Senin, 21 September 2026
01:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Virus polio

Virus polio

virus entero manusia

Poliovirus
Mikrograf TEM virion poliovirus. Skala 50 nm.
Mikrograf TEM virion poliovirus. Batang skala (putih): 50 nm
Kapsid poliovirus tipe 3 diwarnai berdasarkan rantai
Kapsid poliovirus tipe 3, rantai samping protein diwarnai
Klasifikasi virus Sunting klasifikasi ini
(tanpa takson): Virus
Dunia: Riboviria
Kerajaan: Orthornavirae
Filum: Pisuviricota
Kelas: Pisoniviricetes
Ordo: Picornavirales
Famili: Picornaviridae
Genus: Enterovirus
Spesies:
Virus:
Poliovirus
Serotipe

Virus polio adalah virus yang termasuk dalam genus Enterovirus C dan famili Picornaviridae. Virus polio merupakan penyebab penyakit poliomielitis.[1]

Virus ini memiliki diameter ~30 nm, tahan pada keadaan asam (pH 3 atau lebih rendah), dan berbentuk ekosahedral.[1] Virion (partikel penyusun) virus polio terdiri dari empat protein kapsid yang berbeda, disebut VP1, VP2, VP3, dan VP4. Genom (materi genetik) dari virus polio terdiri dari RNA untai tunggal positif (+) yang berukuran 7441 nukleotida.[1]

Polio virus pertama kali diisolasikan pada tahun 1909 oleh Karl Landsteiner dan Erwin Popper. Pada tahun 1981, genom virus polio diterbitkan oleh dua tim riset berbeda — oleh Vincent Racaniello dan David Baltimore dari MIT,[2] dan oleh Naomi Kitamura dan Eckard Wimmer dari Universitas Stony Brook.[3]

Virus polio diklasifikasikan menjadi tiga golongan berdasarkan sifat antigenik dari struktur protein penyusunnya.[4] Virus ini menyebar melalui kontaminasi tinja pada makanan ataupun pasokan air.[4] Untuk bereplikasi, genom virus akan masuk ke dalam sel inang melalui endositosis sementara partikel virus lainnya dibuang.[4] Reseptor untuk pengikatan virus ini terletak pada epitelium usus manusia.[4] Apabila virus ini telah berhasil menginfeksi usus maka dapat terjadi kerusakan jaringan dan mengakibatkan diare.[4]

Siklus Replikasi

Virus polio masuk sel manusia melalui ikatan dengan reseptor mirip imunoglobulin, CD155 (juga dikenal sepagai reseptor virus polio atau PVR) di permukaan sel.[5][6] Interaksi antara virus polio dengan CD155 membuat perubahan konformasi partikel virus yang tidak bisa dibalik. Perubahan konformasi ini diperlukan supaya virus bisa memasuki sel.

Terlampir dengan sel membran milik inang, pemasukan virus asam nukleat dianggap terjadi melalui satu dari dua cara — melalui pembuatan pori di membran plasma, di mana RNA memasuki sitoplasma atau virus itu diserap melalui endositosis yang dibantu oleh reseptor.

Bukti eksperimental terbaru mendukung hipotesis bahwa virus polio yang berikatan dengan CD155 diserap melalui endositosis. Setelah partikel virus masuk, RNA virus dilepaskan.

Karena virus polio adalah virus RNA untai tunggal positif, genom yang dilepaskan bisa langsung dipakai sebagai RNA duta yang selanjutnya ditranslasikan. Saat masuk, virus membajak mesin penerjemahan gen, menghambat sintesis protein sel supaya produksi protein virus ditingkatkan. Tidak seperti mRNA sel inang, ujung 5' dari RNA polio virus itu sangat panjang — sekitar 700 nukleotida. Bagian genom virus ini dikenal sebagai situs masuk ribosom internal (IRES) yang mengarahkan terjemahan virus RNA. Mutasi genetik di bagian ini bisa mencegah produksi protein virus. IRES pertama kali ditemukan di virus polio RNA.

Rujukan

  1. 1 2 3 (Inggris) Teri Shors (2008). Understanding viruses. Jones & Bartlett Publishers. ISBN 978-0-7637-2932-5.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |coauthors=Page.286
  2. Racaniello, V R; Baltimore, D (1981-8). "Molecular cloning of poliovirus cDNA and determination of the complete nucleotide sequence of the viral genome". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 78 (8): 4887–4891. ISSN 0027-8424. PMID 6272282.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. Wimmer, Eckard; Anderson, Carl W.; Werf, Sylvie van der; Lee, James J.; Hanecak, Ronnie; Emilio A. Emini; Dorner, Andrew J.; Adler, Cheryl J.; Larsen, Glenn R. (1981-06). "Primary structure, gene organization and polypeptide expression of poliovirus RNA". Nature (dalam bahasa Inggris). 291 (5816): 547–553. doi:10.1038/291547a0. ISSN 1476-4687.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. 1 2 3 4 5 (Inggris) www.blackwellpublishing.com (2003). "Replication Patterns of Specific Viruses" (PDF). Diakses tanggal 13 Juni 2010.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |month=
  5. Rossmann, Michael G.; Kuhn, Richard J.; Wimmer, Eckard; Mukhopadhyay, Suchetana; Bowman, Valorie D.; Peng, Xiaozhong; Bator, Carol M.; Chipman, Paul R.; Mueller, Steffen (2003-04-15). "Complexes of Poliovirus Serotypes with Their Common Cellular Receptor, CD155". Journal of Virology (dalam bahasa Inggris). 77 (8): 4827–4835. doi:10.1128/JVI.77.8.4827-4835.2003. ISSN 0022-538X. PMID 12663789. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-19. Diakses tanggal 2019-04-19.
  6. Racaniello, Vincent R.; Wimmer, Eckard; Mendelsohn, Cathy L. (1989-03-10). "Cellular receptor for poliovirus: Molecular cloning, nucleotide sequence, and expression of a new member of the immunoglobulin superfamily". Cell (dalam bahasa English). 56 (5): 855–865. doi:10.1016/0092-8674(89)90690-9. ISSN 0092-8674. PMID 2538245.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik virus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan