Minggu, 25 Oktober 2026
08:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kaiserliche Marine

Kaiserliche Marine

Bagikan:
250px-Deutsches_Reich_Flaggen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera-bendera angkatan laut Kekaisaran Jerman

Kaiserliche Marine atau Angkatan Laut Kekaisaran Jerman berdiri setelah berdirinya Kekaisaran Jerman pada tahun 1871 dari Angkatan Laut Konfederasi Jerman Utara (bahasa Jerman:Marine des Norddeutschen Bundes). Penggunaan Kaiserliche Marine di angkatan laut diperkenalkan pada tanggal 1 Februari 1872 dan digunakan sampai akhir perang dunia pertama tahun 1918.

Nama kapal Kaiserliche Marine dimulai dengan S.M.S yang merupakan singkatan dari Seiner Majestät Schiff (kapal Paduka yang Mulia).

1890 sampai 1914

250px-Wd_b088.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelasi Kaiserliche Marine (1890)

Kaiserliche Marine memperoleh makna di bawah kaisar yang antusias terhadap armada angkatan laut dan industri persenjataan maritim pun muncul. Dengan selesainya Kanal Nord-Ostsee pada tahun 1895, perpindahan kekuatan laut antara Laut Utara dan Laut Timur dapat dilakukan dengan cepat.

Pada tahun 1889, struktur kepemimpinan mengalami perubahan[1] dan dibentuklah Dewan Angkatan Laut (Marinekabinett), Komando Tertinggi Angkatan Laut (Oberkommando der Marine) dan Reichsmarineamt. Pada 1898, parlemen (Reichstag) mengesahkan undang-undang baru tentang angkatan laut. Pada tahun 1899 Oberkommando digantikan dengan Admiralstab dan Kaisar menjadi Panglima Tertinggi (Oberbefehlhaber) kembali.

Kaiserliche Marine kemudian dilengkapi dengan sistem persenjataan baru, seperti: ranjau laut, torpedo, U-Boot (kapal selam), pesawat terbang dan kapal udara. Dengan adanya perubahan doktrin atas pertahanan dan pertempuran laut berdampak pada dibangunnya armada Hochsee (Hochseeflotte) dalam suatu perlombaan persenjataan dengan Inggeris.

Masalah besar yang ada pada Kaiserliche Marine sampai dengan akhir perang dunia pertama adalah kurangnya koordinasi internal.

Secara organisasi Hochseeflotte mulai awal abad ke-20 menjadi inti dari Kaiserliche Marine. Di samping itu terdapat juga Ostasiengeschwader, Mittelmeer-Division dan berbagai dinas darat, seperti pangkalan angkatan laut di Laut Utara dan Laut Timur.

Hochseeflotte

Sampai akhir abad-19, armada angkatan laut hanya aktif di musim panas. Di musim dingin kebanyakan dari kapal yang ada di masukkan ke dalam galangan. Di musim semi diaktifkan kembali dengan latihan besar-besaran supaya kapal-kapal menjadi siap untuk dipakai. Untuk maksud ini Kaiserliche Marine melakukan memusatkan latihan itu setiap tahun yang dipimpin oleh seorang Admiral. Pada tahun 1900 Übungsflotte (armada latih) berganti nama menjadi Schlachtflotte (armada tempur) dan pada 1906 menjadi Hochseeflotte. Adik sang kaisar, Prinz Heinrich, menjadi pimpinannya yang pertama.

Kekuatan Hochsee saat pecahnya perang pada bulan Augustus 1914:

250px-Hochseeflotte_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Große Kreuzer
Kategori Jumlah
Kapal perang14
Linienschiff22
Kapal pertahanan pantai8
Kapal penjelajah besar (kapal jelajah tempur)4
Kapal penjelajah berat (Panzerkreuzer)7
Kapal penjelajah ringan12
Kapal torpedo89
Kapal selam19

Pimpinan Hochseeflotte selama perang dunia pertama:

Catatan kaki

  1. ↑ Konrad Ehrensberger, 100 Jahre Organisation der deutschen Marine, Bonn 1993, ISBN 3-7637-5913-1

Rujukan

  • Dieter Jung: Die Schiffe der Kaiserlichen Marine 1914–1918 und ihr Verbleib, Bernard & Graefe Verlag, 2003, ISBN 3-7637-6247-7.
  • G. Beckmann, K.U. Keuble (Hrsg.): Alltag in der Kaiserlichen Marine um 1890. Die Bildmappe »Unsere Marine« von C.W. Allers. Berlin 1993, ISBN 3-89488-051-1.
  • Cord Eberspächer: Die deutsche Yangtse-Patrouille. Deutsche Kanonenbootpolitik in China im Zeitalter des Imperialismus 1900–1914. Bochum 2004, ISBN 3-89911-006-4.
  • Gerhard Wiechmann: Die preußisch-deutsche Marine in Lateinamerika 1866–1914. Eine Studie deutscher Kanonenbootpolitik. Bremen 2002, ISBN 3-89757-142-0.
  • Gerhard Wiechmann (Hg.): Vom Auslandsdienst in Mexiko zur Seeschlacht von Coronel. Kapitän Karl von Schönberg. Reisetagebuch 1913–1914, Bochum 2004, ISBN 3-89911-036-6, ISBN-13 978-3899110364.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Imperial German Navy.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan