Rabu, 30 September 2026
23:53 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Rainer Stadelmann

Bagikan:

Dr. Rainer Stadelmann (24 Oktober 1933 – 14 Januari 2019[1]) adalah seorang Egiptologis Jerman. Di dianggap sebagai ahli arkeologi di dataran tinggi Giza.

Biografi

Setelah belajar di Neuburg an der Donau pada 1933, ia belajar Egiptologi, Orientalisme, dan arkeologi di Universitas Munich. Dia berpartisipasi pada 1955 dan 1956 dalam penggalian kuil matahari Firaun Dinasti ke-V Userkaf di Abusir. Ia melanjutkan studinya di Universitas Ruprecht Karl Heidelberg, di mana pada 1960 ia menulis tesis doktoralnya tentang dewa-dewa Suriah-Palestina di Mesir. Dia adalah asisten teknis di Heidelberg hingga 1967, setelah itu dia menjadi direktur ilmiah di Deutsches Archäologisches Institut, Kairo, di mana dia bertugas dari 1989 hingga 1998.[2]

Sejak 1975, ia menjadi profesor kehormatan di Universitas Heidelberg. Dia berpartisipasi dalam banyak penggalian di Elefantin, Thebes, dan Dahshur, yang terakhir dia jelajahi dan tulis tentang Piramida Bengkok dan kuil lembah Raja Sneferu.[3] Dia juga membuka pameran baru di Museum Mesir, Kairo, untuk merayakan 40 tahun karya arkeologi Jepang.[4]

Publikasi terpilih

  • Die ägyptischen Pyramiden, vom Ziegelbau zum Weltwunder, Mayence, 1985–1997, éditions von Zabern (Kulturgeschichte der Antiken Welt, Bd. 30), ISBN3-8053-1142-7

Referensi

  1. ↑ Obituary Prof. Dr. Rainer Stadelmann
  2. ↑ "The Secret Doors Inside the Great Pyramid - Dr. Zahi Hawass - The Plateau - Official Website of Dr. Zahi HAwass". www.guardians.net. Diakses tanggal 2017-11-20.
  3. ↑ The Supreme Council of Antiquities (31 Oktober 2009). Annales Du Service Des Antiquites de L'Egypte. American Univ in Cairo Press. hlm. 303. ISBN 978-977-479-033-1. Diakses tanggal 28 November 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Dr. Rainer Stadelmann in the Egyptian Museum, Cairo". www.drhawass.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-27. Diakses tanggal 28 November 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan