Minggu, 04 Oktober 2026
06:38 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
RMS Carpathia

RMS Carpathia

Bagikan:
border.
RMS Carpathia
Sejarah
Nama RMS Carpathia
Pemilik Cunard Line
Rute list error: <br /> list (help)
Transatlantik: Liverpool–Queenstown–Boston
Ditransfer ke Liverpool–Queenstown–New York pada musim panas
Trieste–Fiume–New York pada musim dingin
Pembangun Swan Hunter & Wigham Richardson
Pasang lunas 10 September 1901
Diluncurkan 6 Augustus 1902
Pelayaran perdana 5 Mei 1903
Beroperasi 1903–1918
Nasib Ditorpedo oleh kapal selam Kaiserliche Marine U 55 pada 17 Juli 1918, di Irlandia tenggara dan barat kepulauan Sisilia.
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis Kapal penumpang uap transatlantik Cunard Line
Jenis Kapal samudera
Tonase 13,555 GRT
Berat benaman 8.600 ton panjang (8.700 t)
Panjang 558 ft (170 m)
Lebar 64 ft 6 in (19,66 m)
Daya muat 34 ft 7 in (10,54 m)
Pendorong 2 × mesin uap 8-silinder ekspansi empat kali Wallsend Slipway Co
Dua baling-baling
Kecepatan 17.5knot 20 mph 32,41km/h (maksimum dengan kecepatan uap penuh) 14 knot 16,11 mph 25,928 km/h (layanan kecepatan)
Kapasitas 1,704 penumpang; setelah 1905, 2,550:
Kelas I: 100 orang
Kelas II: 200 orang
Kelas III: 2250 orang

RMS Carpathia merupakan kapal uap penumpang yang melayani penyebrangan transatlantik yang dioperasikan oleh Cunard Line. Kapal ini dibangun di galangan kapal CS Swan & Hunter di Wallsend, Inggris.

Carpathia memulai pelayaran perdananya pada tahun 1903 dengan melayani rute Liverpool menuju Boston. Pada 1904, Carpathia dipindahkan untuk melayani rute Mediterania.

Carpathia dikenal sebagai kapal yang pertama kali datang ke tempat di mana kapal RMS Titanic tenggelam. Pada saat itu kapal Carparthia berada 93 km dari Titanic. Waktu itu operator radio Carpathia hendak pergi tidur tetapi ia segera menerima pesan SOS dari RMS Titanic. Isinya mengatakan bahwa kapal itu menabrak gunung es dan tenggelam. Mereka sedang menaikan penumpang ke atas perahu penyelamat dan meminta RMS Carpathia untuk datang secepatnya. Mendengar hal itu operator radio Carpathia memberi tahu kepada kapten Arthur Rostron (kapten kapal Carpathia). Kapten Rostron segera memutar balik kapal dan menuju ke arah RMS Titanic dengan kecepatan penuh. Operator Radio mengatakan kepada Titanic bahwa mereka akan tiba di sana dalam waktu 4 jam. Padahal kapal terdekat bukan hanya Carpathia tetapi Californian. SS Californian berada 16 km dari Titanic dan dapat melihat roket "SOS" dari Titanic.

Carpathia tenggelam pada 17 Juli 1918 saat perang dunia pertama setelah kapal tersebut terkena tembakan torpedo sebanyak tiga kali dari kepal selam Jerman U-55 di lepas pantai Irlandia. Tenggelamnya Carpathia menyebabkan hilangnya 5 awak kapal.

Nama RMS Carpathia sendiri diambil Pegunungan Karpatia di Eropa Tengah.[1]

Latar belakang

Sekitar awal 1900, Cunard Line menghadapi persaingan yang ketat dari rival mereka; White Star Line, dan beberapa perusahaan pelayaran lainnya seperti Norddeutscher Lloyd (North German Llyod) dan Hamburg America Line (HAPAG). Pada saat itu, Cunard telah memiliki RMS Campania dan RMS Lucania, yang memiliki reputasi sebagai salah satu kapal tercepat dan terbesar pada saat itu. Kedua kapal tersebut selesai pada 1898 dengan memiliki bobot sekitar 12.950 GRT, menjadikannya pemegang "Blue Riband" untuk penyebrangan transatlantik tercepat.[2] Namun gelar tersebut tidak bertahan lama setelah kapal baru yang dioperasikan oleh Norddeutscher Lloyd, SS Kaiser Wilhelm der Grosse merebut gelar "Blue Riband" dari kedua kapal Cunard tersebut. Selain itu, White Star Line juga telah berencana untuk memesan kapal baru dengan bobot 17.000 GRT, RMS Oceanic. Persaingan dari rival Cunard yang semakin ketat telah menuntut Cunard untuk melakukan pengadaan dan peningkatan armada kapal mereka, Cunard kemudian memesan tiga kapal baru, SS Iverna, Saxonia, dan Carpathia.[3]

Namun Cunard tidak bermaksud memesan Carpathia dan dua kapal lainnya untuk menandingi SS Kaiser Wilhelm der Grosse dalam hal kecepatan maupun RMS Oceanic dalam hal ukuran, melainkan Cunard justru berusaha memaksimalkan keuntungan dengan memesan ketiga kapal tersebut.

Ketiga kapal baru tersebut tidak terlalu cepat karena dirancang untuk mengangkut imigran, namun menawarkan penghematan biaya yang signifikan dalam hal konsumsi bahan bakar. Ketiga kapal ini menjadi sarana sekaligus model yang memungkinkan Cunard bersaing secara sukses melawan para pesaingnya yang lebih besar, terutama rival mereka, International Mercantille Marine Co. yang menaungi White Star Line.

Carpathia memiliki desain yang dimodifikasi dari kapal-kapal kelas Ivernia, dengan ukuran sekitar 40 kaki (12 meter) lebih pendek daripada kapal-kapal "saudara" sejenisnya. Seperti pendahulunya, desain kapal ini mengandalkan lambung yang panjang, struktur atas yang rendah dan seimbang, serta empat tiang yang dilengkapi dengan derek, sehingga memungkinkan penanganan muatan dalam jumlah lebih besar secara efektif dibandingkan dengan yang lazim dilakukan pada kapal penumpang samudra.[4]

Desain dan konstruksi

RMS Carpathia dibangun oleh C. S. Swan & Hunter di galangan kapal mereka di Wallsend, Inggris, bersama Ivernia dan Saxonia.[5] Peletakan lunas kapal dilakukan pada 10 September 1901,[6] dan kapal ini diluncurkan pada 6 Agustus 1902; pada saat itu, kapal diberi nama oleh Mrs.Watson, putri wakil ketua Cunard Line.[7] Kapal ini menjalani uji coba pelayaran dari Sungai Tyne menuju Sungai Mersey antara tanggal 22 dan 25 April 1903.[8]

RMS_Carpathia_Launch.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Carpathia sebelum peluncurannya

Saat diluncurkan, kapal ini memiliki panjang 558 kaki (170 m)[9] dan lebar 64 kaki 3 inci (19,58 m), dengan tonase kotor terdaftar sebesar 12.900 ton.[10] Ketika Carpathia akhirnya rampung dibangun, tonase kotor terdaftarnya telah meningkat menjadi lebih dari 13.500 ton.[9] Kapal ini dirancang dengan empat geladak baja utuh, sebuah geladak orlop baja di ruang muat nomor 1 dan 2, serta geladak anjungan sepanjang 290 kaki yang diperuntukkan bagi penumpang, ruang bersama, dan kabin, dengan geladak sekoci yang terletak tepat di atas geladak anjungan tersebut.[6] Pada saat peluncurannya, kapal ini direncanakan untuk dapat mengangkut 200 penumpang kelas satu dan 600 penumpang kelas tiga, serta memuat daging beku dalam jumlah besar.[6][10] Saat akhirnya rampung dibangun, kapasitas angkutnya telah meningkat menjadi sekitar 1.700 penumpang.[9]

250px-Carpathia-dry_dock.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Carpathia sedang menjalani perbaikan di galangan kapal

Meskipun Carpathia merupakan kapal penumpang kelas menengah yang dirancang terutama bagi pelancong kelas dua dan imigran, fasilitas interior Carpathia tetap tergolong cukup nyaman dan menetapkan standar bagi kapal-kapal pada masa itu. Ruang makannya dideskripsikan memiliki dekorasi bernuansa warna krem ​​dan emas yang berpadu serasi dengan pelapis furnitur yang mewah serta kayu mahoni perabotannya, dan tirai berwarna emas tua yang menutupi jendela kapal, serta dilengkapi dengan kubah kaca patri untuk keperluan ventilasi.[5] Fasilitas akomodasi kelas dua juga mencakup ruang merokok berpanel kayu kenari yang terletak di bangunan geladak bagian buritan serta perpustakaan yang indah di ujung depan geladak anjungan (Dek A). Setelah renovasi tahun 1905, ruangan-ruangan ini diubah menjadi akomodasi kelas satu. Fasilitas akomodasi kelas tiga di kapal Carpathia tergolong sangat memadai untuk ukuran zamannya. Ruang makan kelas tiga membentang selebar badan kapal dan mampu menampung 300 penumpang, dengan dinding berpanel kayu ek yang dipoles serta bagian bawah dinding yang dilapisi kayu jati. Fasilitas kelas tiga juga mencakup ruang merokok dan ruang khusus wanita yang terletak tepat di depan ruang makan kelas tersebut di geladak atas (dek C), bersebelahan dengan area jalan-jalan tertutup (atau ruang terbuka) yang desainnya serupa dengan kapal Ivernia dan Saxonia. Para perwira ditempatkan di bangunan geladak bagian depan di geladak anjungan (dek A), tepat di atas ruang makan kelas dua, sedangkan tempat tinggal kapten terletak di geladak sekoci, tepat di bawah anjungan kapal.[5]

Dek-dek bagian bawah Carpathia memiliki ventilasi yang baik berkat adanya ventilator dek yang dilengkapi dengan kipas angin listrik. Sistem ventilasi ini dirancang untuk mengalirkan udara segar melewati unit thermotank berbentuk kumparan; unit tersebut dapat dialiri air dingin saat musim panas atau uap panas saat musim dingin, sehingga suhu di dalam kapal dapat diatur sesuai kebutuhan. Meskipun Carpathia sepenuhnya menggunakan penerangan listrik dengan lebih dari 2.000 lampu, Carpathia tetap dilengkapi dengan lampu minyak cadangan di kabin-kabinnya saat mulai beroperasi, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pemadaman listrik.[6]

Carpathia memiliki tujuh ketel uap ujung tunggal yang dilengkapi dengan sistem aliran udara paksa dan beroperasi pada tekanan 210 psi (1.400 kPa); ketel-ketel ini menyuplai tenaga bagi dua rangkaian mesin ekspansi rangkap empat (quadruple-expansion) independen, masing-masing dengan empat silinder dan empat poros engkol, yang dibuat oleh Wallsend Slipway and Engineering Company, Ltd. dari Wallsend, Inggris, dengan ukuran silinder 26 inci (0,66 m), 37 inci (0,94 m), 53 inci (1,3 m), dan 76 inci (1,9 m), serta panjang langkah piston 54 inci (1,4 m). Daya mesin yang tersedia memungkinkan pencapaian kecepatan uji coba yang ditargetkan sebesar 15,5 knot (17,8 mil/jam; 28,7 km/jam).[10][6]

Carpathia memulai pelayaran perdana pada 5 Mei 1903 dengan melayani rute transatlantik dari Liverpool menuju Boston maupun sebaliknya.[8] Kemudian layanan kapal ini dipindahkan untuk melayani rute New York menuju kota-kota pesisir di Mediterania seperti Gibraltar, Aljir, Genova, Napoli, Trieste dan Fiume.[11][12]

Layanan awal dan renovasi

Meskipun tidak memiliki kecepatan maupun kemewahan luar biasa layaknya kapal penumpang cepat dan tidak menyediakan akomodasi kelas satu hingga tahun 1905, Carpathia dengan cepat dikenal sebagai kapal yang nyaman, terutama saat menghadapi cuaca buruk. Hal ini berkat rasio lebar terhadap panjang yang relatif besar, penggunaan bilge keel, serta minimnya getaran yang biasanya timbul pada mesin-mesin bertenaga besar. Carpathia menjadi populer di kalangan wisatawan maupun imigran. Selama musim panas, Carpathia beroperasi terutama antara Liverpool dan New York, sedangkan pada musim dingin, kapal ini berlayar dari New York menuju kawasan Mediterania.

Setelah Cunard menjalin kerja sama dengan Royal Hungarian Sea Navigation Company Adria pada tahun 1904, Carpathia ditugaskan untuk mengangkut para emigran Hungaria.[13][14] Akibatnya, Carpathia menjalani renovasi pada tahun 1905 yang meningkatkan kapasitasnya dari 1.700 menjadi 2.550 penumpang. Sebagian besar kabin kecil kelas tiga diubah menjadi ruang asrama bersama yang luas, sementara akomodasi kelas satu ditambahkan di area yang sebelumnya merupakan kelas dua. Pada tahun 1912, tonasenya telah meningkat menjadi 13.600 dan memiliki kapasitas 2.450 penumpang, yang terdiri dari 250 penumpang kelas satu dan dua, serta 2.200 penumpang kelas tiga. Pada tahun 1912, kapal ini memiliki awak sekitar 300 orang, termasuk 6 perwira. Kapal ini dilengkapi dengan 20 sekoci.[15]

Tenggelamnya RMS Titanic dan penyelamatan penyintas

250px-Capt._Arthur_H._Rostron%2C_R.D.%2C_R.N.R.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapten Arthur Rostron. Di bawah komandonya, Carpathia menanggapi pesan bahaya Titanic dan menyelamatkan para korban selamat.

Carpathia berangkat dari Kota New York pada 11 April 1912 menuju Fiume, Austria-Hungaria (sekarang Rijeka, Kroasia). Pada saat itu, Carpathia membawa sebanyak 240 awak kapal dimana seperempat awak kapal tersebut merupakan pelaut asal Kroasia. Kapal ini juga membawa 128 penumpang di kelas satu, 50 di kelas dua, dan 565 di kelas tiga. Di antara penumpangnya terdapat pelukis Amerika Colin Campbell Cooper dan istrinya.[16]

Pada tengah malam 14 April 1912, operator nirkabel Carpathia, Harold Cottam melewatkan banyak pesan termasuk pesan-pesan sebelumnya bersama Titanic, karena ia berada di atas anjungan saat itu. Setelah giliran jaganya berakhir setelah tengah malam dan hari berganti ke 15 April, Cottam sebenarnya ingin langsung beristirahat, namun Cottam selalu mendengarkan lalu lintas frekuensi radio sebelum ia mematikan perangkat nirkabelnya. Saat itu, ia mendengarkan lalu lintas radio dari Cape Cod, Massachusets, AS, ia terkejut setelah menerima sinyal bahaya dari Titanic dan membalas pesan darurat pada pukul 12.11. Saat itu Titanic mengirimkan pesan ke seluruh stasiun nirkabel di sekitarnya, bahwa kondisi kapal dalam keadaan darurat setelah menabrak gunung es dan perlu bantuan segera.[17]

Cottam membawa pesan yang berisi koordinat yang dikirim oleh Titanic ke anjungan dan melaporkannya ke perwira pertama, Horace Dean.[18] Bersama dengan Dean, Cottam bergegas menuju kabin Kapten Arthur Rostron yang saat itu sedang istirahat. Rostron pada awalnya menegur saat dibangunkan oleh Cottam namun begitu Cottam memberikan pesan dari Titanic, Rostron menyadari pesan tersebut sangat penting, ia langsung bertindak dan memberikan perintah untuk memutar haluan kapal ke lokasi yang telah diberikan Titanic. Rostron sempat menanyakan kepada Harold Cottam mengenai pesan tersebut apakah memang benar dari Titanic. Cottam mengatakan bahwa ia memang telah menerima sinyal bahaya dari Titanic, yang membutuhkan bantuan segera, dan Cottam memberikan posisi koordinat Titanic dengan mengatakan bahwa ia benar-benar yakin akan keseriusan pesan tersebut. Sambil berpakaian, Rostron menetapkan haluan menuju Titanic, dan memanggil kepala teknisi kapal dan menyuruhnya untuk memanggil regu jaga juru api lain dan berlayar secepat mungkin ke Titanic, karena kapal itu dalam masalah. Rostron kemudian bersaksi bahwa jarak ke Titanic adalah 58.22 mil laut (67,00 mil; 107,82 km), dan Carpathia membutuhkan waktu tiga setengah jam untuk sampai ke Titanic.[19]

Rostron memerintahkan agar pemanas dan air panas yang ada di atas kapal dimatikan untuk menghasilkan uap sebanyak mungkin bagi mesin, dan menempatkan pengawas tambahan untuk mengawasi keberadaan gunung es.[20][21] Rostron membangunkan semua awak kapal Carpathia termasuk juru masak kapal untuk membuat makanan dan minuman hangat, ia juga memerintahkan tiga dokter di atas kapal di mana salah satunya naik sebagai penumpang untuk menunggu di setiap ruang makan kapal untuk bersiap merawat para penyintas dari setiap kelas, dan untuk meletakkan selimut, tangga tali, dan karung surat di setiap pintu kapal untuk para penyintas. Joseph Zupichich, seorang pelayan, mengingat kapten mengatakan kepada awak kapal, "Kita dalam bahaya. Saya mempertaruhkan nyawa kalian. Titanic dalam masalah dan sedang tenggelam dan kita harus pergi membantu mereka.".[22] Di sisi lain, penumpang Carpathia yang sedang istirahat, mulai merasakan kapal bergerak dengan kecepatan yang tidak normal. Para awak kabin pun diminta untuk menenangkan para penumpang yang mulai merasa kapal seperti tidak normal. Beberapa penumpang yang sudah menyadari Carpathia akan menjemput penyintas mulai menyiapkan selimut, pakaian dan kabin mereka untuk membantu para penyintas.

330px-Groups_of_TITANIC_survivors_aboard_rescue_ship_CARPATHIA-_unidentified_group_on_deck_LCCN2002721379.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para penyintas Titanic berkumpul di dek bagian depan kapal.

Sementara itu, Cottam mengirim pesan kepada Titanic bahwa Carpathia akan datang secepat mungkin dan mereka memperkirakan akan mencapai lokasi tersebut dalam waktu empat jam. Cottam menahan diri untuk tidak mengirim sinyal lagi setelah ini, mencoba menjaga jaringan tetap bersih untuk sinyal bahaya Titanic.[23] Cottam menyadari sinyal dari Titanic semakin melemah dan pada pukul 2.05 dini hari, komunikasi antara Carpathia dan Titanic telah terputus total. Sejak saat itu Titanic tidak bisa dihubungi baik oleh Carpathia dan kapal-kapal lain termasuk RMS Olympic, Frankfurt dan Mount Temple.

250px-RMS_Carpathia_Medal_cropped_and_retouched.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Medali yang diberikan kepada anggota kru Carpathia atas penyelamatan para penyintas Titanic.

Carpathia berhasil mencapai tepi hamparan es pada pukul 2.45 pagi, dan selama dua jam berikutnya, Carpathia melakukan manuver untuk menghindari gunung es sementara bongkahan es yang lebih kecil terus menghantam lambung kapal.[23][19] Sekitar pukul 3 pagi, perwira yang sedang berjaga di anjungan melihat titik cahaya hijau di ujung cakrawala, awalnya pelaut Carpathia senang karena mengira cahaya tersebut merupakan lampu navigasi anjungan sisi kanan Titanic dan memiliki asumsi Titanic masih mengapung. Namun sekitar pukul 4 pagi, ketika Carpathia hampir tiba di lokasi titik koordinat yang dikirimkan oleh Titanic, mereka tidak menemukan apa pun selain hamparan gunung es di laut, alih-alih menemukan Titanic, mereka hanya menemukan beberapa sekoci yang terombang-ambing di tengah samudra. Setelah salah satu sekoci tersebut mendekati Carpathia, para awak kapal menyadari sekoci tersebut merupakan sekoci dari Titanic.

Carpathia tiba di lokasi bencana sekitar satu setengah jam setelah Titanic tenggelam. Perwira keempat Titanic, Joseph Boxhall menjadi awak Titanic pertama yang naik ke anjungan Carpathia. Saat itu ia ditanya "Dimana Titanic ?", Boxhall menjawab "hilang", seketika suasana di Carpathia berubah menjadi hening.[24] Selama empat setengah jam berikutnya, kapal tersebut menampung 712 korban selamat dari bencana Titanic.[25][26] Kapten Rostron memutuskan bahwa para penyintas harus diangkat ke atas kapal melalui pintu masuk antara dek yang terdekat dengan garis air dan menempatkan seorang dokter asal Hungaria, Árpád Lengyel di sana, karena ia memiliki pengalaman paramedis dan ditugaskan untuk melakukan diagnosis awal. Kepala ahli bedah Francis Edward "Frank" McGee membantu penumpang kelas satu, asisten ahli bedah Vittorio Risicato membantu penumpang kelas dua. Para penyintas diberi selimut dan kopi, lalu diantar oleh pelayan ke ruang makan. Yang lain pergi ke dek untuk mengamati lautan untuk mencari tanda-tanda orang yang mereka cintai. Sepanjang penyelamatan, penumpang Carpathia ' membantu dengan cara apa pun yang mereka bisa, menawarkan makanan hangat, minuman, selimut, akomodasi, dan kata-kata penghiburan. Pada pukul 9:00 pagi, penyintas terakhir telah dijemput dari sekoci, dan Rostron memberi perintah untuk berlayar menjauh dari daerah tersebut.[27]

250px-Capt._A.H._Rostron_LCCN2001704334.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapten Rostron (kiri) menerima piala perak dari penyintas Titanic, Margaret Brown (kanan) sebagai bentuk penghargaan Rostron atas usahanya untuk menjemput para penyintas

Setelah mempertimbangkan pilihan tempat untuk menurunkan penumpang, termasuk Azores (tujuan dengan biaya terendah bagi Cunard Line) dan Halifax (pelabuhan terdekat, meskipun berada di sepanjang rute yang dipenuhi es), Rostron berkonsultasi dengan Bruce Ismay, dan akhirnya memutuskan untuk menurunkan para penyintas di Kota New York, tujuan asli Titanic. Berita tentang bencana tersebut dengan cepat menyebar di darat, dan Carpathia menjadi pusat perhatian intens dari pers saat ia berlayar ke arah barat menuju New York dengan kecepatan rata-rata 14 knot. Ratusan pesan nirkabel dikirim dari Cape Race dan stasiun pantai lainnya yang ditujukan kepada Kapten Rostron dari kerabat penumpang Titanic dan jurnalis yang menuntut detail dengan imbalan uang.[23] Rostron memerintahkan agar tidak ada berita yang dikirim langsung ke pers, menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada kantor White Star karena Cottam memberikan detail kepada RMS Olympic. Pada hari Rabu, 17 April, kapal penjelajah ringan USS Chester mulai mengawal Carpathia ke New York. Operator nirkabel junior Titanic ' Harold Bride, telah membantu Cottam sejak Selasa malam, mengirimkan nama-nama penyintas kelas tiga ke Chester. Perjalanan Carpathia terhambat oleh badai petir dan kabut tebal sejak pagi hari Selasa 16 April, Carpathia akhirnya tiba di New York pada malam hari Kamis 18 April 1912 dalam hujan lebat.[28]

Carpathia berlabuh di dermaga White Star Line, Dermaga 59, dan menurunkan tiga belas sekoci Titanic sebelum melanjutkan ke dermaga Cunard, Dermaga 54, untuk menurunkan para penyintas yang tersisa.

Atas kerja penyelamatan mereka, awak kapal Carpathia dianugerahi beberapa medali oleh para penyintas. Anggota awak kapal dianugerahi medali perunggu, perwira medali perak, dan Kapten Rostron sebuah piala perak dan medali emas, yang diberikan oleh Margaret Brown. Rostron dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Raja George V, dan kemudian menjadi tamu Presiden William Howard Taft di Gedung Putih, di mana ia menerima Medali Emas Kongres, penghargaan tertinggi yang dapat diberikan Kongres Amerika Serikat kepada seorang individu.[29]

Perang dunia I

Selama Perang Dunia Pertama, Carpathia digunakan untuk mengangkut Pasukan Kanada dan Amerika ke Eropa.[30] Setidaknya beberapa pelayarannya dilakukan dalam konvoi, berlayar dari New York melalui Halifax ke Liverpool dan Glasgow.[31] Di antara penumpangnya selama tahun-tahun perang adalah Frank Buckles , yang kemudian menjadi veteran Amerika terakhir yang masih hidup dari Perang Besar. Beberapa waktu sebelum Maret 1918, seluruh kapal dicat dengan kamuflase.[32]

Tenggelam

osm-intl,5,52,-6.5,240x240.png?lang=id
Tentang OpenStreetMaps
Maps: ketentuan penggunaan
180km
112mil
Lokasi tenggelamnya Carpathia

Pada tanggal 15 Juli 1918, Carpathia berangkat dari Liverpool dalam konvoi menuju Boston, membawa 57 penumpang dan 166 awak kapal. Konvoi tersebut berlayar dengan jalur zig-zag bersama dengan kapal pengawal sesuai dengan prosedur untuk menghindari serangan kapal selam. Kapal pengawal meninggalkan konvoi pada pagi hari tanggal 17 Juli, dan konvoi tersebut terbagi menjadi dua. Carpathia melanjutkan perjalanan ke barat bersama enam kapal lainnya, dan sebagai kapal terbesar dalam konvoi, ia mengambil peran sebagai kapal komodor.[33][34]

Tiga setengah jam kemudian, pada pukul 9:15  pagi, saat berlayar di Southwest Approaches, sebuah torpedo terlihat mendekat di sisi kirinya. Mesin-mesin dihidupkan penuh ke belakang dan kemudi diputar keras ke kanan, tetapi sudah terlambat untuk menghindari torpedo tersebut. Carpathia ditorpedo di dekat palka No. 3 di sisi kiri oleh kapal selam Angkatan Laut Kekaisaran Jerman SM U-55, diikuti oleh torpedo kedua yang menembus ruang mesin, menewaskan tiga petugas stoker dan dua petugas pengatur mesin, dan secara efektif melumpuhkan kemampuannya untuk melarikan diri, karena mesin-mesinnya tidak dapat beroperasi akibat dampak torpedo kedua. Ledakan tersebut merusak peralatan Carpathia, termasuk peralatan radio nirkabel, serta dua sekoci penyelamat kapal. Akibatnya, Kapten William Prothero, yang memimpin Carpathia sejak tahun 1916, memberi isyarat kepada kapal-kapal lain dalam konvoi untuk mengirimkan pesan nirkabel dengan menggunakan bendera. Kemudian ia menembakkan roket untuk menarik perhatian kapal patroli di dekatnya. Konvoi yang tersisa berlayar dengan kecepatan penuh untuk menghindari kapal selam.[33]

330px-R.m.s_carpathia_Sinking.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal Carpathia tenggelam setelah dihantam oleh tiga torpedo yang ditembakkan oleh U-55.

Ketika Carpathia mulai tenggelam dan miring ke kiri, Prothero memberi perintah untuk meninggalkan kapal. Semua penumpang dan awak kapal yang selamat menaiki 11 sekoci penyelamat saat Carpathia tenggelam. Terdapat 218 orang yang selamat dari 223 orang di kapal. Saat penumpang dan awak kapal turun, Prothero, kepala perwira, perwira pertama dan kedua, serta para penembak tetap berada di kapal yang tenggelam, memastikan bahwa semua buku dan dokumen rahasia dibuang ke laut. Kapten kemudian memberi isyarat kepada salah satu sekoci penyelamat untuk mendekat, dan dia serta awak kapal yang tersisa meninggalkan kapal mereka. U-55 muncul ke permukaan dan menembakkan torpedo ketiga ke kapal di dekat ruang penembak, mengakibatkan ledakan besar yang menghancurkan Carpathia. U-55 mulai mendekati sekoci penyelamat ketika kapal selam kelas Azalea, HMS Snowdrop tiba di tempat kejadian dan mengusir kapal selam tersebut dengan tembakan sebelum menjemput para penyintas dari Carpathia sekitar pukul 13.00. Snowdrop tiba kembali di Liverpool dengan para penyintas pada malam tanggal 18 Juli.[35]

Carpathia tenggelam pada pukul 11:00  pagi di posisi yang dicatat oleh Snowdrop sebagai 49°25′N 10°25′W / 49.417°N 10.417°W / 49.417; -10.417, sekitar 1 jam 45 menit setelah serangan torpedo, dan sekitar 120 mi (190 km) barat Fastnet. Pada saat tenggelam, Carpathia adalah kapal uap Cunard kelima yang tenggelam dalam lima minggu, yang lainnya adalah Ascania , Ausonia, Dwinsk dan Valentia, sehingga hanya tersisa lima kapal Cunard yang masih mengapung dari armada besar sebelum perang.[35]

Referensi

  1. ↑ Ludowyke, Jay (2018). Carpathia: The Extraordinary Story of the Ship that Rescued the Survivors of the Titanic. Sydney, NSW: Hachette. hlm. 31–32. ISBN 978-0-7336-4067-4. OCLC 1024080123.
  2. ↑ N. R. P. Bonsor, North Atlantic Seaway, pp. 154–55, 1873.
  3. ↑ "thegreatoceanliners.com Saxonia (I) 1900–1925". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-03. Diakses tanggal 11 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "The Cunard S.S. "Carpathia"", The Syren and Shipping Illustrated, hlm. 250–255, 6 Mei 1903 – via Google Books{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 "A floating dock and a new Cunarder" (PDF), The Engineer, hlm. 136, 8 Agustus 1902 – via Grace's Guide to British Industrial History{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 4 5 Tikkanen, Amy (2 Agustus 2016), "Carpathia, ship", Encyclopædia Britannica, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-17, diakses tanggal 15 April 2017{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Launches at Newcastle". The Times. No. 36840. London. 7 Agustus 1902. p. 10.{{cite news}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |subscription=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 "The Cunard Steamer Carpathia". The Times. No. 37065. London. 27 April 1903. col F, p. 10.{{cite news}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |subscription=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 3 Tikkanen, Amy (2 Agustus 2016), "Carpathia, ship", Encyclopædia Britannica, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-17, diakses tanggal 15 April 2017{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 3 "SS Carpathia" (PDF), The Engineer, hlm. 157, 15 Agustus 1902, diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2016-03-04, diakses tanggal 15 April 2017 – via Grace's Guide to British Industrial History{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "(advertisement)". The Times. No. 37085. London. 20 Mei 1903. col B, p. 2.{{cite news}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |subscription=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "(advertisement)". The Times. No. 37267. London. 18 Desember 1903. col B, p. 2.{{cite news}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |subscription=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "100 éve történt (100 years ago)" (dalam bahasa Hungaria). Magyar Hajózásért Egyesület (Society for Hungarian Navigation). 12 April 2012. Diakses tanggal 1 Oktober 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Carpathia – az első mentőhajó 1. rész" [Carpathia, the first rescue ship − part 1]. National Geographic (Hungary) (dalam bahasa Hungaria). 12 April 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-10-02. Diakses tanggal 1 Oktober 2018.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "United States Senate Inquiry, Day 1, Testimony of Arthur H. Rostron, cont.", "Titanic" disaster, report of the Committee on Commerce, United States Senate, pursuant to S. Res. 283, directing the committee on commerce to investigate the causes leading to the wreck of the White Star liner "Titanic.", 19 April 2012, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-10-26, diakses tanggal 15 April 2017{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Dijana, Muškardin. Istarski mornari na brodu Carpathia(Istrian sailors on the ship Carpathia)(in Croatian) Histria : godišnjak Istarskog povijesnog društva = rivista della Società Storica Istriana, 2018, p. 185.
  17. ↑ "British Wreck Commissioner's Inquiry: Day 15, Testimony of Harold T. Cottam". Titanic Inquiry Project. 24 Mei 1912. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-05-20. Diakses tanggal 27 April 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Heath, Neil (20 Oktober 2013). "The reluctant hero who took the Titanic's distress call". BBC News. Nottingham. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-08-01. Diakses tanggal 11 Juli 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. 1 2 "United States Senate Inquiry, Day 1, Testimony of Arthur H. Rostron.", "Titanic" disaster, report of the Committee on Commerce, United States Senate, pursuant to S. Res. 283, directing the committee on commerce to investigate the causes leading to the wreck of the White Star liner "Titanic.", 19 April 2012, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-05-21, diakses tanggal 15 April 2017{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "RMS Carpathia Diarsipkan 16 May 2016 di Wayback Machine." Retrieved 8 May 2014
  21. ↑ Cimino, Eric (Musim gugur 2017). "Carpathia's Care for Titanic's Survivors". Voyage, Journal of the Titanic International Society. 101: 23–24. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-18. Diakses tanggal 31 Oktober 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ "Joseph Zupicich, 94, AIDED TITANIC VICTIMS". The Morning Call. April 14, 1987.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. 1 2 3 Bisset, James G. P. (1959). Tramps and Ladies: My Early Years in Steamers. New York: Criterion Books. hlm. 297.
  24. ↑ Oceanliner Designs (2024-04-18), How They Rescued Titanic's Passengers: Carpathia's Wild Dash, diakses tanggal 2026-07-14
  25. ↑ "United States Senate Inquiry, Day 1, Testimony of Arthur H. Rostron, cont.", "Titanic" disaster, report of the Committee on Commerce, United States Senate, pursuant to S. Res. 283, directing the committee on commerce to investigate the causes leading to the wreck of the White Star liner "Titanic.", 19 April 2012, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-25, diakses tanggal 15 April 2017{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "Titanic Inquiry Project". Titanic Inquiry Project. 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2007-12-13. Diakses tanggal 27 April 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ Cimino (Januari 2017). "Carpathia's Care". Voyage: Journal of the Titanic International Society: 25–27. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-18. Diakses tanggal 31 Oktober 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ "Testimony of Harold Bride". Titanic Inquiry Project. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-04-09. Diakses tanggal 15 Juli 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ "Congressional Gold Medal Recipients | US House of Representatives: History, Art & Archives". history.house.gov (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-01-17. Diakses tanggal 21 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ Official war diaries of CEF – 27 Batt. 15 May 1915
  31. ↑ Simmons, Perez; H. Davies, Alfred. Twentieth Engineers – France – 1917–1918–1919 (PDF). Portland, Oregon: Twentieth Engineers Publishing Association. Diakses tanggal 18 April 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ "THE WAY OF a SHIP ON THE SEA [Main Title]".
  33. 1 2 Ljungström, Henrik (Maret 2018). "Carpathia – TGOL". thegreatoceanliners.com.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ Frame, Chris (Maret 2023). "Carpathia – Chris Frame Official". chrisframeofficial.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. 1 2 "Carpathia sunk; 5 of crew killed;" (PDF), The New York Times, hlm. 4, 20 Juli 1918, diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-03-08, diakses tanggal 15 Juni 2018{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Tenggelam
Petugas geladak
Awak
Musikus
Penumpang
Korban tewas
Penyintas
Monumen
dan memorial
Australia
Britania Raya
Amerika Serikat
Budaya populer
(warisan budaya)
Buku
Film
Televisi
Teater
Musik
Permainan video
Museum
dan pameran
Tempat
Terkait
Kapal
Hukum
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan