Jumat, 06 November 2026
21:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Parapat, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun

Parapat, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun

kelurahan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Rantau Prapat.
Untuk kegunaan lain, lihat Parapat (disambiguasi).
Kelurahan in Sumatera Utara, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Kelurahan in Sumatera Utara, Indonesia
Parapat
Kantor Lurah Parapat
Kantor Lurah Parapat
Koordinat: 2°39′28″N 98°56′21″E / 2.6578°N 98.9392°E / 2.6578; 98.9392
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenSimalungun
KecamatanGirsang Sipangan Bolon
Kodepos
21174
Kode Kemendagri12.08.16.1004 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS1209050003 Suntingan nilai di Wikidata
Luas15.002[1]
Jumlah penduduk9,138 jiwa (2021)[1]
Kepadatan577.00 jiwa/km2[1]
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Parapat%2C_Girsang_Sipangan_Bolon%2C_Simalungun&revid=29862976&groups=_07d2ec75fd45af39b093223563cab71b405c2ac7&parser=parsoid

Parapat adalah salah satu kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Kelurahan ini merupakan salah satu akses menuju ke Danau Toba dan Kabupaten Samosir berjarak sekitar 48 kilometer dari Kota Pematangsiantar. Kelurahan ini juga menjadi salah satu titik persinggahan penting dari Jalan Raya Lintas Sumatra bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang di Provinsi Sumatera Barat.[2]

Pemerintahan

Kelurahan Parapat terdiri dari Lingkungan:

  • Bangun Dolok
  • Buntu Pasir
  • Parapat
  • Pangasean
  • Sosorsaba

Pelabuhan

250px-Parapat-harbor_09N9196.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelabuhan Parapat.

Dari Parapat sendiri ada pelabuhan feri yang melayani perhubungan air ke Pulau Samosir tepatnya ke Pelabuhan Ajibata. Bila tidak melalui Parapat, maka untuk mencapai Pulau Samosir lewat perhubungan darat seseorang harus mengitari tepian Danau Toba sampai ke Pangururan karena di sana lah Pulau Samosir berhubungan dengan daratan Pulau Sumatera.

Parapat sangat terkenal dengan keindahan Danau Tobanya. Kelurahan ini menjadi objek wisata terkenal di Sumatera Utara. Bahkan, pada era 1990-an, tepatnya sebelum tahun 1997, kota ini menjadi destinasi favorit para turis-turis luar negeri, terutama berasal dari Belanda, Malaysia, Singapura, Jerman, Jepang, Korea, bahkan ada juga yang berasal dari Amerika. Namun, pada tahun 1997, terjadi gejolak krisis moneter yang membuat para turis menjadi enggan berwisata ke tempat ini. Meski demikian, masyarakat Parapat dan pemerintah berjuang untuk memajukan pariwisata Parapat.

Bila berkunjung ke Parapat, kita akan menemukan beberapa tempat yang bisa kita kunjungi. Rumah pengasingan mantan Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, ada di Parapat meski tidak banyak orang yang tahu keberadaannya. Ada juga beberapa kawasan tertentu di mana kita bisa berenang menikmati sejuknya air Danau Toba, seperti di daerah Pantai Kasih, Pantai Ujung, Batu Gantung dan beberapa kawasan lain disekitarnya. Sebagai informasi, masyarakat Parapat menyebut Pantai atau Pante untuk daerah yang memiliki pasir putih (dulunya; karena sekarang nyaris sulit menemukan pantai dengan pasir putih di pinggirannya). Selain berenang, Anda juga bisa menyewa speedboat atau sepeda air untuk menikmati pemandangan di sekitar Danau Toba, Parapat.

Untuk membeli oleh-oleh khas Parapat, Anda bisa membeli mangga dan kacang garing yang dimasak dengan menggunakan pasir. Jangan lupa juga mengunjungi beberapa kios suvenir yang menjual kerajinan-kerajinan khas Batak maupun khas Danau Toba, yang terletak di sekitar Jalan Haranggaol dan dekat kawasan pantai yang disebut di atas.

Demografi

Suku bangsa dan Latar Belakang

250px-Monumen_Partanda_Raja_Parapat_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monumen Partanda Raja Parapat di Kelurahan Parapat

Mayoritas penduduk Kelurahan Parapat adalah orang Batak Toba. Diwilayah ini dihuni sebagian bermarga Sinaga diikuti Sirait, Situmorang dan ada juga dari etnis Jawa dan Minang. Pada awalnya, daerah Parapat dipimpin oleh bermarga Sinaga yaitu Raja Oppu Joara Bulan Sinaga dan terakhir sebelum kemerdekaan Indonesia dipimpin oleh Raja Israel Sinaga. Bukti sejarah yang melekat akibat kekuasaan Sinaga di Parapat adalah Kompleks Pemakaman Sinaga di Parbiusan Parapat, dikompleks tersebut berdiri Tugu Hatoguan serta sejarah leluhur pemimpin Parapat pada awalnya. Lalu Gereja HKBP Parapat, Gereja Katolik Parapat dan Masjid Taqwa Parapat (ketiga rumah ibadah tersebut dapat berdiri karena diberikan tanahnya oleh Raja Israel Sinaga).

Agama

Mayoritas penduduk Kelurahan Parapat memeluk agama Kristen.

Agama di Kelurahan Parapat (2021)[3]
Agama Persen
Islam
  
20,08%
Kristen Protestan
  
66,27%
Kristen Katolik
  
13,26%
Hindu
  
0,01%
Buddha
  
0,38%
Konghucu
  
0,00%
Kepercayaan terhadap Tuhan YME
  
0,00%

Sarana Peribadatan

Di Kelurahan Parapat juga terdapat sarana ibadah yaitu delapan bangunan gereja, satu masjid, satu mushala, dan satu vihara, diantaranya:

Galeri

  • Gapura selamat datang di Kelurahan Parapat.
    Gapura selamat datang di Kelurahan Parapat.

Catatan

  1. ↑ Titik kordinat Gereja HKBP Bangun Dolok: 2°40′31″N 98°56′25″E / 2.6752534976540066°N 98.94014725190799°E / 2.6752534976540066; 98.94014725190799
  2. ↑ Titik kordinat Gereja GKPS Parapat: 2°39′34″N 98°56′27″E / 2.6594806356542007°N 98.9408148743622°E / 2.6594806356542007; 98.9408148743622
  3. ↑ Titik kordinat Gereja HKI Parapat: 2°39′55″N 98°56′49″E / 2.665255125107032°N 98.94685591634413°E / 2.665255125107032; 98.94685591634413
  4. ↑ Titik kordinat Gereja GBIS Parapat: 2°40′06″N 98°56′27″E / 2.6682657902038707°N 98.94089499045192°E / 2.6682657902038707; 98.94089499045192
  5. ↑ Titik kordinat Gereja GPI Parapat: 2°39′31″N 98°56′29″E / 2.658476149734132°N 98.94142572774994°E / 2.658476149734132; 98.94142572774994
  6. ↑ Titik kordinat Gereja GSJA Harvest Parapat: 2°40′11″N 98°56′43″E / 2.6697578836203713°N 98.94524662577739°E / 2.6697578836203713; 98.94524662577739
  7. ↑ Titik kordinat Gereja GSPDI Parapat: 2°39′48″N 98°57′01″E / 2.6633411302448002°N 98.95020855382543°E / 2.6633411302448002; 98.95020855382543
  8. ↑ Titik kordinat Masjid Raya Taqwa Parapat: 2°40′02″N 98°56′18″E / 2.6673005023310656°N 98.9382235775007°E / 2.6673005023310656; 98.9382235775007
  9. ↑ Titik kordinat Vihara Dharma Batama Graha Mahavira Parapat: 2°40′19″N 98°56′28″E / 2.6718736835464805°N 98.94098216143475°E / 2.6718736835464805; 98.94098216143475

Referensi

  1. 1 2 3 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 18 Agustus 2021.
  2. ↑ "Kunjungi Pembangunan Ruang Terbuka Pantai Bebas Parapat, Bupati: "Akan Dibuka untuk Umum Akhir Nopember" – .:: Pemkab Simalungun ::". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-26. Diakses tanggal 2021-10-26.
  3. ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 01 Agustus 2022. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Parapat.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kelurahan atau desa di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan