Kamis, 24 September 2026
01:37 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Priapisme

Priapisme

60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
250px-Priapus_Fresco.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Priapus, ia tidak senang dengan ereksinya yang terlalu lama. Penggambaran Priapus dalam fresko.

Priapisme (bahasa Yunani:πριαπισμός, ereksi) adalah kondisi medis yang menyakitkan dan berpotensi bahaya karena penis berereksi dan tidak dapat kembali kepada keadaannya yang semula dalam waktu di bawah empat jam, walaupun rangsangan fisik atau psikologis sudah diberikan. Kasus ini digolongkan keadaan gawat darurat medis dan harus ditangani oleh seorang tenaga medis berpengalaman.

Penyebab

Penyebab priapisme masih belum diketahui dengan jelas namun melibatkan faktor-faktor pada sistem saraf dan sistem sirkulasi (pembuluh) yang rumit. Priapisme dapat berhubungan dengan aktivitas seksual yang lama, leukemia, Fabry's disease, kelainan haematologis (seperti penyakit sel sabit), penyakit serebrospinal (seperti sifilis), infeksi kelamin, cedera tulang punggung, atau pembengkakan (inflamasi) (Beers & Berkow, 1999). Priapisme dapat disebabkan oleh obat-obat seperti beberapa antidepresan (obat penenang), antihipertensi, antikoagulan dan kortikosteroid. Gejala ini dapat juga merupakan akibat penghentian penggunaan obat-obatan seperti heroin. Priapisme sering terjadi karena cedera tulang belakang atau trauma pada sumsum tulang belakang. Penyebab lain adalah konsentrasi selektif pada retina dalam gerakan yang berurutan yang menyebabkan darah mengalir ke bagian-bagian tubuh yang biasanya tidak dialiri darah untuk waktu yang lama.

Salah satu obat yang dapat menyebabkan priapisme adalah inhibitor fosphodiesterase type-5 (PDE5) seperti sildenafil ("Viagra"), tadalafil, dan vardenafil. Terapi disfungsi ereksi yang disuntik seperti alprostadil juga dapat menyebabkannya. Penenang trazodona juga telah dihubungkan dengan priapisme.

Komplikasi

Beberapa komplikasi meliputi iskemia, penggumpalan darah (trombosis) di penis, dan kerusakan pada pembuluh darah di penis yang dapat menyebabkan impotensi. Dalam kasus-kasus serius kondisi ini dapat menyebabkan gangren, yang kemudian harus ditangani dengan amputasi penis.

Pengobatan

Bila ereksi telah terjadi selama dua jam, terapi yang dianjurkan adalah pseudoefedrina 120 mg secara oral. Bila sudah empat jam, dianjurkan 120 mg pseudoephedrine lagi. (Therapeutic Guidelines, 2001)

Bila ereksi telah berjalan selama enam jam, seorang tenaga medis harus dihubungi. Terapi pada tahap ini meliputi aspirasi (penyedotan) darah dari corpus cavernosum dengan bius lokal. Bila belum cukup, aspirasi ini harus dilakukan dengan suntikan adrenalina sebagai adjuvant. (Therapeutic Guidelines, 2001)

Bila aspirasi gagal dan pengisian terjadi kembali, bedah bypass (surgical shunts) dicoba. Usaha untuk mengembalikan keadaan ke normal dengan mengalihkan darah dari corpora cavernosa yang mengeras/menegang ke corpus spongiosum (glans penis dan uretra). Langkah pertama dilakukan di bagian distal (ujung), diikuti dengan proksimal (pangkal).

Lain-lain

Nama gejala ini diambil dari Dewa Priapus, merujuk pada sifat dewa ini yang paling terkenal. Pada wanita keadaan ini dikenal sebagai klitorisme.

Lihat pula

Rujukan

  • Beers MH, Berkow R (Eds.) (1999). The Merck Manual of Diagnosis and Therapy (17 ed.). Whitehouse Station: Merck Research Laboratories. ISBN 0-911910-10-7
  • Therapeutic Guidelines Limited (2001). Therapeutic Guidelines: Endocrinology (2 ed.). North Melbourne: Therapeutic Guidelines Limited. ISSN 1327-9505
  • Priapism Primer: Priapism Diarsipkan 2013-10-17 di Wayback Machine.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan