Kamis, 24 September 2026
08:33 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Pesat

Pesat
Pemimpin redaksiM.I. Sajoeti
FrekuensiDwi Mingguan
PendiriJajasan Pesat
Terbitan pertama1944
PerusahaanJajasan Pesat
NegaraIndonesia
Berpusat diYogyakarta
BahasaBahasa Indonesia

Pesat adalah majalah mingguan berbahasa Indonesia yang terbit pertama kali pada 1944. Majalah ini terbit di Kota Yogyakarta, tepatnya di Jl. Pakuningratan No. 67 di bawah Jajasan Pesat yang merupakan anggota S.P.S. Pemimpin redaksinya adalah M.I. Sajoeti.[1]

Meski terbit di Yogyakarta, Pesat berkantor di Lontar 11, Jakarta. Agen-agennya tersebar di berbagai daerah seperti Ngawi, Rangkasbitung, Tuban, Salatiga, Balikpapan, Lubuk Linggau, Purwokerto, Makassar, dan Sragen.

Menurut buku Seabad Pers Kebangsaan, 1907–2007, Pesat adalah majalah politik, ekonomi, dan budaya. Gaya bahasanya khas priyayi Yogyakarta, Majalah ini tampil dengan gaya bahasa santun. Hal itu terlihat saat menyikapi perkawinan Soekarno–Hartini. Hal itu membuat Pesat luput dari pembredelan oleh rezim Seokarno seperti yang dialami Pedoman, Siasat, dan Indonesia Raya.[1]

Majalah ini terdiri dari 30–32 halaman.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Rahzen 2007, hlm. 499-501.

Daftar Pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan