Minggu, 08 November 2026
13:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Priapisme

Priapisme

Bagikan:
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
250px-Priapus_Fresco.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Priapus, ia tidak senang dengan ereksinya yang terlalu lama. Penggambaran Priapus dalam fresko.

Priapisme (bahasa Yunani:πριαπισμός, ereksi) adalah kondisi medis yang menyakitkan dan berpotensi bahaya karena penis berereksi dan tidak dapat kembali kepada keadaannya yang semula dalam waktu di bawah empat jam, walaupun rangsangan fisik atau psikologis sudah diberikan. Kasus ini digolongkan keadaan gawat darurat medis dan harus ditangani oleh seorang tenaga medis berpengalaman.

Penyebab

Penyebab priapisme masih belum diketahui dengan jelas namun melibatkan faktor-faktor pada sistem saraf dan sistem sirkulasi (pembuluh) yang rumit. Priapisme dapat berhubungan dengan aktivitas seksual yang lama, leukemia, Fabry's disease, kelainan haematologis (seperti penyakit sel sabit), penyakit serebrospinal (seperti sifilis), infeksi kelamin, cedera tulang punggung, atau pembengkakan (inflamasi) (Beers & Berkow, 1999). Priapisme dapat disebabkan oleh obat-obat seperti beberapa antidepresan (obat penenang), antihipertensi, antikoagulan dan kortikosteroid. Gejala ini dapat juga merupakan akibat penghentian penggunaan obat-obatan seperti heroin. Priapisme sering terjadi karena cedera tulang belakang atau trauma pada sumsum tulang belakang. Penyebab lain adalah konsentrasi selektif pada retina dalam gerakan yang berurutan yang menyebabkan darah mengalir ke bagian-bagian tubuh yang biasanya tidak dialiri darah untuk waktu yang lama.

Salah satu obat yang dapat menyebabkan priapisme adalah inhibitor fosphodiesterase type-5 (PDE5) seperti sildenafil ("Viagra"), tadalafil, dan vardenafil. Terapi disfungsi ereksi yang disuntik seperti alprostadil juga dapat menyebabkannya. Penenang trazodona juga telah dihubungkan dengan priapisme.

Komplikasi

Beberapa komplikasi meliputi iskemia, penggumpalan darah (trombosis) di penis, dan kerusakan pada pembuluh darah di penis yang dapat menyebabkan impotensi. Dalam kasus-kasus serius kondisi ini dapat menyebabkan gangren, yang kemudian harus ditangani dengan amputasi penis.

Pengobatan

Bila ereksi telah terjadi selama dua jam, terapi yang dianjurkan adalah pseudoefedrina 120 mg secara oral. Bila sudah empat jam, dianjurkan 120 mg pseudoephedrine lagi. (Therapeutic Guidelines, 2001)

Bila ereksi telah berjalan selama enam jam, seorang tenaga medis harus dihubungi. Terapi pada tahap ini meliputi aspirasi (penyedotan) darah dari corpus cavernosum dengan bius lokal. Bila belum cukup, aspirasi ini harus dilakukan dengan suntikan adrenalina sebagai adjuvant. (Therapeutic Guidelines, 2001)

Bila aspirasi gagal dan pengisian terjadi kembali, bedah bypass (surgical shunts) dicoba. Usaha untuk mengembalikan keadaan ke normal dengan mengalihkan darah dari corpora cavernosa yang mengeras/menegang ke corpus spongiosum (glans penis dan uretra). Langkah pertama dilakukan di bagian distal (ujung), diikuti dengan proksimal (pangkal).

Lain-lain

Nama gejala ini diambil dari Dewa Priapus, merujuk pada sifat dewa ini yang paling terkenal. Pada wanita keadaan ini dikenal sebagai klitorisme.

Lihat pula

Rujukan

  • Beers MH, Berkow R (Eds.) (1999). The Merck Manual of Diagnosis and Therapy (17 ed.). Whitehouse Station: Merck Research Laboratories. ISBN 0-911910-10-7
  • Therapeutic Guidelines Limited (2001). Therapeutic Guidelines: Endocrinology (2 ed.). North Melbourne: Therapeutic Guidelines Limited. ISSN 1327-9505
  • Priapism Primer: Priapism Diarsipkan 2013-10-17 di Wayback Machine

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan