Selasa, 03 November 2026
16:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Putri Wongchan dari Chiang Mai

Putri Wongchan dari Chiang Mai

Bagikan:
Wongchan Gajaseni
วงศ์จันทร์ คชเสนี
250px-%E0%B8%A7%E0%B8%87%E0%B8%A8%E0%B9%8C%E0%B8%88%E0%B8%B1%E0%B8%99%E0%B8%97%E0%B8%A3%E0%B9%8C_%E0%B8%84%E0%B8%8A%E0%B9%80%E0%B8%AA%E0%B8%99%E0%B8%B5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
LahirPutri Wongchan dari Chiang Mai
(1907-03-27)27 Maret 1907
Istana Raja, Bangkok, Siam
Meninggal2 Juli 1997(1997-07-02) (umur 90)
Bangkok, Thailand
Pemakaman29 Oktober 1997
AyahWongtawan, Pangeran Rajaputra dari Chiang Mai
IbuPutri Chanthon dari Chiang Mai
PasanganPathom Gajaseni
KeturunanPavitr Gajaseni
Vichandra Bunnag
WangsaNa Chiangmai
DinastiChet Ton
AgamaBuddha Theravada

Putri Wongchan dari Chiang Mai atau Wongchan Gajaseni (Thai: วงศ์จันทร์ คชเสนี; 27 Maret 1907 – 7 Februari 1997) adalah seorang perawat Thailand, putri Wongtawan, Pangeran Rajaputra dari Chiang Mai dan Putri Chanthon dari Chiang Mai, dan cucu Pangeran Kaew Nawarat, penguasa ke-9 dan terakhir Kerajaan Chiang Mai.[1] Lebih-lebih lagi, dia adalah cicit Putri Ubonwanna dari Chiang Mai melalui garis keturunan ibunya.[2]

Putri Wongchan meninggal dunia pada tanggal 2 Juli 1997, karena komplikasi akibat stroke yang dideritanya selama hampir 40 tahun sebelum kematiannya.

Biografi

Putri Wongchan lahir pada tanggal 27 Maret 1907, di kediaman Putri Dara Rasmi dari Chiang Mai, permaisuri Raja Chulalongkorn (Rama V dari Siam), di dalam Istana Raja (Bangkok). Kemudian, Putri Dara Rasmi memerintahkan Putri Buathip dari Chiang Mai untuk mengadopsi Putri Wongchan sebagai pengganti putrinya sendiri yang telah meninggal.[3] Putri Wongchan, jadi, pindah tinggal bersama Putri Buathip dan suaminya Muangchuen, Pangeran Rajapakinai dari Chiang Mai sejak saat itu.

Putri Wongchan lulus dari sekolah menengah atas di Akademi Dara di Provinsi Chiang Mai dan belajar keperawatan di Rumah Sakit McCormick.[4]

Putri Wongchan mulai bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit McCormick di Chiang Mai. Kemudian, selama Perang Prancis–Thailand, dia menjadi sukarelawan sebagai perawat di unit medis Palang Merah Thailand dan dianugerahi Medali Kemenangan. Kemudian, ia melamar pekerjaan sebagai perawat di Rumah Sakit Senarak dan berdonasi untuk mendukung kegiatan medis, pendidikan, keagamaan, serta pemeliharaan dan perbaikan bangunan di provinsi Chiang Mai.

Putri Wongchan menikah dengan Pathom Gajaseni dan mereka memiliki dua anak:

  1. Pavitr Gajaseni
  2. Vichandra Bunnag (nama gadis Gajaseni)

Putri Wongchan menderita kelumpuhan di sisi kanan otaknya selama lebih dari 36 tahun. Pada usia 84 tahun, ia menderita emfisema, patah pergelangan kaki yang membutuhkan operasi, dan meninggal dunia pada tanggal 2 Juli 1997 pukul 06.30 pagi. Jasadnya dikremasi di bawah perlindungan kerajaan Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX dari Thailand) dan Ratu Sirikit dari Thailand di Wat Makut, Bangkok pada tanggal 29 Oktober 1997.

Tanda Jasa

120px-Victory_Medal_-_Indochina_%28Thailand%29_ribbon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Medali Kemenangan dari Perang Prancis–Thailand

Silsilah

Silsilah Putri Wongchan dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
16. Maha Phrom Khamkhong, Pangeran Rajawongse dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
8. Inthawichayanon dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
17. Khamla dari Lampang
 
 
 
 
 
 
 
4. Kaew Nawarat dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
18. Noidee
 
 
 
 
 
 
 
9. Kiaw
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
19. Kabkaew
 
 
 
 
 
 
 
2. Wongtawan, Pangeran Rajaputra dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
20. Suriyakat, Pangeran Rajaputra dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
10. Panfah, Pangeran Rajapakinai dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
5. Chamariwong dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
22. Pangeran Moha Hpom dari kengtung
 
 
 
 
 
 
 
11. Putri Ruenkham dari Kengtung
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
23. Putri Saikaew dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
1. Putri Wongchan dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
6. Pangeran Singhkham dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
3. Putri Chanthon dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
14. Pangeran Mahawong dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
7. Putri Rossukhon dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
30. Kawilorot Suriyawong dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 
 
15. Putri Ubonwanna dari Chiang Mai[5]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
31. Usa dari Chiang Mai
 
 
 
 
 
 

Referensi

  1. ↑ คัมภีร์ คัมภีรญาณนนท์, นาวาอากาศเอก. เจ้านายฝ่ายเหนือ. Diarsipkan 2021-05-14 di Wayback Machine
  2. ↑ วงศ์จันทร์ คชเสนี. "บันทึกความทรงจำ". อนุสรณ์งานพระราชทานเพลิงศพ เจ้าวงศ์จันทร์ คชเสนี. วันที่ 29 ตุลาคม พ.ศ. 2540, หน้า 20
  3. ↑ อนุสรณ์งานพระราชทานเพลิงศพ เจ้าวงศ์จันทร์ คชเสนี. กรุงเทพฯ: ม.ป.พ. 2540. hlm. 17.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |year=
  4. ↑ อนุสรณ์งานพระราชทานเพลิงศพเจ้าวงศ์จันทร์ คชเสนี, กรุงเทพฯ : ม.ป.พ., 2540
  5. ↑ แม่เจ้าจามรี
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan