Minggu, 20 September 2026
19:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Pitiriasis rosea

Pitiriasis rosea

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2016)
250px-Pityriasis_rosea-4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pitiriasis rosea

Pitiriasis rosea adalah penyakit kulit yang muncul sebagai ruam dan dapat berlangsung dari beberapa minggu sampai beberapa bulan.[1] Kenampakan ruam mungkin berbeda dari orang ke orang.[1] Penyakit kulit ini sering menyerang saat musim semi dan musim gugur, dan dapat menyerang remaja dan dewasa muda.[1] Pityriasis rosea jarang terjadi pada mereka berusia lebih dari 60 tahun.[1] Penyakit ini bisa berlangsung lebih lama bila terjadi pada kelompok usia ini.[1] Ruam kulit mengikuti pola yang sangat khas.[1] Pada 3/4 kasus, satu kasus yang terisolasi berbentuk oval bersisik dan muncul pada tubuh, terutama pada bagian lengan atas, leher, dan paha.[1] Pada beberapa pasien, ruam ini dapat terlihat seperti penyakit kulit lain. Hal ini dapat terlihat seperti kurap atau jenis eksem yang disebut dermatitis nummular. .[2] Ruam mulai sembuh setelah 2-4 minggu dan biasanya hilang 6-14 minggu.[1] Pityriasis rosea biasanya hilang tanpa pengobatan.[2] Jika pasien memiliki gatal tak tertahankan, dokter kulit biasanya akan meresepkan obat untuk membantu meringankan gatal.[2] Ruam biasanya hilang dengan sendirinya dan tanpa meninggalkan jejak.[2] Beberapa orang dengan kulit gelap ruam berbentuk datar dan bintik-bintik cokelat setelah ruam dibersihkan.[2] Bintik-bintik ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan, tetapi mereka akhirnya juga memudar.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Pityriasis Rosea". AOCD. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-07. Diakses tanggal 25 Juni 2014.
  2. 1 2 3 4 5 6 "Pityriasis rosea: Diagnosis, treatment, and outcome". America Academy of Dermacology. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-01. Diakses tanggal 25 Juni 2014.


Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan