Jumat, 16 Oktober 2026
17:59 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Petalonamae

Petalonamae

Bagikan:
Untuk fosil-fosil yang mirip, lihat Biota Ediakara.
Untuk anggota yang paling dikenal dari Petalonamae, lihat Charnia.
Petalonamae
Rentang waktu: 635.0–508.0 jtyl Ediakara-Kambrium
250px-Charniodiscus_arboreus_%28TMP_1993.140.0001%29%2C_Royal_Tyrrell_Museum%2C_Drumheller%2C_Alberta%2C_2025-07-13.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arborea arborea
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: †Petalonamae
Pflug, 1972[1]
Subtakson
incertae sedis
Sinonim

Frondomorpha

Artikel takson sembarang

Petalonamid (Petalonamae) adalah kelompok hewan purba yang sudah punah, khas biota Ediakara. Juga dikenal sebagai frondomorfa, mereka berasal dari 635 juta tahun lalu hingga 516 juta tahun lalu. Petalonamid merupakan organisme bentos yang tinggal di dasar laut dan tak bisa bergerak,[2] dengan bentuk seperti daun, bulu dan ental (yang menjadi alasan untuk dari nama grup ini). Sempat dianggap sebagai bagian dari alga, Octocorallia atau Pennatulacea, sekarang dianggap bahwa kelompok ini memiliki hubungan dengan hewan-hewan lain dari biota Ediakara, karena tidak memiliki keturunan yang hidup saat ini.

Spekulasi paling umum mengenai kelompok hewan ini adalah mereka "empuk untuk dipegang, dan seperti terisi angin". Mereka terkhususnya sangat sulit untuk diklasifikasikan secara filogenetik. Keberadaan organisme-organisme ini sangat aneh, karena mereka tidak memiliki mulut, usus, organ reproduksi dan tidak memiliki bukti terawentkan dari struktur internalnya. Hipotesis yang paling umum diterima adalah Petalonamae dapat menyerap nutrien dari air langsung kedalam tubuhnya via osmosis.[3] Petalonamae memiliki struktur mirip umbi yang digunakan untuk berlabuh ke substrat, dan "daun"nya terdiri dari struktur mirip tabung yang bercabang.

Simetri dari hewan ini umumnya bilateral, namun kemungkinan juga trilateral, seperti yang dapat ditemukan pada genus-genus paling basal, yaitu anggota kelompok Erniettomorpha.[4][5]

Distribusi

Petalonamae dapat ditemukan pada bebatuan Ediakara di Kanada, Namibia dan Rusia.

Filogeni

Porifera  

 ···

 
 
 †Petalonamae 
 Eumetazoa 

 ···

Referensi

  1. ↑ Pflug, Hans D. (1 Jan 1970). "Zur Fauna der Nama-Schichten in Südwest-Afrika (Teil II)" [On the fauna of the Nama Beds in Southwest-Africa (Part II)]. Palaeontographica Abteilung A (dalam bahasa Jerman). A135 (3–6): 198–231. Part II. Rangeidae, Bau und systematische Zugehörigkeit [Rangeidae, morphology and taxonomical position].{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    see also
    Pflug, Hans D. (1 Jan 1970). "Zur Fauna der Nama-Schichten in Südwest-Afrika (Teil I)" [On the fauna of the Nama Beds in Southwest-Africa (Part I)]. Palaeontographica Abteilung A (dalam bahasa Jerman). A134 (4–6): 226–262. Part I. Pteridinia, Bau und systematische Zugehörigkeit.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Ivantsov, A.Y.; Grazhdankin, D.V. (1997). "A new representative of Petalonamae from [the] upper Vendian of Arkhangelsk region". Paleontological Journal. 31 (1).
  3. ↑ Laflamme, Marc; Xiao, Shuhai; Kowalewski, Michał (2009). "Osmotrophy in modular Ediacara organisms". Proceedings of the National Academy of Sciences of the USA. 106: 14438–14443. doi:10.1073/pnas.0904836106. PMC 2732876. PMID 19706530.
  4. ↑ Hoyal Cuthill, Jennifer F.; Han, Jian (2018-08-07). "Cambrian petalonamid Stromatoveris phylogenetically links Ediacaran biota to later animals" (PDF). Palaeontology. 61 (6): 813–823. doi:10.1111/pala.12393. ISSN 0031-0239.
  5. ↑ Buss, Leo W.; Seilacher, Adolf (1994). "The phylum Vendobionta: A sister group of the Eumetazoa?". Paleobiology. 20 (1): 1–4. doi:10.1017/S0094837300011088. ISSN 0094-8373.

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan