Selasa, 03 November 2026
16:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Peroz III

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Peroz (disambiguasi).
Peroz III
Pangeran Kekaisaran Sasaniyah
Lahir636
Ērānshahr
Meninggal679
Tang China
AyahYazdegerd III
KeturunanNarsieh, Bahram VII
WangsaWangsa Sasan
AgamaZoroastrianisme

Peroz III (bahasa Persia Pertengahan:𐭯𐭩𐭫𐭥𐭰, Persia: پیروز "seorang pemenang"; Hanzi:卑路斯; Pinyin:Pílùsī) adalah putra dari Yazdegerd III, raja Sasaniyyah Persia terakhir. Setelah kematian ayahnya, yang menurut legenda dibunuh oleh seorang penggiling demi mendapatkan pakaian dan perhiasannya,[1] ia berpindah ke wilayah yang berada dibawah kekuasaan Dinasti Tang China. Ia menjabat sebagai seorang jenderal Tang dan kepala kegubernuran Iran. Kebanyakan informasi yang diketahui dari Peroz tertulis dalam Kitab Tua Tang dan Kitab Baru Tang.

Kehidupan

Pangeran Peroz lahir pada 636,[2] dan masih berumur sangat muda pada masa pemerintahan ayahnya Kaisar Yazdegerd III dan tidak pernah mendapatkan kekuasaan kekaisaran Sasaniyyah. Setelah penaklukan Islam atas Iran, Peroz dan keluara kekaisaran-nya melarikan diri ke Pegunungan Pamir yang saat ini berada di Tajikistan dan datang ke Tang China, yang sangat mendukung Sasaniyyah.

Menurut Kitab Tua Tang, Peroz meminta bantuan militer dari Tang China untuk melawan bangsa Arab pada 661. Dewan Tang membentuk Wilayah Komando Persia (波斯都督府) yang sekarang berada di Zaranj, Afghanistan, dengan Peroz sebagai ketua komandan-nya. Antara 670 dan 674, Peroz secara pribadi datang ke dewan Tang dan diberi gelar Yòuwǔwèi Jīangjūn (右武衛將軍,). Dewan kekaisaran mempersilahkan para pengungsi Sasaniyyah yang melarikan diri dari penaklukan Arab untuk singgah di China. Kaisar China pada waktu itu adalah Kaisar Gaozong dari Tang.

Pada 678, deputi sekretaris negara untuk personel (吏部侍郎) dari dewan Tang, Pei Xingjian (裴行儉), meminta agar Peroz kembali ke Persia. Pei Xingjian menempatkannya di Suiye (sekarang dekat Tokmok, Kyrgyzstan) sebelum dipulangkan, sementara Peroz dipaksa menjalani lebih dari 20 tahun di Tuhuoluo (吐火羅; sepertinya Bactra atau Tokharistan) dengan sekitar ribuan pengikutnya. Pada 708, Peroz datang kembali ke dewan Tang dan diberi gelar Zuoweiwei Jiangjun (左威衛將軍).[3]

Referensi

  1. ↑ Katouzian, Homa, Iranian history and politics: The dialectic of state and society, p. 33.
  2. ↑ CHINESE-IRANIAN RELATIONS xv. THE LAST SASANIANS IN CHINA, Matteo Compareti, Encyclopaedia Iranica
  3. ↑ A History of chinese civilization, Jacques Gernet.
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Yazdegerd III
— TITULER —
Raja Sasaniyah
651–679
Alasan kegagalan suksesi:
Penaklukan Islam atas Persia
Diteruskan oleh:
Narsieh
§ perampas kekuasaan atau pengeklaim rival
Tokoh asing terkenal yang mengunjungi Tiongkok
Abad pertengahan
Kekaisaran Mongol
Dinasti Ming
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan