Rabu, 21 Oktober 2026
16:25 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Petir Catatumbo

Petir Catatumbo

Bagikan:
250px-Catatumbolightning.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Petir Catatumbo di malam hari

Petir Catatumbo (bahasa Spanyol:Relámpago del Catatumbo)[1] adalah fenomena atmosfer di negara Venezuela. Fenomena itu terjadi di mulut Sungai Catatumbo di mana sungai tersebut bermuara di Danau Maracaibo.

Fenomena itu berasal dari massa badai awan pada ketinggian lebih dari 1 km, dan terjadi selama 140 hingga 160 malam setahun, 10 jam per hari dan hingga 280 kali per jam. Petir itu terjadi di sekitar Danau Maracaibo, biasanya di atas rawa daerah yang terbentuk di mana Sungai Catatumbo mengalir ke danau.[2]

Petir katatumbo berubah frekuensinya sepanjang tahun, dan berbeda dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, petir itu berhenti dari Januari hingga Maret 2010, tampaknya karena kekeringan, yang sementara waktu menimbulkan kekhawatiran bahwa petir mungkin telah padam secara permanen.[3][4][5]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ "Fogonazos: Catatumbo, the everlasting storm". Fogonazos.blogspot.com. Diakses tanggal 20 Maret 2020.
  2. ↑ "Catatumbo Lightning – Congo". Real Travel. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-16. Diakses tanggal 24 Maret 2020.
  3. ↑ "Catatumbo Lightning". Wondermondo. 2010-08-21.
  4. ↑ Carroll, Rory (5 Maret 2010). "Drought extinguishes Venezuela's lightning phenomenon". The Guardian. Diakses tanggal 20 Maret 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Guttman, Matt; Robert Rudman. "Venezuela's Mysterious Catatumbo Lightning Phenomenon Vanishes for Months, Then Reappears". ABC News. Diakses tanggal 24 Maret 2020.


Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan