Sabtu, 10 Oktober 2026
06:06 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Haeruddin Tasning

Haeruddin Tasning

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Haeruddin Tasning" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Haeruddin Tasning
Chaeruddin_Tasning.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Hertasning saat menjadi duta besar
Duta Besar Indonesia untuk Singapurake-9
Masa jabatan
1976–1978
PresidenSuharto
PendahuluRukmito Hendraningrat
PenggantiSudjatmiko
Duta Besar Indonesia untuk Australiake-10
Masa jabatan
1973–1976
PresidenSoeharto
PendahuluSujitno Sukirno
PenggantiNurmathias
Informasi pribadi
LahirChaeruddin Tasning Daeng Toro
(1922-12-19)19 Desember 1922
Meninggal1 Juli 1978(1978-07-01) (umur 55)
MakamTaman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
Suami/istriR.A. Madehara.
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabangTNI Angkatan Darat
Pangkat40px-21-TNI_Army-LG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Letnan Jenderal (Anumerta)
SatuanPolisi Militer (CPM)
Pangkat terakhirnya adalah Mayor Jenderal TNI, tetapi karena gugur dalam tugas, maka diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Letnan Jenderal TNI (Anumerta).

Haeruddin Tasning atau Haeruddin Tasning Daeng Toro yang populer dengan nama Hertasning (19 Desember 1922 – 1 Juli 1978) adalah seorang tokoh revolusioner asal Sulawesi Selatan. Ia lahir di Taeng, Pallangga, Gowa pada tanggal 19 Desember 1922 dan wafat di Bedugul, Bali pada bulan Juni 1978. Ia adalah putra kedua dari pasangan H. Tasning Daeng Muntu dan Hj. Bonto Daeng Kunjung. Sebagaimana adat istiadat suku Makassar, Haeruddin Tasning diberi nama Paddaengang yaitu Daeng Toro, sebagaimana yang dipakai oleh kedua orang tuanya yaitu Daeng Muntu (ayah) dan Daeng Kunjung (ibu).

Masa sekolah

Hertasning menghabiskan masa kecilnya disebuah Kampung yang bernama Parang Tambung. Hertasning bersekolah di SD Jongaya pada tahun 1929. Setelah tamat Sekolah dasar, Hertasning pun melanjutkan ke Shakel School yang kini setara dengan Pendidikan Sekolah menengah pertama. Setelah itu Hertasning melanjutkan Sekolah menengah atas (SMA) di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (Mulo- Makassar), sebuah sekolah yang dibangun pada 1927 oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Pada saat menimba ilmu di sekolah menengah atas, Hertasning muda menumpang di rumah seorang saudagar kayu yang bernama H. Badong yang tinggal di Jl. Latimojong, Kota Makassar, karena keluarga Hertasning hijrah ke kampung di pinggiran Kota Sungguminasa bernama Kampung Taeng, Pallangga, Gowa.

Merantau ke Jawa

Setelah menampatkan sekolah SMA pada tahun 1942, Hertasning merantau ke Bogor, Jawa Barat dan terdaftar sebagai Mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB Bogor). Ia bercita-cita untuk memajukan sektor pertanian di kampung halamannya. Sayangnya cita-cita tersebut harus putus ditengah jalan karena kondisi keamanan pada waktu itu tidak memungkinkan.

Pada saat pecah perang gerilya dan usaha-usaha pemuda dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, Hertasning ikut bersama pemuda-pemuda Sulawesi Selatan lainnya antara lain Abdul Kahar Muzakkar, Andi Ahmad Rivai dan Andi Mattalatta bergerilya dan bergabung dengan pasukan Jenderal Soedirman di Klaten, Jawa Tengah.

Keluarga

Di medan peperangan di Yogyakarta, Hertasning muda berkenalan dengan seorang wanita ayu yang membantu merawat para Pejuang yang terluka yang bernama R.A. Madehara.

Madehara adalah putri Seorang Pejabat di Solo yang bernama Raden Sugeng Persiswoyo. Mereka pun menikah pada tahun 1948 yang kemudian dikarunia empat orang anak, 3 putra dan 1 putri.

Salah satu saudari perempuan Letjen. Haeruddin Tasaning Daeng Toro bernama Hj. Balobo Tasning daeng Ngugi mempunyai suami bernama H.Alauddin Karaeng Ngemba sebagai pemangku Anrong Guru Taeng. Dari pernikahan Karaeng Ngemba dan Balobo Tasning melahirkan H. Abdul Muin Karaeng Muntu, Abdul Muin memperistrikan Siti Rukiyah, dari pasangan ini melahirkan Ir. Darmawangsyah Muin, ST. M.Si seorang Politikus Sekretaris Umum DPD Gerindra Sulawesi Selatan, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan. Darmawangsah Muin juga sebagai pemangku Adat Anrong Guru Taeng atau dikenal juga dengan nama Bali Empona Kesultanan Gowa memiliki tugas sebagai dewan pertimbangan, yang dijabat sejak Agustus 2018 silam.

Tokoh Revolusi

Karena keterlibatannya dalam perjuangan bersama TNI atau Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) di Makassar Pasca-Kemerdekaan membuatnya berjasa dalam perjuangan meraih kemerdekaan. Mayor Jenderal A.H. Nasution selaku pemimpin TNI saat itu, menginginkan anggota pasukan militer yang profesional dan tidak sekadar berjasa dalam perjuangan meraih kemerdekaan, melantik Hertasning sebagai anggota TNI.

Karier

Kematian

250px-Haeruddin_Daeng_Toro_-_TMP_Kalibata_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Haeruddin Tasning Daeng Toro di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Pada tanggal 1 Juli 1978, mereka mengadakan perjalanan menaiki helikopter Bell 205 milik TNI AD dengan dikemudikan pilot Letnan Kolonel CPN Tiksno Sugito, yang ternyata dalam perjalanan jatuh di Bedugul, Bali. Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh 2 penumpang dan 2 pilot, termasuk Duta Besar RI untuk Singapura Mayjen TNI Haeruddin Tasning.[1]

Penghargaan

Diabadikan sebagai nama jalan di kota Makassar bernama Jl. Letjen Hertasning, di Kecamatan Rappocini, Makassar.

Referensi

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan