Rabu, 21 Oktober 2026
16:42 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Peroz Khosrau

Bagikan:

Peroz Khosrou (bahasa Persia Pertengahan:𐭯𐭩𐭫𐭥𐭰 𐭧𐭥𐭮𐭫𐭥𐭣𐭩 Pērōz Khusraw, Arab:فيروزان Firuzan), adalah seorang pemimpin dan bangsawan dari faksi Parsig (Persia) di Kekaisaran Sassania, yang terlibat dalam berbagai peristiwa perang saudara dan penaklukan Arab Muslim atas Persia antara 628-632.[1] Ia tewas dalam Pertempuran Nahawand pada tahun 642.[2]

Perang saudara

Peroz diperkirakan terlibat dalam intrik penggulingan Khosrau II Parvez dari tahta Sassania dan pembunuhannya, serta pengangkatan anaknya Kavadh II sebagai penguasa baru.[1] Peroz juga diduga sebagai perencana atas pembunuhan saudara-saudara lelaki Kavadh II, untuk mengamankan tahtanya.[1] Kavadh II memerintah beberapa bulan saja, sebab ia meninggal akibat wabah, dan digantikan oleh anaknya Ardashir III yang baru berusia tujuh tahun.[1] Ardashir III memerintah kurang dari dua tahun, karena ia digulingkan oleh Shahrbaraz, seorang bangsawan dan jendral yang menikahi saudari perempuan Khosrau II, yang didukung oleh Peroz.[1] Shahrbaraz hanya memerintah selama 40 hari saja, karena ia dibunuh oleh Farrukh Hormizd, bangsawan dari faksi Pahlav (Parthia), yang kemudian mendudukkan Purandokht, putri Khosrau II sebagai ratu Sassania.[1]

Setahun kemudian Purandokht diturunkan dari tahta oleh Shapur, anak dari Shahrbaraz; namun Peroz dan faksinya tidak mendukung Shapur sehingga akhirnya Azarmidokht, putri Khosrau II lainnya, yang diangkat sebagai ratu.[1] Farrukh Hormizd meminta Azarmidokht untuk menikahinya, tapi ratu tersebut tidak menyukainya dan meminta bangsawan Siyavakhsh untuk membunuh Farrukh Hormizd.[1] Anak Farrukh Hormizd, yaitu Rostam Farrokhzad kemudian memberontak dan membunuh Azarmidokht, serta mendudukkan kembali Purandokht sebagai ratu.[1] Persaingan antara faksi Parsig dan faksi Pahlav terus terjadi, hingga akhirnya Purandokht turun tahta pula.[1] Tahun 632, akhirnya Peroz dan Rostam Farrokhzad berdamai dan kedua faksi kemudian memilih Yazdegerd III sebagai penguasa Sassania.[1][3]

Pertempuran Nahawand

Dalam Pertempuran Nahawand (642), Peroz diangkat Yazdegerd III menjadi pemimpin tertinggi atas 150.000 orang pasukan Sassania,[4] yang berasal dari wilayah-wilayah Media, Azerbaijan, Khurasan, Gurgan, Tabaristan, Merw, Baktria, Sistan, Kerman, dan Farsistan, yang mengambil posis bertahan di luar kota Nahawand.[2] Di pihak Arab, Nu'man bin Muqarrin memimpin 30.000 orang pasukan,[4] yang berasal pangkalan mereka dari Irak, Khuzistan, dan Sawad.[2] Pertempuran Nahawand berakhir dengan kekalahan telak di pihak Sassania, tewasnya Peroz, dan jatuhnya Nahawand yang secara praktis mengakhiri keberadaan Kekaisaran Sassania.[2][3][4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Parvaneh Pourshariati (2010). Vesta Sarkhosh Curtis, Sarah Stewart (ed.). Decline and Fall of The Sasanian Empire. I.B.Tauris. hlm. 174-243. ISBN 0857711997, 9780857711991.
  2. 1 2 3 4 George Rawlinson (2004). The Seven Great Monarchies of the Ancient Eastern World, Or: The History, Geography and Antiquities of Chaldaea, Assyria, Babylon, Media, Persia, Parthia, and Sassanian, or the New Persian Empire. Vol. 3 (Edisi berilustrasi). Gorgias Press LLC. hlm. 550-557. ISBN 1593331711, 9781593331719.[pranala nonaktif permanen]
  3. 1 2 Suresh K. Sharma, Usha Sharma, ed. (2004). Cultural and Religious Heritage of India: Zoroastrianism. Vol. 7. Mittal Publications. hlm. 35–41. ISBN 8170999626, 9788170999621.
  4. 1 2 3 Sir Percy Sykes (2013). A History of Persia. Vol. 1. Routledge. ISBN 1135648956, 9781135648954.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan