Senin, 28 September 2026
14:03 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Pesut mahakam

Pesut mahakam

Pesut mahakam
250px-Irrawaddy_dolphin-Orcaella_brevirostris_by_2eight.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesut di Kamboja
250px-Irrawaddy_dolphin_size.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan ukuran dengan manusia rata-rata
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Infraordo: Cetacea
Famili: Delphinidae
Genus: Orcaella
Spesies:
O. brevirostris
Nama binomial
Orcaella brevirostris
(Owen in Gray, 1866)[3]
250px-Irrawaddy_dolphin_range.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  Sebaran pesut pada tahun 2017
Sinonim[3]
Daftar
  • Orca (Orcaella) brevirostris Owen in Gray, 1866 (basionim)
  • Orcaella brevirostris brevirostris Ellerman & Morrison-Scott, 1951
  • Orcaella brevirostris fluminalis Ellerman & Morrison-Scott, 1951
  • Orcaella fluminalis Gray, 1871
  • Orcella brevirostris Anderson, 1871
  • Orcella fluminalis Anderson, 1871
  • Phocaena (Orca) brevirostris Owen, 1866

Pesut mahakam (Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang berstatus terancam punah. Pesut ini dinamakan pesut mahakam karena banyak ditemukan di perairan Sungai Mahakam, tetapi kalangan peneliti barat lebih mengenal hewan ini dengan nama Irrawaddy Dolphin. Pesut memiliki populasi global sebanyak 6000 ekor, berdasarkan data tahun 2018 populasi hewan ini tinggal 80 ekor saja di perairan sungai-sungai di Kalimantan dan menempati urutan tertinggi dari daftar satwa Indonesia yang terancam punah.[4][5] Namun populasi hewan ini justru mengalami peningkatan di Kamboja.[6] Hewan ini dibedakan dari sepupunya Pesut Australia menurut bentuk tengkorak dan siripnya.

Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan paus yang hidup di laut, pesut mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis. Populasi satwa langka yang dilindungi undang-undang ini terutama terdapat pada tiga sungai besar di Asia Tenggara yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irrawaddy.[7]

Di Indonesia, hewan ini bisa ditemukan di banyak muara-muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang pesut menjadi satwa langka. Selain di Sungai Mahakam, pesut ditemukan pula ratusan kilometer dari lautan, yakni di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Habitat hewan pemangsa ikan dan udang air tawar ini dapat dijumpai pula di perairan Danau Jempang (15.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), dan Danau Melintang (11.000 ha).[8]

Pesut mahakam mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil (mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur). Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat dibagian bawah serta tidak memiliki pola khas. Sirip punggungnya kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahinya tinggi dan berbentuk bundar, tidak ada moncong seperti lumba-lumba lain. Sirip dadanya lebar membundar.[9][10]

Pesut mahakam bergerak dalam kawanan kecil. Walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, tetapi pesut merupakan 'pakar' dalam mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan. Kemungkinan hewan ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk mendapatkan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya lumba-lumba laut.[11]

Di Kalimantan, populasi hewan ini terus menyusut akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Kelestarian Pesut mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam.[12]

Rujukan

  1. ↑ Minton, G.; Smith, B.D.; Braulik, G.T.; Kreb, D.; Sutaria, D. & Reeves, R. (2018) [errata version of 2017 assessment]. "Orcaella brevirostris". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2017 e.T15419A123790805. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T15419A50367860.en. Diakses tanggal 19 Februari 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. 1 2 Perrin, W. (2010). W. F. Perrin (ed.). "Orcaella brevirostris (Owen in Gray, 1866)". World Cetacea Database. World Register of Marine Species.
  4. ↑ Taufik, Rahmad. "Waduh, Populasi Pesut Mahakam Tersisa 80 Ekor, 64 Persen Mati Akibat Ini". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-05-03.
  5. ↑ "Satwa Langka Lumba-lumba Air Tawar Terlihat di Kalimantan Barat - Semua Halaman - National Geographic". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2021-10-22.
  6. ↑ "Jumlah Pesut Mahakam di Indonesia Turun, di Kamboja Justru Naik". kumparan. Diakses tanggal 2019-05-03.
  7. ↑ "Irrawaddy Dolphin | Species | WWF". World Wildlife Fund (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-03.
  8. ↑ "Pesut Mahakam Mati Terjerat". Mongabay Environmental News (dalam bahasa American English). 2014-04-26. Diakses tanggal 2019-05-03.
  9. ↑ "Marine Species Identification Portal : Irrawaddy dolphin - Orcaella brevirostris". species-identification.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-06. Diakses tanggal 2019-05-06.
  10. ↑ Jul 10, BioExpedition |; Dolphins |, 2012 |. "Irrawaddy Dolphin - Animal Facts and Information" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-05-06.{{cite web}}: |first2= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  11. ↑ "Pesut Mahakam, Sang Legenda yang Kian Langka". Mongabay Environmental News (dalam bahasa American English). 2014-09-08. Diakses tanggal 2019-05-03.
  12. ↑ "Mengenal Ikan Pesut Mahakam – Mamalia Air Asli Kalimantan Timur | Bibitikan.net". www.bibitikan.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-05-03. Diakses tanggal 2019-05-03.

Pranala luar

Ordo Cetacea yang masih hidup
Balaenidae
Balaena
Eubalaena
Balaenopteridae
Balaenoptera
Megaptera
Eschrichtiidae
Eschrichtius
Neobalaenidae
Caperea
Delphinidae
Cephalorhynchus
Delphinus
Feresa
Globicephala
Grampus
Lagenodelphis
Lagenorhynchus
Lissodelphis
Orcaella
Orcinus
Peponocephala
Pseudorca
Sotalia
Sousa
Stenella
Steno
Tursiops
Monodontidae
Delphinapterus
Monodon
Phocoenidae
Neophocaena
Phocoena
Phocoenoides
Physeteridae
Physeter
Kogiidae
Kogia
Iniidae
Inia
Lipotidae
Lipotes
Platanistidae
Platanista
Pontoporiidae
Pontoporia
Ziphiidae
(Hyperoodontidae)
Berardius
Hyperoodon
Indopacetus
Mesoplodon
Tasmacetus
Ziphius
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan