Rabu, 21 Oktober 2026
11:06 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Pulsar Vela

Pulsar Vela

Pulsar multi-spektrum yang terkait dengan sisa supernova Vela

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang pulsar yang terkait dengan sisa supernova Vela. Untuk Sistem biner sinar-X bermassa tinggi, lihat Vela X-1.
330px-Vela_Pulsar_jet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pulsar Vela dan nebula angin pulsar yang mengelilinginya.

Pulsar Vela (PSR B0833-45 atau J0835-4510)[1] adalah salah satu sisa supernova tipe II dan pulsar radio yang berjarak sekitar 1.000 tahun cahaya di rasi bintang Vela.[2] Pulsar Vela merupakan pulsar paling terang yang diamati pada frekuensi radio yang berspektrum curam. Pulsar terletak dekat dengan pusat sisa supernova Nebula Vela.[3] Pulsar terbentuk 10.000 tahun yang lalu, setelah sebuah bintang masif runtuh mengalami ledakan besar yang meledakkan satu oktiliun ton puing dengan kecepatan tinggi.[4][5] PopSci melaporkan bahwa bintang itu relatif kecil, sekitar 12 mil. Pulsar tersebut berputar dengan periode rotasi lengkap lebih dari 11,2 detik dan menembakkan jet partikel dengan kecepatan 70% kecepatan cahaya.[6][7] Pulsar mengalami gangguan tetapi selama pengamatan mereka, para astronom memperhatikan bahwa bintang pada awalnya melambat segera sebelum gangguan tersebut.[8]

Diketahui bahwa pulsar memiliki jet yang sepanjang 2 menit busur atau 0,7 tahun cahaya.[9] Pulsar memiliki suhu permukaan rata-rata agak rendah T < 4.6x105 (D300/R14,2)2 K.[10] Kemudian data dari ROSAT memperoleh suhu Te∞ = (7,85 ± 0,25) x 105 K, yang menunjukkan pendinginan bintang, pendinginan neutrino cepat di bintang neutron ini.[11] Data Chandra yang baru, yang diperoleh dari Juni hingga September 2010, menunjukkan bahwa pulsar mungkin bergoyang perlahan, atau mengalami presesi, saat berputar, selain itu juga menunjukkan keberadaan atmosfer hidrogen. Periode presesi yang dianalogikan dengan goyangan pelan dari bagian atas yang berputar, diperkirakan sekitar 120 hari.[12][13] Salah satu penyebab presisi bintang neutron yang berputar adalah bahwa ia telah menjadi sedikit terdistorsi dan bukan lagi bola sempurna. Distorsi ini kemungkinan disebabkan oleh aksi gabungan dari rotasi cepat dan gangguan.[14] Pulsar Vela memiliki emisi sinar gamma tinggi yang menunjukkan variabilitas jangka panjang, dengan pemutusan spektrum pada sekitar 300 MeV.[15]

Gangguan

Pulsar Vela oleh Chandra.

Ditemukan oleh astronom Australia pada tahun 1968, Pulsar Vela mungkin yang paling terkenal. Pulsar mengalami gangguan sekitar sekali setiap tiga tahun dan tidak dapat diprediksi. Sebelum mengalami gangguan, bintang diketahui mengalami perlambatan. Ini adalah pertama kalinya fenomena perlambatan, tepat sebelum kecepatan, diketahui pada bulan Desember tahun 2016 oleh tim astronom Mount Pleasent Radio Observatory di Tasmania, Australia. Penelitian tersebut dipublikasikan di Nature oleh tim astronom yang dipimpin oleh Greg Ashnton dari Monash University, Australia.[8] Palfrayman dan rekannya menemukan bahwa bintang gangguan mulai berputar dari yang diamati sebelumnya, sebelum melambar ke keadaan akhir.[7] Data bersumber pada skala waktu yang diperoleh dari pengamatan antara Januari 2016 dan Februari 2018 pada frekuensi pusat 2256 MHz.[16]

Gangguan berlangsung selama 13 detik dan diperkirakan terjadi karena lapisan dalam yang bersentuhan dengan kerak bintang. Pengamatan yang tercatat selama gangguan ini dibandingkan dengan pengamatan gangguan lainnya dari tahun 2000 dan 2004. Perbedaan terbesar adalah pada proses perlambatan, tepat sebelum dipercepat. Jurnal penelitian Nature, mengusulkan bahwa perlambatan dapat memicu gangguan dengan menyebabkan jeda kritis antara inti superfluida dan kerak.[17] Ini terjadi ketika sup neutrino superfluida dalam kerak naik ke kerak luar bintang yang terpaku, menyebabkannya berputar cepat.[18] Kemungkinan lain adalah kuatnya medan magnet di sekitar pulsar yang memengaruhi jet.[12] Diperkirakan ada sekitar 9 gangguan yang tercatat sejak tahun 1985.[19] Para astronom masih belum mengetahui mengapa fenomena ini terjadi.[8]

Referensi

  1. ↑ Caraveo, P. A.; De Luca, A.; Mignani, R. P.; Bignami, G. F. (2001-11-10). "The Distance to the Vela Pulsar Gauged withHubble Space TelescopeParallax Observations". The Astrophysical Journal. 561 (2): 930–937. doi:10.1086/323377. ISSN 0004-637X.
  2. ↑ "ALMA Science Portal at ESO". almascience.eso.org. Diakses tanggal 2020-10-16.
  3. ↑ Lyne, Andrew; Graham-Smith, Francis; Graham-Smith, Sir Francis (2012-03). Pulsar Astronomy (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-1-107-01014-7.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ "Vela Pulsar". Universe Today (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-10-16.
  5. ↑ "Ultra-Dense Neutron Star Wobbles Like a Dying Top". Slate Magazine (dalam bahasa Inggris). 2013-01-08. Diakses tanggal 2020-10-16.
  6. ↑ "Vela Pulsar Video Shows Neutron Star Glowing Like 'Phantom Of The Opera' Mask In Space (PHOTOS)". m.huffpost.com. Diakses tanggal 2020-10-16.
  7. 1 2 "Glitch in Vela Pulsar Provides Unique Opportunity to Study Neutron Star's Interior | Astronomy | Sci-News.com". Breaking Science News | Sci-News.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-10-16.
  8. 1 2 3 "Astronomers Capture A 'Glitch' In Vela Pulsar". in.mashable.com. Diakses tanggal 2020-10-15.
  9. ↑ Durant, Martin; Kargaltsev, Oleg; Pavlov, George G.; Kropotina, Julia; Levenfish, Kseniya (2013-01-10). "THE HELICAL JET OF THE VELA PULSAR". The Astrophysical Journal. 763 (2): 72. doi:10.1088/0004-637x/763/2/72. ISSN 0004-637X.
  10. ↑ "ShieldSquare Captcha" (dalam bahasa Inggris). doi:10.1086/430269/meta.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  11. ↑ Ofengeim, Dmitry; Zyuzin, Dmitry (2018-07-30). "Thermal Spectrum and Neutrino Cooling Rate of the Vela Pulsar". Particles. 1 (1): 14. doi:10.3390/particles1010014. ISSN 2571-712X.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  12. 1 2 "New Chandra Video Shows the Vela Pulsar in Action – SciTechDaily". scitechdaily.com. Diakses tanggal 2020-10-16.
  13. ↑ Mori, K; Hailey, C. J; Paerels, F; Zane, S (2004-01-01). "XMM-Newton observations of the Vela pulsar". Advances in Space Research. High-Energy Studies of Supernova Remnants and Neutron Stars (dalam bahasa Inggris). 33 (4): 503–506. doi:10.1016/j.asr.2003.06.017. ISSN 0273-1177.
  14. ↑ "National Aeronautics and Space Administration (NASA)". Encyclopedia of Geography. 2455 Teller Road, Thousand Oaks California 91320 United States: SAGE Publications, Inc. ISBN 978-1-4129-5697-0.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  15. ↑ Grenier, I. A.; Hermsen, W.; Clear, J. (1988). "High energy gamma rays from the Vela pulsar: Long-term variability and energy distribution". AIP Conference Proceedings. AIP. doi:10.1063/1.37232.
  16. ↑ Xu, Y. H.; Yuan, J. P.; Lee, K. J.; Hao, L. F.; Wang, N.; Wang, M.; Yu, M.; Li, Z. X.; Yue, Y. L. (2019-01-15). "The 2016 glitch in the Vela pulsar". Astrophysics and Space Science (dalam bahasa Inggris). 364 (1): 11. doi:10.1007/s10509-019-3499-y. ISSN 1572-946X.
  17. ↑ Ashton, Gregory; Lasky, Paul D.; Graber, Vanessa; Palfreyman, Jim (2019-08-12). "Rotational evolution of the Vela pulsar during the 2016 glitch". Nature Astronomy. 3 (12): 1143–1148. doi:10.1038/s41550-019-0844-6. ISSN 2397-3366.
  18. ↑ Tian, Jun. "Studying the gamma-ray properties of glitching pulsars". The University of Hong Kong Libraries.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  19. ↑ Buchner, S.; Flanagan, C. (2008-02-27). "Glitches in the Vela Pulsar". AIP Conference Proceedings. 983 (1): 145–147. doi:10.1063/1.2900129. ISSN 0094-243X.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan