Rabu, 07 Oktober 2026
03:00 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Purun tikus

Purun tikus

Bagikan:
Purun tikus
250px-Eleocharis_dulcis_Blanco1.15.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelat botani menurut Blanco
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Monokotil
Klad:Komelinid
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
E. dulcis
Nama binomial
Eleocharis dulcis
Sinonim
Daftar
  • Andropogon dulcis Burm.f.
  • Carex tuberosa (Schult.) Blanco
  • Eleocharis austrocaledonica Vieill.
  • E. equisetina J.Presl & C.Presl
  • E. esculenta Vieill.
  • E. indica (Lour.) Druce
  • E. plantaginea (Retz.) Roem. & Schult.
  • E. plantagineiformis Tang & F.T.Wang
  • E. plantaginoidea W.Wight
  • E. plantaginoides (Rottb.) Domin
  • E. sphacelata Boeck.
  • E. tuberosa (Roxb.) Schult.
  • E. tumida (Roxb.) Schult.
Artikel takson sembarang

Purun tikus (Eleocharis dulcis) atau juga biasa disebut tikè atau cikè (Btw., Jw., Sd., Mly.), sengkuang cina (Mly. My), dan lo'-colo'an (Mdr.)[1][2] adalah sejenis rumput rawa dari famili Cyperaceae yang biasa dimakan umbinya.[3] Tumbuhan ini berasal dari Asia, Australia, Afrika tropis, dan berbagai pulau di Pasifik dan Samudra Hindia.[3][4]

Umbinya kecil bulat dan memiliki daging putih seperti bengkuang. Di Tiongkok, umbi tike jamak ditemui di berbagai kuliner, juga umbinya sering dimakan mentah, atau kadang-kadang dibuat manisan. Umbinya juga dapat ditumbuk untuk dijadikan tepung yang digunakan pula dalam masakan Asia Selatan.[5]

Jika dimakan mentah, sebaiknya di layukan dulu atau dicuci bersih, karena kemungkinan permukaan umbinya mengandung parasit fasciolopsis.[6]

Pemerian

Tumbuhan menahun berupa rumpun buluh dengan geragih, diujung akarnya terdapat umbi kecil. Rumpun tegak, hijau tua keabu-abuan, tinggi sekitar 15–60 cm, tebal 1,5–3 mm, silindris, halus mengkilap. Dengan selubung daun 2 atau 3, berwarna merah keunguan, atau coklat. Perbungaan spikelet hijau pucat, silindris, 1,5–4 cm × 6–7 mm, berbunga banyak.[3]

Biasanya ditemui tumbuh di rawa-rawa, paya-paya ataupun di bagian danau yang dangkal, dan juga biasa dibudidayakan di lahan basah.[3]

Kegunaan

Umbi tike biasa dipanen pada saat musim kemarau, ketika rawa-rawa sudah mengering, dan menyisakan daunnya yang kering dan umbinya di bawah tanah. Di Madura dan Indramayu,[7] umbinya biasa diolah menjadi emping, yang menjadi kegiatan produksi musiman yang hanya pada musim kemarau.[8] Emping ini dibuat dengan cara disangrai dahulu umbinya setelah dicuci bersih (boleh juga dikupas dahulu umbinya sebelum dicuci), lalu disaat masih panas langsung ditumbuk menjadi pipih. Setelah pipih, emping mentah dijemur di bawah terik matahari sampai kering. Setelah kering, emping mentah bisa langsung digoreng. Selain dibuat emping, umbinya juga biasa direbus atau dibakar sebagai camilan.[7]

Galeri

  • Umbi yang belum dikupas
    Umbi yang belum dikupas
  • Umbi yang sudah dikupas dan dijajakan
    Umbi yang sudah dikupas dan dijajakan
  • Ditanam di tepi kolam
    Ditanam di tepi kolam
  • Tegakan yang tumbuh di rawa
    Tegakan yang tumbuh di rawa
  • Malai bunga
    Malai bunga
  • Malai bunga yang sudah rontok dan belahan buluh
    Malai bunga yang sudah rontok dan belahan buluh
  • Rumpun yang tumbuh di antara teratai (Nymphaea sp.)
    Rumpun yang tumbuh di antara teratai (Nymphaea sp.)
  • Bagian bawah rumpun
    Bagian bawah rumpun

Referensi

  1. ↑ Chaer, Abdul (2009). Kamus dialek Jakarta (Edisi Ed. rev). Depok: Masup Jakarta. hlm. 184. ISBN 978-979-15706-7-1. OCLC 437055594.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Eleocharis dulcis (Chinese water chestnut)". www.cabi.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-05-09.
  3. 1 2 3 4 Flora of China, Vol. 23 Page 191, 荸荠 bi qi, Eleocharis dulcis (N. L. Burman) Trinius ex Henschel, Vita Rumphii. 186. 1833. efloras.org
  4. ↑ Kew World Checklist of Selected Plant Families. apps.kew.org
  5. ↑ "Water Chestnut flour". NDTV Food. Diakses tanggal 2020-05-09.
  6. ↑ Bhatti, H. S.; Malla, N; Mahajan, R. C.; Sehgal, R (2000). "Fasciolopslasis--a re-emerging infection in Azamgarh (Uttar Pradesh)". Indian Journal of Pathology & Microbiology. 43 (1): 73–6. PMID 12583425.
  7. 1 2 Bimo, Aryo (2020-07-10). "Melihat Produksi Emping Tike, Makanan Khas Indramayu". Kompas.tv. Diakses tanggal 2025-01-30.
  8. ↑ Setiawan, Eko (2016-10-04). "Umbi non Spesifik Madura (2): Etnobotani Tekkay (Eleocharis dulcis) pada Ekosistem Sawah Rawa sebagai Bahan Pangan di Pulau Madura". Rekayasa. 9 (2): 116–126. doi:10.21107/rekayasa.v9i2.3348. ISSN 2502-5325.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Eleocharis dulcis.
Eleocharis dulcis
Andropogon dulcis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan