Selasa, 13 Oktober 2026
00:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Protoceratops

Protoceratops

Bagikan:
Protoceratops
Rentang waktu: Kapur Akhir, (Kampanium) ~75–71 jtyl
250px-Protoceratops-skeleton.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak P. andrewsi yang dipajang di Pusat Dinosaurus Wyoming.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Klad: Dinosauria
Klad: †Ornithischia
Klad: †Neornithischia
Klad: †Ceratopsia
Klad: †Coronosauria
Famili: †Protoceratopsidae
Genus: †Protoceratops
Granger & Gregory, 1923
Spesies tipe
†Protoceratops andrewsi
Granger & Gregory, 1923
Other species
  • †P. hellenikorhinus
    Lambert et al., 2001
Artikel takson sembarang

Protoceratops (/ˌproʊtoʊˈsɛrətɒps/; terj. har. 'muka bertanduk pertama') adalah genus dari dinosaurus protoceratopsida kecil yang hidup di Asia kala Kapur Akhir, sekitar 75 hingga 71 juta tahun lalu. Genus Protoceratops mecakup dua spesies: P. andrewsi dan P. hellenikorhinus yang lebih besar. P. andrewsi dideskripsikan pada 1923 dari fosil yang ditemukan di Formasi Djadokhta, Mongolia, sementara spesies P. hellenikorhinus pada 2001 dari fosil yang ditemukan di Formasi Bayan Mandahu, Cina. Protoceratops awalnya diyakini sebagai leluhur dari ankylosaurid dan dan famili ceratopsia besar lainnya, seperti Triceratops dan kerabatnya hingga penemuan fosil protoceratopsida lainnya. Populasi P. andrewsi kemungkinan berevolusi menjadi Bagaceratops melalui anagenesis.

Protoceratops merupakan ceratopsia kecil, dengan panjang 2 - 2.5m dan berat 62 – 104 kg. Meski individu dewasa sebagian besar merupakan sebuah kuadruped, individu muda memiliki kemampuan untuk berjalan secara bipedal bila dibutuhkan. Mereka dicirikan dengan tengkorak yang besar secara proporsional, leher yang pendek dan kaku, dan memiliki jumbai leher, yang kemungkinan digunakan untuk peragaan (display) atau kompetisi intraspesifik, beserta dengan perlindungan untuk area leher dan tempat otot rahang menancap. Struktur mirip tanduk dapat ditemukan pada area di atas hidung, yang dapat bervariasi bentuk dan ukurannya pada setiap individu meski tidak ditemukan adanya bukti dari Dimorfisme seksual. Mereka juga memiliki paruh mirip burung beo di ujung rahang mereka. P. andrewsi memiliki sepasang gigi tumpul berbentuk silinder di dekat ujung rahng atas mereka. Kaki belakang mereka juga lebih panjang daripada kaki depan mereka. Kaki spesies ini lebar dengan empat jari yang memiliki ungual yang pipih dan berbentuk mirip sekop, yang berguna untuk menggali pasir. Sementara itu, ekornya memiliki struktur mirip layar, yang keungkinan digunakan untuk peragaan, berenang, atau metabolisme.

Protoceratops, seperti ceratopsia lainnya, merupakan sebuah herbivor dengan rahang yang menonjol dan gigi yang cocok untuk memotong tumbuhan dan material tanaman lainnya. Mereka dianggap hidup pada kelompok sosial dengan usia yang berbeda. Mereka kemungkinan menunjukkan perilaku parental. Mereka menelurkan telur bercangkang lembut, dan selama masa pendewasaan, tengkorak dan jumbai mereka mengalami pertumbuhan pesat. Protoceratops diburu oleh Velociraptor, dan satu spesimen yang luarbiasa (Dinosaurus Berkelahi) mengawetkan kedua spesies tersebut yang sedang berkelahi. Genus ini awalnya dianggap sebagai hewan nokturnal karena cincin sklerotik yang besar di sekitar matanya, tetapi bukti menunjukkan bahwa Protoceratops merupakan hewan katemeral (aktif pada saat matahari terbit dan tenggelam).

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan