Rabu, 04 November 2026
01:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pertempuran Pointe du Hoc

Pertempuran Pointe du Hoc

Bagikan:
Pertempuran Pointe du Hoc
Bagian dari Pendaratan Normandia
330px-Pointeduhoc1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Pointe du Hoc, menunjukkan instalasi Jerman dan lokasi yang diyakini sebagai tempat meriam 155 mm.
Tanggal6 Juni 1944
Lokasi
Hasil Kemenangan Sekutu
Pihak yang terlibat
 Amerika Serikat
 Britania Raya
 Jerman
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Britania Raya Bernard Montgomery
James Earl Rudder
Jerman Nazi Gerd von Rundstedt
Jerman Nazi Dietrich Kraiss
Pasukan yang terlibat

Army Rangers

 Angkatan Laut Britania Raya

  • 520 Assault Flotilla
  • 522 Assault Flotilla

Jerman Nazi Divisi Infanteri ke-352

Kekuatan
225 infanteri
12 kapal pendarat serbu
1 kapal pendarat tank
4 DUKW
1 Kapal motor Fairmile B
Pengeboman lepas pantai oleh Angkatan Laut AS dan Kerajaan Inggris
200 infanteri
4 posisi senapan mesin
6 benteng kosong
1 bunker pengamatan
Korban jiwa dan kerugian
77 tewas dan 152 terluka
2 kapal pendarat serbu
1 DUKW
Pendaratan: 25+
Serangan balik: 50+ warga Jerman tewas dan 40 ditangkap.[1] Jumlah terduga kolaborator Prancis yang dieksekusi tidak diketahui.
  • Pengenalan
  • Serangan udara pembuka
  • Daerah Britania raya
  • Daerah Amerika
  • Daerah Anglo-Kanada
  • Kampanye darat pembuka
  • Daerah Amerika
  • Daerah Anglo-Kanada
  • Pelarian
  • Operasi laut dan udara
  • Operasi pendukung
  • Penyelesaian
250px-01_Pointe_du_Hoc.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tebing Pointe du Hoc

La Pointe du Hoc (pelafalan dalam bahasa Prancis:[pwɛ̃tdyɔk]) adalah tanjung dengan tebing setinggi 35 meter (110 kaki) yang menghadap Selat Inggris di pantai barat laut Normandia di departemen Calvados, Prancis.

Pada Perang Dunia II, Pointe du Hoc merupakan lokasi serangkaian bunker dan pos senapan mesin Jerman. Sebelum invasi Normandia, tentara Jerman memperkuat daerah tersebut dengan benteng beton dan lubang meriam. Pada D-Day, Grup Ranger Sementara Angkatan Darat Amerika Serikat menyerang dan merebut Pointe du Hoc setelah mendaki tebing. Jenderal-jenderal Amerika Serikat, termasuk Dwight D. Eisenhower, telah menentukan bahwa tempat itu menyimpan artileri yang dapat memperlambat serangan pantai di dekatnya.

Jalannya Perang

Pointe du Hoc adalah sebuah tebing di tepi Samudera Atlantik, yang tepatnya terletak di Pantai Utara Normandia (sekarang Prancis). Tebing ini posisinya menjorok ke laut sehingga sangat strategis bagi Jerman untuk mendirikan sebuah garis pertahanan laut, yang disebut sebagai Sistem Pertahanan Tembok Atlantik Jerman ketika Jerman menduduki Prancis selama Perang Dunia II.[2]

Di Pointe du Hoc, Pasukan Jerman yang mempertahankannya adalah dari Divisi Infanteri Wehrmacht ke 352, yaitu Resimen Grenadier ke 914, tetapi jumlahnya hanya sekitar 200 orang saja, tetapi posisi ini diperkuat dengan keberadaan meriam 155 mm yang sangat potensial menghancurkan LVT atau kapal transport pasukan Sekutu yang akan mendarat di Pantai Utah dan Pantai Omaha dalam rangkaian Operasi Overlord. Selain adanya meriam yang mampu menghancur kapal transport, posisi puncak tebing sangat strategis sebagai pos pengamatan dan lokasi ideal untuk meletakan kru senapan mesin MG-42. Bunker pelindung yang dibangun oleh Jerman di Pointe du Hoc juga sangat kuat, beberapa kali pesawat bomber milik Royal Air Force Inggris menjatuhkan bom di atas bunker-bunker itu tetapi mereka masih tetap kokoh, begitu pula kapal USS Texas milik Angkatan Laut Amerika Serikat atau U.S Navy juga melakukan hal yang sama, tetapi tetap bunker itu tetap kokoh, maka oleh karena itu diputuskan untuk menghancurkan kedudukan pasukan Jerman di Pointe du Hoc dengan serangan komando U.S Rangers.[2]

250px-Soldiers_resting_at_Pointe_du_Hoc.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Batalion U.S Rangers Kedua yang berhasil menguasai Pointe du Hoc sedang beristirahat

Karena Batalion U.S Rangers Pertama dan Ketiga telah hancur dalam Pertempuran Cisterna, maka Batalion U.S Rangers Kedua pimpinan Letnan Kolonel James Rudder yang terpilih untuk melakukan tugas ini. Batalion U.S Rangers Kedua rencananya akan mengirim tiga kompi, yaitu Kompi D, E, dan F yang jumlahnya sekitar 225 personel untuk melakukan serangan dengan memanjat tebing Pointe du Hoc untuk melumpuhkan tentara Jerman yang ada di puncak, kemudian mereka menghancurkan meriam Flak 155 mm dengan bom.[2] Operasi ini terbilang cukup berani dan lebih tampak seperti "operasi bunuh diri", karena posisi pasukan Batalion U.S Rangers Kedua tepat di depan bunker penjaga, meskipun mendapat bantuan tembakan dari HMS Talybont dan USS Satterlee, tetap saja jumlah korban dari Pasukan Rangers Amerika Serikat mencapai 100 orang lebih. Meskipun akhirnya sisa pasukan ini berhasil menaklukkan dan menduduki Pointe du Hoc, tetapi meriam-meriam yang menjadi target serangan ternyata sudah dipindahakan oleh pasukan Jerman dan diganti dengan balok-balok kayu yang disusun sedemikian rupa menyerupai meriam, sehingga pasukan Sekutu terkecoh.[3]

Referensi

  1. ↑ Zaloga (2009) p. 50
  2. 1 2 3 M. Daud Darmawan, Pasukan Elit Perang Dunia II, (Yogyakarta: Pinus, 2008) hal. 124
  3. ↑ M. Daud Darmawan, Pasukan Elit Perang Dunia II, (Yogyakarta: Pinus, 2008) hal. 125 - 126
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan