Rabu, 30 September 2026
09:50 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Azarmidokht

Azarmidokht

Bagikan:
Azarmidokht
Ratu dari Segala Ratu Iran
330px-AzarmidokhtCoinHistoryofIran.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Drachma Azarmidokht dengan gambar sedada ayahnya Khosrow II di sebelah kiri
Ratu Kekaisaran Sasaniyah
Berkuasa630–631
PendahuluShapur-i Shahrvaraz
PenerusBoran
Meninggal631
Ctesiphon
AyahKhosrow II
WangsaWangsa Sasaniyah
AgamaZoroastrianisme

Azarmidokht (bahasa Persia Pertengahan: Āzarmīgdukht; bahasa Persia Baru: آزرمی‌دخت, Āzarmīdokht) adalah ratu Sasaniyah (banbishn) Iran dari tahun 630 hingga 631. Dia adalah ratu Sassaniyah kedua; saudarinya, Boran, memerintah sebelum dan sesudahnya. Azarmidokht berkuasa di Iran setelah sepupunya, Shapur-i Shahrvaraz, digulingkan oleh faksi Parsig, yang dipimpin oleh Piruz Khosrow, yang membantu Azarmidokht naik takhta. Pemerintahannya ditandai oleh upaya seorang bangsawan dan komandan, Farrukh Hormizd, untuk menikahinya dan merebut kekuasaan. Setelah penolakan sang ratu, dia menyatakan dirinya sebagai seorang yang antiraja. Azarmidokht menyebabkan dia terbunuh sebagai hasil dari suatu persekongkolan yang sukses. Namun, tak lama kemudian, dia sendiri dibunuh oleh Rostam Farrokhzad sebagai pembalasan atas kematian ayahnya. Dia digantikan oleh Boran.

Nama

"Azarmidokht" adalah varian bahasa Persia Baru dari namanya yang digunakan oleh para cendekiawan; nama aslinya adalah bahasa Persia Pertengahan, Āzarmīgdukht, yang berarti "putri dari orang yang dihormati", mengacu kepada ayahnya Khosrow II (m. 590–628).[1]

Latar belakang dan kehidupan awal

250px-Gold_coin_of_Khosrow_II.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dinar emas Khosrow II

Azarmidokht adalah putri dari Shah Sasaniyah terakhir yang terkemuka di Iran, Khosrow II, yang digulingkan dan dieksekusi pada 28 Februari 628 oleh putranya sendiri Kavad II, yang kemudian mengeksekusi semua saudara kandung dan saudara tirinya, termasuk pewaris Mardanshah.[2][3] Hal ini merupakan pukulan berat bagi kekaisaran, yang tidak akan pernah pulih kembali. Azarmidokht dan saudara perempuannya Boran dilaporkan mengecam dan memarahi Kavad II atas tindakan biadabnya, yang membuatnya merasa menyesal.[4]

Kejatuhan Khosrow II berpuncak pada perang saudara yang berlangsung selama empat tahun, dengan para anggota bangsawan yang paling kuat memperoleh otonomi penuh dan mulai membentuk pemerintahan mereka sendiri. Permusuhan antara para keluarga bangsawan Persia (Parsig) dan Partia (Pahlav) juga kembali terjadi, yang memecah belah kekayaan negara.[5] Beberapa bulan kemudian, wabah yang mematikan menyapu provinsi-provinsi Sasaniyah bagian barat, menewaskan setengah dari populasinya termasuk Kavad II.[5] Dia digantikan oleh putranya yang berusia sekitar delapan tahun, Ardashir III, yang dibunuh dua tahun kemudian oleh jenderal Iran terkemuka Shahrbaraz, yang kemudian dibunuh empat puluh tiga hari kemudian dalam sebuah kudeta oleh pemimpin Pahlav, Farrukh Hormizd, yang membantu Boran naik takhta.[6] Namun, pada tahun berikutnya dia digulingkan dan digantikan oleh sepupunya Shapur-i Shahrvaraz (yang juga merupakan putra Shahrbaraz).[7] Kekuasaannya ternyata lebih singkat dibandingkan pendahulunya − digulingkan setelah kurang dari setahun oleh faksi Parsig yang dipimpin oleh Piruz Khosrow, yang membantu Azarmidokht naik takhta.[7]

Referensi

Sumber-sumber

Bacaan lanjutan

§ perampas kekuasaan atau pengeklaim rival
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan