Minggu, 20 September 2026
09:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Polisemi

Polisemi adalah relasi makna antarkata yang sering digunakan dalam beberapa kalimat atau konteks yang berbeda, atau suatu makna yang memiliki makna lebih dari satu. Misalnya kata mata yang digunakan untuk beberapa frasa atau kata majemuk misalnya mata rantai, mata kaki, dan mata pencaharian. Pola polisemi ini menunjukkan bahwa sebuah kata bisa mempunyai dua relasi makna atau lebih yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus diikutkan atau mengikuti kata lain.[1] Polisemi merupakan salah satu kajian dalam cabang linguistik kognitif yaitu semantik kognitif. Kata polisemi berasal dari bahasa Yunani pulosemous yang merupakan gabungan dan leksem poly yang berarti banyak dan sema yang berarti tanda. Polisemi merupakan satu leksem yang memiliki variasi makna yang sang terkait. Istilah polisemi pertama diperkenalkan oleh Breal pada tahun 1897 sebagai kajian pendorong utama dalam ilmu semantik. Polisemi adalah poros dalam analisis semantik yang tak pernah sepi dikaji oleh teori-teori linguistik yang bakembang, seperti teori struktural, transformasi-generatif, hingga teori kognitif.[2] Makna yang banyak dari sebuah kata yang polisemi itu masih ada sangkut pautnya dengan makna asal, karena dijabarkan dari komponen makna yang ada pada makna asal kata tersebut. Dalam kamus, kata yang polisemi didaftarkan sebagai entri mandiri yang memiliki makna tersendiri pula.[3]

Bentuk

Menurut Nur Umama Chumairoh dan Hendra Cahya Permana, Gorys Keraf membagi kelas kata berpolisemi atas tiga jenis, yakni polisemi verba, polisemi nomina (kata benda), dan polisemi adjektiva (kata sifat). Polisemi verba (kata kerja) seperti membantu, menulis, atau membaca. Polisemi nomina (kata benda) seperti binatang, batu, kayu, roti, sekolah, atau guru. Polisemi adjektiva (kata sifat) seperti cantik, besar, panjang, dan luas.[4]

Berbentuk kata dasar

Kata dasar yaitu kata yang belum diberi imbuhan atau belum mengalami proses morfologi lainnya. Polisemi yang berbentuk kata dasar adalah kata yang sama, memiliki makna lebih dari satu dan belum mendapatkan imbuhan apapun. Contohnya kata kepala, untuk frasa kepala keluarga dan kepala badan pusat statistik.[5]

Berbentuk kata turunan

Kata turunan yang berpolisemi bisa terdapat dalam kata yang sudah berimbuhan, kata ulang dan kata majemuk.[5]

Kata berafiks (Imbuhan)

Kata berpolisemi yang sudah dimasukkan imbuhan awalan, sisipan, akhiran dan gabungan antara awalan dan akhiran. Contohnya adalah kata mendorong dalam kalimat Pemerintah akan mendorong pemberantasan korupsi dan Kementrian Ekonomi dan Perdagangan akan mendorong harga supaya stabil.[5]

Kata ulang

Kata yang polisemi tapi dalam bentuk kata ulang murni, kata ulang berubah bunyi, kata ulang sebagian dan kata ulang berimbuhan. Contohnya dalam kata langit-langit. Kalimat pertama langit-langit rumahku bocor dan langit-langit siang ini berwarna biru cerah.[5]

Kata Majemuk

Kata majemuk berpolisemi adalah gabungan leksem dengan leksem yang seluruhnya berstatus sebagai kata yang mempunyai pola fonologis, gramatikal, dan semantis yang khusus menurut kaidah bahasa yang bersangkutan.[5]

Langkah analisis

  • Pemilahan makna yang terdapat dalam kata berpolisemi.
  • Penentuan makna dasar dari kata berpolisemi (prototipe).
  • Deskripsi hubungan antar makna dalam bentuk struktur polisemi.[6]

Rujukan

  1. Yusri; R, Mantasiah (2020-07-01). Linguistik Mikro (Kajian Internal Bahasa Dan Penerapannya). Sleman: Deepublish. hlm. 92. ISBN 978-623-02-1314-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Prayuda (2015-05-20). Linguistik Kognitif; Teori dan Praktik: Prayudha, MA. Sleman: Diandra Pustaka Indonesia. hlm. 15. ISBN 978-602-1612-28-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Nugraheni, Aninditya Sri (2019-02-01). Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif. Jakarta: Prenada Media. hlm. 65. ISBN 978-602-422-807-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Chumairoh, Umama; Permana, Hendra (2023-09-13). "Polisemi Dalam Media Online Di CNN Arabic". `A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab. 12 (2): 337. doi:10.31314/ajamiy.12.2.337-346.2023. ISSN 2657-2206.
  5. 1 2 3 4 5 Pasangio, Satria (2019-05-14). "Penggunaan Kata Bepolisemi pada Surat Kabar Harian Mercusuar". Bahasa dan Sastra (dalam bahasa Inggris). 5 (4): 18–19. ISSN 2302-2043.
  6. Riani, Rosalina Wahyu (Juni 2019). "Analisis Makna Kata Hana dan Bunga Sebagai Polisemi (Kajian Linguistik Kognitif)". Philosphica. 2 (1): 26. ISSN 2655-5662. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-13. Diakses tanggal 2021-01-31.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan