Minggu, 04 Oktober 2026
12:23 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Pusat Polisi Militer Angkatan Darat

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat

Bagikan:
Pusat Polisi Militer Angkatan Darat
Lencana lengan bahu Polisi Militer Angkatan Darat(bahu kanan)
Lencana lengan bahu Polisi Militer Angkatan Darat
(bahu kanan)
Lambang Polisi Militer Angkatan Darat
Lambang Polisi Militer Angkatan Darat
NamaPM, Baret Biru, Anoraga
SingkatanPuspomad
MottoSatya Wira Wicaksana
("Setia, Ksatria, dan Bijaksana")
Ikhtisar lembaga
Dibentuk22 Juni 1946 (1946-06-22)
Struktur yurisdiksi
Wilayah hukumIndonesia
Jenis lembaga
Struktur operasional
Lembaga pengawasPusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia
Markas besarJalan Merdeka Timur No. 17, Jakarta Pusat 10110
Pejabat eksekutif
Lembaga indukTNI Angkatan Darat
Situs web
puspom.tni-ad.mil.id

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (disingkat Puspomad) merupakan salah satu fungsi teknis militer umum TNI Angkatan Darat dan bagian dari Puspom TNI yang berperan menyelenggarakan bantuan administrasi kepada satuan-satuan jajaran TNI AD sebagai perwujudan dan pembinaan melalui penyelenggara fungsi-fungsi Polisi Militer.

Tugas pokok

Tugas pokok TNI AD adalah menegakkan negara dan keutuhan wilayah darat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia di wilayah daratan dari segala ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut TNI AD menyelenggarakan fungsi-fungsi yang meliputi fungsi utama, fungsi organik militer, fungsi organik pembinaan, fungsi teknis militer, fungsi teknis militer khusus dan fungsi khusus.

Sejarah

Polisi Militer Angkatan Darat sama halnya dengan Kecabangan/Korps lain dijajaran TNI AD yang memiliki sejarah perjalanan Korps, kebanggaan Korps, jiwa Korps satuan, perjalanan sejarah Korps Polisi Militer (CPM) tidak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan dan sejarah TNI, lahirnya Korps Polisi Militer merupakan ide dari beberapa tokoh TKR yang mempunyai latar belakang hukum demi terciptanya disiplin di tubuh TKR.

Polisi Tentara sebagai Cikal Bakal berdirinya CPM

Saat Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk pada tanggal 5 Oktober 1945, belum tersedia perangkat hukum atau peraturan yang mengendalikan suatu organisasi bersenjata atau angkatan perang. Selain itu yang menjadi anggota TKR tersebut terdiri dari bermacam-macam warga yang mempunyai latar belakang berbeda dan tidak mengerti akan hakikat disiplin. Di samping pada waktu itu juga terbentuk organisasi pejuang bersenjata yang tidak terikat pada Komando Pusat, oleh karena itu pengaturan kelompok-kelompok bersenjata tersebut menjadi sukar, terlebih lagi pada saat itu sedang menghadapi kekuatan Belanda yang didahului Inggris untuk kembali menduduki Indonesia.

Dalam situasi tersebut timbul gagasan dari beberapa orang untuk mendirikan badan yang mengatur disiplin dikalangan organisasi bersenjata, umumnya mereka yang berpikiran demikian berlatar belakang penegakan hukum. Maka secara otonom di beberapa daerah mulai berdiri Polisi Tentara (PT) seperti di Aceh yang bermarkas di Kutaraja dengan kekutan 2 Kompi pasukan, demikian pula di Sumatera Utara didirikan satuan Polisi Tentara Sumatra Timur serta di Bengkulu juga dibentuk satuan Polisi Tentara pada resimen TKR Bengkulu. Sedangkan di pulau Jawa pada tanggal 26 September 1945 telah dibentuk satu Batalyon Polisi Tentara Divisi Jawa Barat, yang selain bertugas sebagai Badan Kepolisian dalam Divisi juga melakukan tugas-tugas pertempuran sesuai dengan kondisi perjuangan saat itu. Sehubungan suasana genting yang sangat memaksa, maka Markas Tertinggi TKR memandang perlu mengadakan suatu peraturan sementara di bidang Kepolisian Militer.

Untuk itu pada tanggal 8 Desember 1945, Markas Tertinggi TKR memberi petunjuk, agar tiap– tiap Divisi dibentuk Polisi Tentara, yang bertugas menyelidiki, mengusut, dan menuntut perkara–perkara dimuka Pengadilan Tentara, Divisi maupun Resimen TKR di Jawa dan Sumatra. Akhir Desember 1945, Musyawarah tingkat Markas Tertinggi TKR menetapkan pembentukan Markas Tertinggi Polisi Tentara (MTPT) dengan Komandan Kolonel Prabu Sunaryo. Kedudukan MTPT ini berdiri sendiri dan berada langsung di bawah Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Pada tahun 1946 bertempat di Salatiga diadakan rapat bersama antara pimpinan Penjelidik Masjarakat Oemoem (PMO) dan Polisi Tentara. Musyawarah bersama tersebut berhasil merumuskan pokok-pokok tugas dan organisasi Polisi Tentara serta secara aklamasi memilih Jenderal Mayor Santoso, Komandan PT Kediri sebagai Panglima Polisi Tentara, dengan wakilnya Kolonel Prabu Sunaryo. Menindak lanjuti hal tersebut, maka tanggal 22 Juni 1946 bertempat di alun-alun Yogyakarta, Presiden selaku Panglima Tertinggi meresmikan satuan Polisi Tentara setingkat Divisi dengan nama yang legendaris dan bersejarah Divisi Gajah Mada. Divisi ini membawahi 3 Resimen yaitu Resimen I (Jawa Barat), Resimen II (Jawa Tengah) dan Resimen III (Jawa Timur). Adapun tiap-tiap Resimen membawahi beberapa Batalyon dan tiap-tiap Batalyon membawahi beberapa Kompi-kompi dan Seksi-seksi dengan daerah penugasan yang pada umumnya menyerupai pembagian daerah administratif pemerintahan. Di samping itu juga dibentuk Batalyon Mobil Polisi Tentara. Setelah Divisi Gajah Mada diresmikan, maka segera pula dibentuk Markas Besar Polisi Tentara (MBPT) yang mengatur kebijaksanaan-kebijaksanaan mengenai tugas dan tanggung jawab Polisi Tentara secara keseluruhan.

Pembentukan Korps Polisi Militer (CPM)

Pada saat tumbuhnya organisasi Polisi Tentara, di pulau Jawa masih terdapat beberapa macam badan Kepolisian Tentara antara lain Polisi Tentara (PT), Polisi Tentara Laut (PTL) dan Pengawas TNI (PTNI). Angkatan Udara juga telah mempunyai badan kepolisian walaupun baru berupa Staf di tingkat pusat. Namun dia antara badan-badan kepolisian tentara tersebut, hanya Polisi Tentara yang yuridiksi dan wewenangnya diatur oleh Undang-Undang. Untuk menyatukan beberapa badan kepolisian tentara yang ada di pulau Jawa maka pada bulan Nopember 1947 mulai dilakukan berbagai pembicaraan antara Polisi Tentara dan badan-badan kepolisian tentara Lainnya.

Setelah melalui serangkaian pembicaraan, maka pada tanggal 20 Maret 1948 Wakil Presiden/Menteri Pertahanan Ad Interim mengeluarkan Penetapan Nomor A/113/1948 tentang penghapusan beberapa badan kepolisian tentara yang ada dan sebagai penggantinya dibentuk Corps Polisi Militer (CPM) dengan Komandan Sementara adalah Kepala Staf Angkatan Perang Komodor Udara Suryadarma, yang membawahi 2 (dua) Komando Corps Polisi Militer Jawa (CPMD) yang membawahi 3 Batalyon dan Corps Polisi Militer Sumatra (CPMS) yang membawahi 5 Batalyon.

Dinamika organisasi

Pada tanggal 31 Mei 1950, CPMD dan CPMS dihapus menjadi CPM dan Markas Besarnya yang semula bertempat di Yogyakarta dipindahkan ke Jakarta. Sejak itu nama Markas Komando Corps Polisi Militer diubah menjadi Markas Besar Polisi Militer. Enam bulan kemudian tepatnya pada tanggal 28 Nopember 1950 ditetapkan 7 (tujuh) Batalyon Polisi Militer di seluruh Indonesia. Selain itu dibentuk pula Batalyon Rajasa, yang merupakan Satuan Khusus CPM yang dapat digerakkan dalam waktu cepat. Pembenahan organisasi dan tugas-tugas terus dilanjutkan seiring dengan penyempurnaan organisasi TNI pada masa itu.

Sampai dengan keluarnya Keputusan Menhankam Panglima ABRI Nomor Kep/A/7/III/1971, tanggal 6 Maret 1971 dibentuklah organisasi Polisi Militer ABRI dan membawa dampak terhadap struktur organisasi Polisi Militer Angkatan Darat. Selanjutnya melalui Keputusan KSAD Nomor Kep/45/II/1972 tanggal 5 Februari 1972 ditetapkan organisasi Dinas Provost Angkatan Darat. Kemudian disusul dengan Keputusan Panglima ABRI Nomor Kep/04/P/II/1984 tanggal 4 Februari 1984 tentang Penyelenggaraan fungsi Kepolisian Militer di lingkungan ABRI dan Kepala Staf TNI AD Nomor Kep/11/XII/1984 tanggal 17 Desember 1984 tentang pencabutan organisasi Dinas Provost Angkatan Darat dan menetapkan menjadi organisasi Pusat Polisi Militer, yang pada saat itu mempunyai kewenangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya terhadap ke tiga (3) Matra (Matra Darat, Matra Laut, Matra Udara) dan Polri yang disebut Bina Tunggal.

Pada era reformasi, setelah berpisahnya Polri dari ABRI maka berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1/III/2004 tanggal 26 Maret 2004, Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Kepolisian Militer dilingkungan TNI dilaksanakan oleh Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD), Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL), dan Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) yang wewenang komando dan pengendalian operasional Kepolisian Militer berada pada Panglima TNI, dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Kepala Staf Angkatan masing – masing.

Di tingkat Mabes TNI sebagai pembantu dan penasihat utama Panglima TNI dalam bidang Kepolisian Militer dijabat oleh Perwira Tinggi TNI Bintang Dua, sebagai Perwira Staf Khusus Polisi Militer (Passuspom) yang dalam hal ini dijabat oleh Danpuspomad.

Tugas dan fungsi

Tugas

Polisi Militer TNI Angkatan Darat bertugas menyelenggarakan, penegakan disiplin, hukum dan tata tertib di lingkungan dan bagi kepentingan TNI Angkatan Darat dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat untuk menegakkan Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah darat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Fungsi

Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/49/XII/2006 tanggal 29 Desember 2006, Polisi Militer TNI Angkatan Darat menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

Fungsi Organik

  1. Pembinaan Kecabangan. Menyelenggarakan segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang berkenaan dengan penentuan kebijakan pembinaan organisasi, kesiapan satuan, penelitian dan pengembangan, pengembangan sistem dan prosedur pembinaan tradisi corps untuk mewujudkan kemampuan kesatuan Polisi Militer Angkatan Darat.
  2. Pembinaan Pendidikan dan Latihan. Menyelenggarakan segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan dilingkungan Kecabangan Polisi Militer, Pembinaan Provost Satuan dilingkungan TNI Angkatan Darat.

Fungsi Utama

  1. Penyelidikan dan Pengamanan Fisik (Lidpamfik). Menyelenggarakan segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan keterangan dalam rangka pengamanan VVIP, VIP TNI, Personel TNI AD, Materiil TNI AD dan Objek vital TNI AD.
  2. Penegakan Hukum (Gakkum). Menyelenggarakan segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang berkaitan dengan razia, patroli Polisi Militer, penegakan disiplin dan tata tertib, penyelenggaraan SIM TNI di lingkungan TNI AD dan pembinaan Provos.
  3. Penyidikan (Idik). Menyelenggarakan segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang berkaitan dengan penyelesaian perkara pidana, penyelidikan kriminal, pengurusan Tahanan Militer, Tahanan Keadaan Bahaya/Operasi Militer, Tawanan Perang, Interniran Perang dan Laboratorium Kriminalistik.
  4. Pengawalan (Wal). Menyelenggarakan segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang berkaitan dengan pengawalan bermotor VVIP, VIP TNI, Personel TNI AD, Materiil TNI AD dan kepentingan TNI AD lainnya, pengawalan istana dan pengendalian lalu lintas militer.

Tugas operasi yang dilaksanakan

250px-Indonesian_military_police.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Personel Polisi Militer Angkatan Darat TNI

Di samping melaksanakan tugas pokoknya Polisi Militer Angkatan Darat juga diberikan kepercayaan untuk melaksanakan tugas operasi dalam dan luar negeri, antara lain:

Dalam negeri

  1. Menghadapi Agresi Militer Belanda ke I tahun 1947 dan II tahun 1948 pada era perang kemerdekaan.
  2. Penumpasan pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948.
  3. Penumpasan pemberontakan DI/TII Kartosuwiryo 1949.
  4. Penumpasan Pemberontakan APRA tahun 1950.
  5. Penumpasan Pemberontakan Andi Azis tahun 1950.
  6. Penumpasan Pemberontakan RMS tahun 1950.
  7. Penumpasan Pemberontakan G 30 S/PKI 1965.
  8. Pembentukan Satgas Pomad untuk mengambil alih peranan Cakra Birawa dalam Tugas Pengawalan dan Pengamanan Presiden tahun 1966.
  9. Penumpasan Pemberontakan PGRS/PARAKU tahun 1967.
  10. Peristiwa Malari tahun 1974.
  11. Operasi Seroja tahun 1975.
  12. Penumpasan Gerakan pengacau Hasan Tiro tahun 1977
  13. Tugas Lingkungan Hidup (Operasi Ganesha) tahun 1982 di Sumsel.
  14. Pengamanan Era Reformasi tahun 1998.
  15. Operasi Satgaskum di Ambon tahun 2000.
  16. Operasi Koopslihkam dan Darurat Militer untuk menumpas Gerakan Aceh Merdeka tahun 2003-2005 di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
  17. Operasi Pengamanan Perbatasan di Atambua – NTT tahun 1999 – sekarang (Perbatasan RI- Timor Leste).
  18. Operasi Tinombala di Sulawesi Tengah tahun 2016
  19. Penumpasan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di Papua tahun 2018.

Luar negeri

  1. Misi UNOGIL di Libanon tahun 1958.
  2. Misi ONUC di Kongo tahun 1960-1963.
  3. Misi ICCS di Vietnam tahun 1973.
  4. Misi UNEF di Timteng tahun 1977-1979.
  5. Misi UNTAG di Namibia tahun 1989-1990.
  6. Seminar Internasional POM di Hawaii tahun 1987-1990
  7. Misi UNTAC di Kamboja tahun 1992.
  8. Misi UN di Kroasia, Serbia & Bosnia-Herzegovina tahun 1995- 1996.
  9. Misi UNOMIG di Georgia tahun 1995 - 1996.
  10. Misi UNMIS di Sudan tahun 2005.
  11. Tugas Pa Liasion, baik di Malaysia maupun di Markas Besar PBB di New York Amerika Serikat.
  12. Misi UNIFIL di Lebanon tahun 2006 s.d sekarang.

Komandan

Saat ini, Pusat Polisi Militer Angkatan Darat di pimpin oleh seorang Komandan Puspomad (Danpuspomad) yang berpangkat Mayor Jenderal TNI. Saat ini jabatan Danpuspomad Masih Lowong.

Berikut Daftar nama Pejabat Komandan Pusat Polisi Militer TNI dari awal pembentukan hingga sekarang:

  1. Jenderal Mayor TNI R. Santoso (1946—1948)
  2. Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma (1948)
  3. Kolonel Inf. Gatot Soebroto (1948—1949)
  4. Kolonel PM Ahmad Yunus Mokoginta (1949—1950)
  5. Letkol PM Siswondo Parman (1950—1953)
  6. Letkol PM M.J Prajogo (1953—1956)
  7. Kolonel Cpm Roeshan Roesli (1956—1961)
  8. Brigjen TNI R. Soedirgo (1961—1966)
  9. Brigjen TNI Soenarso (1966—1967)
  10. Brigjen TNI Ahmad Hafiluddin Djojoadikusumo (1967—1968)
  11. Mayjen TNI Suitdertus Soedarman (1968—1972)
  12. Brigjen TNI Moedjojo Soernowidjojo (1972—1975)
  13. Brigjen TNI Kartojo (1975—1978)
  14. Brigjen TNI W.R Samalo (1978—1983)
  15. Brigjen TNI Soebagjo Soekardjo (1983—1985)
  16. Brigjen TNI R. Sardjono (1985—1987)
  17. Brigjen TNI Hadi Baroto (1987—1992)
  18. Brigjen TNI Moch. M. Rachmat (1992—1997)
  19. Mayjen TNI Syamsu Djalal (1997—2000)
  20. Mayjen TNI Djasri Marin (2000—2002)
  21. Mayjen TNI Sulaiman AB (2002—2004)
  22. Mayjen TNI Ruchjan (2004—2006)
  23. Mayjen TNI Hendardji Soepandji (2006—2008)
  24. Mayjen TNI Subagdja Djiwapradja (2008—2010)
  25. Mayjen TNI Sutarno Supodo (2010—2011)
  26. Mayjen TNI Iran Saepudin (2011—2013)
  27. Mayjen TNI Unggul K. Yudoyono (2013—2015)[1]
  28. Mayjen TNI Dodik Wijanarko (2015)
  29. Mayjen TNI Dedy Iswanto (2015—2017)
  30. Mayjen TNI Rudi Yulianto (2017—2020)

Validasi organisasi Danpuspomad 120px-Iconletjen.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail[2]

  1. Letjen TNI Dodik Wijanarko (2020—2021)
  2. Letjen TNI Chandra W. Sukotjo (2021—2023)

Validasi organisasi Danpuspomad ⭐⭐ (Mayjen)

  1. Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, S.H. (2025—2026)
  2. Mayjen TNI Irsyad Hamdie Bey Anwar, MAFSC., M.H., CFrA. (2026—Sekarang)

Perwira tinggi Korps polisi militer

No Pangkat Nama Almamater Korps Jabatan Terakhir Ket
1 Letnan Jenderal TNI Ahmad Yunus Mokoginta Akademi Breda 1941 Polisi Militer Komandan SSKAD
2 Letnan Jenderal TNI Siswondo Parman PETA 1945 Polisi Militer Asintel Kasad Anumerta
3 Letnan Jenderal TNI Haeruddin Tasning PETA 1945 Polisi Militer Duta Besar RI untuk Singapura Anumerta
4 Letnan Jenderal TNI Norman Sasono Sekolah Kadet Malang (1945) Polisi Militer Pangdam V/Jayakarta
5 Letnan Jenderal TNI Tjokropranolo PETA 1946 Polisi Militer Sekretaris Militer Presiden RI
6 Letnan Jenderal TNI Jasril Jakub AMN 1965 Polisi Militer Sekretaris Militer Presiden RI
7 Letnan Jenderal TNI Dodik Wijanarko Akmil 1985 Polisi Militer Danpuspomad
8 Letnan Jenderal TNI Chandra Warsenanto Sukotjo Akmil 1988 Polisi Militer Danpuspomad

Daftar satuan

Satuan administrasi
No Nama satuan Alamat
1.Polisi Militer Kodam I/Bukit BarisanJl. Sena No. 7 Kota Medan
2.Polisi Militer Kodam II/SriwijayaJl. Merdeka No. 15 C Kota Palembang
3.Polisi Militer Kodam III/SiliwangiJl. Jawa No. 11 A Kota Bandung
4.Polisi Militer Kodam IV/DiponegoroJl. Yos Sudarso No. 1 Tawangsari, Kota Semarang
5.Polisi Militer Kodam V/BrawijayaJl. Kesatrian No. 41 Sawunggaling, Kota Surabaya
6.Polisi Militer Kodam VI/MulawarmanJl. Tanjungpura Kota Balikpapan
7.Polisi Militer Kodam IX/UdayanaJl. Raya Puputan Dauhpuri, Kota Denpasar
8.Polisi Militer Kodam XII/TanjungpuraJl. Rahadi Usman Kota Pontianak
9.Polisi Militer Kodam XIII/MerdekaJl. 14 Februari Teling Bawah, Kota Manado
10.Polisi Militer Kodam XIV/HasanuddinJl. Wolter Mongisidi No. 19 A Maricaya, Kota Makassar
11.Polisi Militer Kodam XV/PattimuraJl. Jend. Ahmad Yani Kota Ambon
12.Polisi Militer Kodam XVII/CenderawasihJl. Diponegoro No. 2 Gurabesi, Kota Jayapura
13.Polisi Militer Kodam XVIII/KasuariJl. Merdeka No. 26 Kota Manokwari
14.Polisi Militer Kodam XIX/Tuanku TambusaiJl. Jend. Ahmad Yani No. 22 Kota Pekanbaru
15.Polisi Militer Kodam XX/Tuanku Imam BonjolJl. Bundo Kanduang No. 6 Kota Padang
16.Polisi Militer Kodam XXI/Radin IntenJl. Basuki Rahmat No. 30 Kota Bandar Lampung
17.Polisi Militer Kodam XXII/Tambun BungaiJl. Ahmad Yani Kota Palangka Raya
18.Polisi Militer Kodam XXIII/Palaka WiraJl. Sultan Hasanuddin No. 24 Kota Palu
19.Polisi Militer Kodam XXIV/Mandala TrikoraJl. Raya Mandala No. 144 A Kabupaten Merauke
20.Polisi Militer Kodam JayakartaJl. Sultan Agung No. 33 Kota Jakarta Selatan
21.Polisi Militer Kodam Iskandar MudaJl. Sultan Iskandar Muda No. 7 Kota Banda Aceh
22.Polisi Militer KostradJl. Dharma Putra Raya No. 12 Kota Jakarta Selatan
Satuan pendukung
No Nama Markas Komando
1.Batalyon Polisi Militer Angkatan DaratJonggol, BogorPuspomad
2.Detasemen Polisi MiliterCijantung, Pasar Rebo, Jakarta TimurKopassus
Satuan pendidikan
No Nama Markas Komando
1.Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan DaratKota CimahiPuspomad

Referensi

  1. ↑ "Sebanyak 31 Pati TNI Dimutasi". September 10, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Ma'ruf, Irfan, ed. (11 April 2020). "Mutasi TNI, Danpuspomad Kini Dijabat Jenderal Bintang 3". www.inews.id. Diakses tanggal 22 Agustus 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Staf
Pimpinan
Pembantu Pimpinan
Pelayanan
120px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Komando Utama Pembinaan
Komando Utama Operasi
    • Kotama Ops
Komando Pembinaan Doktrin,Pendidikan dan Latihan
Badan Pelaksana Pusat
Pusat
Direktorat
Dinas Militer
Pendidikan
Ikon rintisan

Artikel bertopik Tentara Nasional Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan