Rabu, 14 Oktober 2026
08:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Pertempuran Cisterna

Pertempuran Cisterna

Bagikan:
Pertempuran Cisterna
Bagian dari the Pertempuran Anzio
Tanggal30 January-2 February 1944
Lokasi
Hasil Kemenangan Jerman
Pihak yang terlibat
 Amerika Serikat  Jerman
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Amerika Serikat Mark Clark
Amerika Serikat John P. Lucas
Jerman Nazi Eberhard von Mackensen
Pasukan yang terlibat
3rd Infantry Division
504th Parachute Infantry Regiment
6615th Ranger Force[1]

Herman Göring Panzer Division
15th Panzergrenadier Division (elemen)
1st Parachute Division (elemen)

Bantuan:
71st Infantry Division
26th Panzer Division[1][2]
Korban jiwa dan kerugian
761 korban
dengan rincian: 311 terbunuh & 450 tertangkap[3]
400 korban[3]
250px-Battle_of_Cisterna_Plan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Strategi Serangan Sekutu ke Cisterna

Pertempuran Cisterna adalah pertempuran antara Amerika Serikat melawan Jerman di Italia pada 30 Januari 1944, pertempuran ini masuk dalam bagian Pertempuran Anzio, Italia. Pertempuran ini juga tercatat sebagai salah satu kegagalan pasukan Sekutu, terutama Amerika Serikat dengan Batalion U.S Rangersnya dalam menghadapi pasukan Panzergrenadier dan Fallschirmjäger milik Jerman. Ironisnya pasukan U.S Rangers yang hampir binasa itu adalah Batalion U.S Rangers Pertama yang berhasil dalam Operasi Torch di Afrika Utara.[4][5][6]

Jalannya Perang

Operasi serangan ke Cisterna diawali dengan pendaratan sekitar tujuh batalion atau sekitar 70.000 orang pasukan Sekutu dari Korps ke 6 dengan menaiki 200 kapal transport di Kota Anzio, Italia, dari Anzio, Sekutu berencana untuk segera menduduki Kota Cisterna yang masih dikuasai oleh Jerman. Di saat sebagian besar pasukan Sekutu belum mendarat dan masih tertahan di pantai oleh hujan artileri dan serangan pesawat Luftwaffe Jerman, Batalion U.S Rangers Pertama dan Ketiga yang telah mendarat terlebih dahulu diperintahkan untuk mengacaukan garis belakang pertahanan Jerman di Kota Cisterna, hal ini terjadi karena adanya laporan intelejen yang mengatakan bahwa pertahanan Jerman di Cisterna sama sekali tidak kuat dan bahkan sangat lemah, maka oleh karena itu Jenderal John P. Lucas memutuskan untuk memerintahkan Letnan Kolonel William Darby dan dua batalion U.S Rangers untuk memulai serangan terlebih dulu, meskipun perintah ini sebenarnya mendapatkan penolakan dari jenderal lainnya, yaitu Jenderal Mark Clark, tetapi tetap dilanjutkan karena posisi Jenderal John P. Lucas sebagai Panglima Operasi Militer Sekutu di Italia lebih tinggi kedudukannya.[5][6][7]

Pada sekitar pukul 1 pagi, 30 Januari 1944, Batalion U.S Rangers Pertama dan Ketiga telah dikerahkan menuju Cisterna, dan kemudian disusul oleh Batalion U.S Rangers Keempat. Batalion U.S Rangers Pertama dan Ketiga yang sampai lebih dahulu ke pinggiran kota Cisterna kemudian justru menemukan bahwa Cisterna sama sekali tidak steril dari pasukan Jerman, justru di Kota Cisterna pasukan Jerman terkonsentrasi. Informasi intelejen yang salah kemudian menjadikan Batalion U.S Rangers Pertama dan Ketiga yang telah sampai di Cisterna terlebih dahulu kehilangan elemen kejutannya sebagai unit pasukan komando, mereka justru menjadi sasaran empuk dari Divisi Panzergrenadier ke 15 dan Divisi Fallschirmjäger Pertama yang mempertahankan kota Cisterna. Pasukan Jerman, malah mendapatkan bala bantuan dari Divisi Infanteri Wehrmacht ke 71 dan Divisi Panzer ke 26, sementara Batalion U.S Rangers Pertama dan Ketiga tidak membekali diri dengan senjata anti-tank, Batalion U.S Rangers Pertama dan Ketiga semakin terhimpit ketika Batalion U.S Rangers Keempat justru ditarik mundur dan posisi pasukan pendukung semuanya terlalu jauh dari Cisterna, akhirnya Batalion Rangers Pertama dan Ketiga hampir dimusnahkan, yang selamat enam orang saja.[5][6][8]

Referensi

  1. 1 2 Lloyd Clark (2006), pp. 118 & 137
  2. ↑ Lamson (1948), pp. 27 - 35
  3. 1 2 Zaloga S. (2005), p. 44
  4. ↑ M. Daud Darmawan, Pasukan Elit Perang Dunia II, (Yogyakarta: Pinus, 2008) hal. 121
  5. 1 2 3 "1st & 3rd Ranger Btn at Cisterna". www.flashman.com. Diakses tanggal 2017-11-16.
  6. 1 2 3 Chen, C. Peter. "Battle of Anzio". WW2DB. Diakses tanggal 2017-11-16.
  7. ↑ M. Daud Darmawan, Pasukan Elit Perang Dunia II, (Yogyakarta: Pinus, 2008) hal. 121 - 122
  8. ↑ M. Daud Darmawan, Pasukan Elit Perang Dunia II, (Yogyakarta: Pinus, 2008) hal. 122 - 123
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan