Rabu, 28 Oktober 2026
21:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dinosaurus Berkelahi

Dinosaurus Berkelahi

Bagikan:
250px-Fighting_dinosaurs_%282%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cetakan dari spesimen Dinosaurus Berkelahi pada Museum Sains Kota Nagoya, Jepang.

Dinosaurus Berkelahi (Fighting Dinosaurs) adalah sebuah spesimen fosil yang ditemukan pada batuan Kapur Akhir di Formasi Djadokhta, Mongolia pada 1971. Spesmien tersebut mengawetkan individu Protoceratops andrewsi dan Velociraptor mongoliensis yang terperangkap pada posisi bertarung sekitar 80 juta tahun yang lalu. Spesimen fosil ini memberi bukti langsung mengenai perilaku pemangsaan pada dinosaurus non-burung. Spesimen ini memicup banyak debat mengenai bagaimana kedua hewan tersebut dapat terawetkan bersama

250px-%27Fighting_dinosaurs%27Tugrugeen_Shireh%2C_Gobi_Desert%2C_1971.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fosil asli dari Dinosaurus Berkelahi in situ, 1971.

dengan kelengkapan yang baik. Beberapa hipotesis sudah diusulkan, seperti skenario tenggelam, penguburan dalam waktu cepat karena badai pasir atau longsor pasir, atau dalam satu usulan, kedua hewan tersebut tidak terkubur secara bersamaan.[1]

Referensi

  1. ↑ Kielan-Jaworowska, Z.; Barsbold, R. (1972). "Narrative of the Polish-Mongolian Palaeontological Expeditions, 1967-1971" (PDF). Palaeontologia Polonica. 27: 1−12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan