Sabtu, 24 Oktober 2026
00:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kerajaan Pattani

Kerajaan Pattani

kerajaan di Asia Tenggara

Bagikan:
Merupakan sebuah kerajaan di Semenanjung Tanah Melayu pada tahun 1457M hingga tahun 1902MTemplat:SHORTDESC:Merupakan sebuah kerajaan di Semenanjung Tanah Melayu pada tahun 1457M hingga tahun 1902M
Artikel ini berisi tentang Kerajaan Melayu Patani yang wujud pada tahun 1457M hingga tahun 1902M. Untuk other uses, lihat Kerajaan Pattani (disambiguasi).
Kesultanan Patani Darussalam
كراجأن ڤتاني
Kerajaan Patani
Kesultanan Patani Darul Makrif
1516–1902
Bendera Pattani
Bendera
Peta Kesultanan Patani, sebelum jatuhnya tahun 1785.
Peta Kesultanan Patani, sebelum jatuhnya tahun 1785.
Sketsa pelan ibu kota kerajaan Patani
Sketsa pelan ibu kota kerajaan Patani
Ibu kotaPatani
Bahasa umumMelayu Pattani
Agama Sunni Islam
PemerintahanMonarki
Era SejarahAbad Pertengahan
• Didirikan
1516
• Dianeksasi oleh Siam
1902
Didahului olehDigantikan oleh
Langkasuka
krjKerajaan
Rattanakosin
Sekarang bagian dari Malaysia
 Thailand

Kerajaan Pattani (Patani) atau Kesultanan Pattani adalah sebuah kesultanan Melayu Islam yang diperkirakan meliputi wilayah provinsi Thai modern Pattani (Patani), Yala (Jala), Narathiwat (Menara), sebagian Songkhla (Singgora), dan bagian paling utara Malaysia modern. Menurut buku Hikayat Patani, pemerintahan Kerajaan Patani diperintah oleh 3 dinasti yaitu:

  • Dinasti Sri Wangsa
  • Dinasti Kelantan pertama
  • Dinasti Kelantan kedua

Daftar Raja Patani

  • Dinasti Sri Wangsa (keturunan Raja-raja Langkasuka di Jeram)
Bil Nama Raja Dinasti Sri Wangsa[1] Pemerintahan Tempoh
1 Sultan Ismail Shah 1457M - 1530M 30 tahun
2 Sultan Muzaffar Shah 1530M - 1564M 33 tahun
3 Sultan Mansur Shah 1564M - 1572M 9 tahun
4 Sultan Patik Siam 1572M - 1573M 1 tahun
5 Sultan Bahadur Shah 1573M - 1584M 11 tahun
6 Raja Hijau 1584M - 1616M 32 tahun
7 Raja Biru 1616M- 1624M 8 tahun
8 Raja Ungu 1624M - 1635M 11 tahun
9 Raja kuning 1635M - 1688M 53 tahun
  • Dinasti Kelantan (Raja boneka dilantik oleh Pembesar Patani)
    Dinasti Kelantan (Raja-raja boneka yang dilantik oleh pembesar Patani). Di akhir hayatnya, setelah Raja Kuning bertahta beberapa lama, ia jatuh sakit lalu mangkat. Kemudian jenazahnya dikebumikan dan mendapat gelar "Marhum Besar" karena Raja Kuning bersuamikan dengan Yang dipertuan besar negeri Johor (Sultan Abdul-Jalil Shah III). Semua menteri pun berunding karena tiada pewaris takhta yang berasal dari anggota Dinasti Sri Wangsa, adapun Raja Kuning ialah raja terakhir dinasti Sri Wangsa, keturunan yang memerintah Patani ratusan tahun sejak zaman kerajaan Langkasuka di Jeram, hingga zaman kerajaan sultan Patani.
Bil Nama Raja Dinasti Kelantan Pemerintahan Tempoh
1 Raja Bakal 1688M - 1690M 2 tahun
2 Raja Mas Kelantan 1690M - 1704M 14 tahun
3 Raja Mas Cayam 1704M - 1707M 3 tahun (Pertama)
4 Raja Dewi 1707M - 1716M 9 tahun
5 Raja Bendang Badan 1716M - 1720M 4 tahun
6 Raja Laksamana Dajang 1720M - 1721M 1 tahun
7 Raja Mas Cayam 1721M- 1728M 7 tahun (Kedua)
8 Raja Alung Yunus 1728M - 1729M 1 tahun
9 Sultan Muhammad Duwa 1776M - 1786M 10 tahun

Bacaan tambahan

Referensi

  1. ↑ Hikayat Patani The Story Of Patani 1 (dalam bahasa English).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan