Jumat, 16 Oktober 2026
20:50 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Leonard Andaya

Bagikan:

Leonard Andaya (lahir di Maui, Hawaii, Amerika Serikat, 1942) adalah seorang Profesor Sejarah Asia Tenggara pada Universitas Hawaii di Manoa. Konsentrasinya adalah dalam sejarah modern Asia Tenggara, terutama yang mengenai Malaysia, Indonesia, Filipina selatan, dan Thailand selatan.[1]

Andaya memperoleh gelar "BA dalam Sejarah" dari Universitas Yale, dan gelar MA dan PhD dalam Sejarah Asia Tenggara dari Universitas Cornell. Dia juga mengajar dan memegang posisi peneliti di Universitas Malaya, Universitas Nasional Australia, dan Universitas Auckland. Dia menikah dengan Barbara Watson Andaya, seorang sejarawan dan ilmuwan dari subjek serupa di universitas yang sama.

Publikasi

  • The Kingdom of Johor 1641-1728: Economic and Political Developments (1975)
  • The Heritage of Arung Palakka: History of South Sulawesi (Celebes) in the Seventeenth Century (1981)
  • History of Malaysia (bersama Barbara Watson Andaya, 1982, edisi revisi, 2000)
  • The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period (1993)
  • Leaves of the Same Tree: Trade and Ethnicity in the Straits of Melaka (2008)
  • Cambridge History of Early Modern Southeast Asia (bersama Barbara Watson Andaya, mendatang).

Referensi

  1. ↑ "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-29. Diakses tanggal 2011-05-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link) Official University of Hawai’i at Mānoa Department of History faculty page: Professor Leonard Andaya
40px-Gilbert_Stuart_Williamstown_Portrait_of_George_Washington.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Amerika Serikat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan