Jumat, 02 Oktober 2026
10:52 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah

Pramedikasi

Bagikan:

Premedikasi adalah pemberian obat sebelum induksi anesthesia dengan tujuan untuk melancarkan induksi, pemeliharaan dan pemulihan anestesia.[1] Kebanyakan orang yang pergi kerumah sakit untuk menjalani operasi atau pembedahan diberi pramedikasi untuk membuat mereka rileks sebelum dibawa masuk ke kamar operasi.[2] Pramedikasi diberikan pada penderita tepat sebelum operasi atau sebelum pemeriksaan lain, seperti sinar-x khusus, yang membutuhkan pembiusan..[2]

Pramedikasi memakai dua kelompok obat utama obat.[2] Pertama adalah obat opiate seperti fentanil, yang secara kimiawi terkait dengan morfin.[2] Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat, menekan kesadaran akan rasa sakit dan membuat penderita merasa senang dan santai.[2] Kelompok kedua mencakup senyawa seperti atropin dan skopolamin.[2] Ini serupa dengan substansi yang ada dalam tanaman mematikan, nightshade.[2] Obat ini bekerja pada perifer tubuh di ujung saraf tertentu, dan menyebabkan penurunan aktivitas kelenjar kecil yang melapisi mulut dan saluran udara, dan kelenjar ludah.[2] Sebelum obat-obatan ini dipakai secara rutin, penderita menghasilkan jumlah besar dalam mulutnya dan saluran udara untuk merespons efek iritasi dari bius yang dihirup.[2] Cairan ini menyebabkan masalah serius karena menghalangi saluran udara dan membuat penderita tercekik.[2] Obat penenang lain yang digunakan untuk pramedikasi adalah diazepam (valium) dan promazine (Sparine).[2] Obat pramedikasi biasanya diberikan melalui suntikan intramuskular sekitar satu jam sebelum operasi.[2] Obat kadang-kadang menghasikan efek samping yang tidk diinginkan.[2] Beberapa penderita yang mendapat opiate mungkin berhalusinasi.[2] Atropine dan senyawa terkaitnya dapat menyebabkan mulut kering yang tidak mengenakkan dan adakalanya ruam merah terang dileher dan dada, kendati ini akan hilang dalam beberapa jam.[2] Ada tiga tujuan utama pramedikasi:[2]

  1. untuk mengalihkan kecemasan pada penderita yang cemas dan ketakutan sebelum prosedur pembedahan;
  2. untuk mengurangi skresi yang normalnya dihasilnya dinding saluran udara dan kelenjar ludah sehingga tugas ahli anestesi menjadi lebih mudah dan lebih aman
  3. untuk mengurangi jumlah bius yang dibutuhkan pada bagian pertama operasi karena sudah diberikan obat pereda sakit

Rujukan

  1. ↑ "Obat premedikasi". Diakses tanggal 18 Juni 2014.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 David Arnot, dkk (2009). Pustaka Kesehatan Populer Mengenal Pemeriksaan Laboratorium, volume 8. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. hlm. 166.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan