Senin, 12 Oktober 2026
23:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Rafflesia keithii

Rafflesia keithii

Bagikan:
Rafflesia keithii
250px-Rafflesia_80_cm.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rafflesia keithii: bunga ini berdiameter sekitar 80 cm
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malpighiales
Famili: Rafflesiaceae
Genus: Rafflesia
Spesies:
R. keithii
Nama binomial
Rafflesia keithii
Meijer (1984)

Rafflesia keithii adalah tumbuhan berbunga parasit dalam genus Rafflesia yang endemik di Sabah, Borneo. Bunganya dapat tumbuh hingga berdiameter satu meter. Tanaman ini dinamai menurut nama Henry (Harry) George Keith, mantan Konservator Hutan di Borneo Utara (sekarang Sabah).[1][2]

Referensi

  1. ↑ Meijer, W. (1984). "New species of Rafflesia (Rafflesiaceae)". Blumea. 30 (1): 209–215.
  2. ↑ Mat-Salleh, K.; Mohd-Ros, A.H.; Donna, J. (2006), "The Role of Protected Areas in the Conservation of Rafflesia in Malaysia", dalam Othman, Sahir; Yatim, Siti Hawa; Ellagupillay, Sivananthan; Nor, Shukor Md.; Ahmad, Norhayati; Sah, Shahrul Anuar Mohd. (ed.), Management and Status of resources in protected areas of Peninsular Malaysia, Kuala Lumpur: Department of Wildlife and National Parks, hlm. 141–154

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan parasit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Malpighiales ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan