Kesultanan Malaka. Mansur Syah menjabat sebagai Sultan Malaka dari tahun 1459 hingga kematiannya pada bulan Oktober 1477.[1]

Perluasan wilayah

Sultan Mansur Syah memperluas wilayah kekuasaannya dengan memasukkan wilayah-wilayah penghasil timah di Kerajaan Kedah.[1] Ia juga berhasil menambahkan Bernam dan Perak di Semenanjung Melayu ke dalam Kesultanan Malaka. Sementara itu, Siak di pesisir timur Sumatra menjadi daerah vasal bagi Malaka. Pahang, Kampar, dan Inderagiri sempat berusaha untuk menyatakan kemerdekaannya, tetapi berhasil ditundukkan. Salah satu putra Mansur Syah ditempatkan sebagai penguasa di Pahang.[2]

Politik luar negeri

Pada masa pemerintahan Mansur Syah, Kesultanan Melaka menjalin hubungan baik dengan Kekhalifahan Utsmaniyah. Selama masa kekuasaannya, Mansur Syah hanya memakai gelar syah dan tidak memakai gelar sultan sebagai bentuk penghargaan terhadap Kekhalifahan Utsmaniyah yang dipimpin oleh bangsa Turki.[3]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Cœdès 1968, hlm. 246.
  2. ↑ Andaya & Andaya 1982, hlm. 51.
  3. ↑ Tim Riset dan Studi Islam Mesir (April 2020). Artawijaya dan Hasmand, F. (ed.). Ensiklopedi Sejarah Islam: Dari Masa Kenabian, Daulah Mamluk, Imperium Mongol Muslim, Negara Utsmani, Muslim Asia Tenggara, Muslim Afrika. Diterjemahkan oleh Taufik, M., dkk. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 869. ISBN 978-979-592-835-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penerjemah (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Pranala luar

Didahului oleh:
Sultan Mudzaffar Syah
Sultan Malaka
1459-1477
Diteruskan oleh:
Sultan Alauddin Riayat Syah


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan