Minggu, 27 September 2026
18:45 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Puasa intermiten

Puasa intermiten merupakan salah satu dari berbagai jadwal waktu makan yang berputar antara puasa dan non-puasa selama periode tertentu.[1][2] Metode puasa intermiten antara lain puasa bergantian, puasa berkala, seperti diet 5:2, dan makan dengan batasan waktu harian. [1]

Puasa intermiten diteliti untuk mengetahui apakah puasa dapat mengurangi risiko penyakit terkait pola makan, seperti sindrom metabolik.[1][3][4][5] Tinjauan tahun 2019 menyimpulkan bahwa puasa intermiten dapat membantu mengatasi obesitas, resistensi insulin, dislipidemia, hipertensi, dan peradangan.[1] Berdasarkan bukti awal bahwa puasa intermiten umumnya aman.

Dampak buruk dari puasa intermiten belum diteliti secara komprehensif, sehingga beberapa akademisi menyebut risikonya sebagai pola makan.[6] National Institute on Aging menyatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikan puasa intermiten, dan menganjurkan untuk konsultasi layanan kesehatan tentang manfaat dan risikonya sebelum membuat perubahan signifikan pada pola makan seseorang. [7]

Intermittent fasting tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan ibu menyusui, anak-anak dan remaja dibawah usia 18 tahun, orang beresiko hipoglikemia, diabetes atau orang dengan penyakit kronis tertentu karena adanya efek samping yang berbeda-beda untuk setiap orang. Perlu adanya konsultasi dengan dokter apabila mengalami efek seperti sakit kepala, mual atau gejala lain setelah mencoba intermittent fasting.[8]

Puasa ada dalam berbagai praktik keagamaan, termasuk Buddha, Kristen, Hindu, Islam, Jainisme, dan Yudaisme[2][9][10]

Referensi

  1. 1 2 3 4 de Cabo R, Mattson MP (Desember 2019). "Effects of Intermittent Fasting on Health, Aging, and Disease". The New England Journal of Medicine. 381 (26): 2541–2551. doi:10.1056/NEJMra1905136. PMID 31881139. S2CID 209498984.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Patterson RE, Laughlin GA, LaCroix AZ, Hartman SJ, Natarajan L, Senger CM, Martínez ME, Villaseñor A, Sears DD, Marinac CR, Gallo LC (Agustus 2015). "Intermittent Fasting and Human Metabolic Health". Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics. 115 (8): 1203–12. doi:10.1016/j.jand.2015.02.018. PMC 4516560. PMID 25857868.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Cioffi I, Evangelista A, Ponzo V, Ciccone G, Soldati L, Santarpia L, Contaldo F, Pasanisi F, Ghigo E, Bo S (Desember 2018). "Intermittent versus continuous energy restriction on weight loss and cardiometabolic outcomes: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials". Journal of Translational Medicine (Systematic review). 16 (1): 371. doi:10.1186/s12967-018-1748-4. PMC 6304782. PMID 30583725.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Sainsbury A, Wood RE, Seimon RV, Hills AP, King NA, Gibson AA, Byrne NM (Desember 2018). "Rationale for novel intermittent dieting strategies to attenuate adaptive responses to energy restriction". Obesity Reviews. 19 (Suppl 1): 47–60. doi:10.1111/obr.12787. PMID 30511512. S2CID 54552826.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Harris L, Hamilton S, Azevedo LB, Olajide J, De Brún C, Waller G, Whittaker V, Sharp T, Lean M, Hankey C, Ells L (Februari 2018). "Intermittent fasting interventions for treatment of overweight and obesity in adults: a systematic review and meta-analysis" (PDF). JBI Database of Systematic Reviews and Implementation Reports. 16 (2): 507–547. doi:10.11124/JBISRIR-2016-003248. PMID 29419624. S2CID 46780578. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 30 Oktober 2019. Diakses tanggal 23 Oktober 2019.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Hart K (2018). "Chapter 4.6 Fad diets and fasting for weight loss in obesity.". Dalam Hankey C (ed.). Advanced nutrition and dietetics in obesity. Wiley. hlm. 177–182. ISBN 978-0-470-67076-7.
  7. ↑ "Calorie restriction and fasting diets: What do we know?". National Institute on Aging, US National Institutes of Health. 14 Agustus 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Oktober 2019. Diakses tanggal 29 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ helmyati (2022-04-07). "Mengenal Metode Intermittent Fasting". PKGM. Diakses tanggal 2024-05-20.
  9. ↑ Persynaki A, Karras S, Pichard C (Maret 2017). "Unraveling the metabolic health benefits of fasting related to religious beliefs: A narrative review". Nutrition. 35: 14–20. doi:10.1016/j.nut.2016.10.005. PMID 28241983.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Kannan S, Mahadevan S, Seshadri K, Sadacharan D, Velayutham K (2016). "Fasting practices in Tamil Nadu and their importance for patients with diabetes". Indian Journal of Endocrinology and Metabolism. 20 (6): 858–862. doi:10.4103/2230-8210.192921. PMC 5105573. PMID 27867892.

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan