Senin, 02 November 2026
20:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pei Xingjian

Bagikan:

Pei Xingjian (Hanzi:裴行儉; 619 – 9 Juni 682[1]), nama kehormatan Shouyue (Hanzi:守約) adalah seorang jenderal dan politikus dari Dinasti Tang. Ia dikenal atas kemenangannya melawan Khan Kekhanan Turk Barat Ashina Duzhi pada 679. Ia juga membantu Shah Kekaisaran Sasaniyah dalam pengasingan Narsieh melawan Kekhalifahan Rasyidin. Ia mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk menghadapi suku Turk di Protektorat Anxi.[2][3]

Kehidupan

Pei merupakan seorang bangsawan dari Komanderi Hedong. Ia berasal dari klan Pei dari Hedong yang tersohor karena berkontribusi memberikan politikus yang hebat di pemerintahan dinasti-dinasti sebelumnya. Keluarga ini memiliki tiga cabang kadet, yakni Keluarga Barat, Tengah dan Timur. Pei Xingjian berasal dari keluarga Tengah.[4]

Xingjian, kakaknya Pei Xingyan beserta ayahnya Pei Renji semuanya mengabdi di militer. Pada masa Kaisar Taizong dari Tang, Xingjian lulus dari ujian kenegaraan. Su Dingfang, salah satu jenderal Dinasti Tang, melihat bakat Pei Xingjian dan ia memasukan Xingjian ke jajaran stafnya serta mengajarinya secara pribadi.

Pada 665, Pei ditunjuk sebagai Jenderal Protektorat Anxi. Setelah beberapa tahun bertugas di Anxi, ia kembali ke istana kekaisaran dimana ia bekerja sama dengan Li Jingxuan dan Ma Zai.

Pada 677, Khan Turki Barat Ashina Duzhi menyerang Anxi dengan kekuatan besar. Pada saat itu, Pei meminta misi untuk mengawal penerus takhta Persia, Narsieh, ke tanah airnya. Strateginya adalah untuk menangani urusan Persia dan Turki secara bersamaan. Kaisar Tang Gaozong tidak hanya mengabulkan permintaannya tetapi juga memberinya misi untuk menenangkan kekacauan di Asia Tengah.

Selama ekspedisinya ke Barat, ia berhasil mengalahkan pasukan Turki yang dipimpin oleh Ashina. Namun, Pei kehilangan minatnya untuk mengembalikan Raja Persia dan meninggalkan Narsieh sendirian di Protektorat Anxi (Meskipun Narsieh masih dapat mempertahankan banyak pelayannya dan kualitas hidup yang tinggi). Kepala suku Turki kecil di wilayah tersebut kemudian menyatakan kesetiaan mereka kepada dinasti Tiongkok karena kekalahan Ashina. Hasil keseluruhan ekspedisi Pei adalah keberhasilan bagi kekaisaran Tang. Sekembalinya ke Tiongkok, Pei diangkat menjadi menteri ritual dan Jenderal Besar pengawal sayap kanan.

Referensi

  1. ↑ Pei's epitaph (赠太尉裴公神道碑) indicate that he was 64 (by East Asian reckoning) when he died on the 28th day of the 4th month of the 1st year of the Yong'chun era. (永淳元年,....,四月二十八日,薨于京师延寿里,春秋六十有四。) Zeng Taiwei Peigong Shendao Bei
  2. ↑ "Old Book of Tang Vol.84". Wikisource.
  3. ↑ "Old Book of Tang Vol.198". Wikisource.
  4. ↑ Zhao, Chao (1998). 新唐书宰相世系表集校(上下). Zhonghua Book Company. ISBN 9787101013924.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan