Selasa, 03 November 2026
12:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Prefektur Shuntian

kota di Tiongkok

Bagikan:

Prefektur Shuntian adalah wilayah administratif Tiongkok selama dinasti Ming dan dinasti Qing, setara dengan Beijing, Republik Rakyat Tiongkok saat ini, tetapi dengan yurisdiksi wilayah prefektur yang berbeda. Istilah Shuntian fu merujuk pada yamen (kantor) pemerintah daerah di Tiongkok.

Evolusi

Selama Dinasti Yuan, "sirkuit" (setingkat county atau distrik tergantung era kekaisarannya) ibu kota kekaisaran disebut sirkuit Dadu (大都路; Dadulu) berada di bawah kendali Sekretariat Pusat (Zhongshu Sheng). Pada bulan ke delapan tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Hongwu dari dinasti Ming, Prefektur Shuntian berganti nama menjadi prefektur Beiping dan pada bulan ke sepuluh, prefektur Shuntian dikaitkan dengan provinsi Shandong. Bulan lunar pertama pada tahun pertama masa pemerintahan Kaisar Yongle, ibu kota dinamai Beijing dan prefekturnya disebut Shuntian.

Prefektur Shuntian banyak mengalami perubahan selama dinasti Qing dan baru pada 1743 pemerintahan Kaisar Qianlong menyelesaikan masalah mengenai perbatasan dan divisi administrasi, sehingga prefektur Shuntian dibagi menjadi empat subdivisi (路廳, luting) dan dua puluh empat county (縣, xian) subprefektur (州, zhou) yang berada di bawah magistrat kekaisaran (府尹, fuyin).

Pada 1910 dengan runtuhnya dinasti Qing, prefektur Shuntian perlahan-lahan dihapus pada tanggal 4 Oktober 1914 dan menjadi Wilayah Ibu Kota (京兆地方; Jīngzhào Dìfāng), kemudian dinamakan Kota Istimewa Beiping pada 20 Juni 1928. Sisa-sisa yamen Shuntian dapat ditemukan di Distrik Dongcheng, Beijing saat ini, tepatnya di Jalan Donggong (東公街).[1]

Referensi

  1. ↑ 孫文良 (1993). 中國官制史. Taipei: 文津出版社.


Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan