Minggu, 27 September 2026
23:42 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Puyuh semak hutan

Puyuh semak hutan

Spesies burung

Puyuh semak hutan
250px-The_Jungle_Bush_Quail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jantan
250px-Earth_Day_2015%21_%2817209321666%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Betina
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Perdicula
Spesies:
P. asiatica
Nama binomial
Perdicula asiatica
(Latham, 1790)
250px-Perdicula_asiatica_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim

Puyuh semak hutan[2] (Perdicula asiatica) adalah sebuah spesies burung puyuh dalam famili Phasianidae. Burung ini berasal dari anak benua India, tempat mereka ditemukan di India Selatan dan Sri Lanka. Spesies ini juga telah terlapor dari Nepal, tetapi belum terlihat lagi di sana sejak abad ke-19.[3][4][5] Selain itu, terdapat juga sebuah populasi yang dikenalkan ke pulau Réunion. Merupakan sebuah spesies kecil dengan panjang 15–18 cm (5,9–7,1 in) dan bobot 57–82 g (2,0–2,9 oz), puyuh semak ini menunjukkan ciri dimorfisme seksual yang signifikan. Jantan memiliki punggung cokelat dengan corak kehitaman dan bungalan, dan perut keputihan dengan garis-garis hitam. Mukanya sebagian besar cokelat kemerahan gelap, dengan bulu tutupan telinga cokelat, garis kumis (moustachial stripe) putih-bungalan, dan supersilium yang perlahan berubah keputihan seiring mengarah ke belakang lehernya. Betina memiliki corak serupa, tetapi perutnya cokelat-merah muda, sayapnya lebih seragam, sementara garis kumisnya lebih pucat. [6]

Spesies ini hidup di wilayah kering dengan tutupan bebatuan atau semak pada berbagai jenis habitat.[3][4] Puyuh semak hutan memakan biji-bijian dan serangga kecil, biasanya dalam kelompok yang beranggotakan 6-25 ekor burung. Puyuh semak hutan bersarang di celah-celah dangkal yang teduh, tempat mereka menelurkan 4-8 telur. Inkubasi dilaksanakan hanya oleh betina. IUCN menilai spesies ini sebagai spesies risiko rendah karena sebarannya yang luas dan populasinya yang stabil.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2018). "Perdicula asiatica". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T22678997A131873750. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22678997A131873750.en. Diakses tanggal 11 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Andaruisworo, Sapta (April 2015). Agribisnis Aneka Ternak (PDF) (Edisi 1). Surabaya: Jenggala Pustaka Utama. hlm. 2. ISBN 978-979-3613-67-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Madge, Steve; Phil, MacGowan (2010). Pheasants, Partridges, and Grouse: Including buttonquails, sandgrouse, and allies (dalam bahasa Inggris). London: Christopher Helm. hlm. 247–248. ISBN 978-1-4081-3565-5.
  4. 1 2 McGowan, Philip J.K.; Kirwan, Guy M. (2020-03-04). Billerman, Shawn M.; Keeney, Brooke K.; Rodewald, Paul G.; Schulenberg, Thomas S. (ed.). "Jungle Bush-Quail (Perdicula asiatica)". Birds of the World (dalam bahasa Inggris). Cornell Lab of Ornithology. doi:10.2173/bow.jubqua1.01. S2CID 241087863. Diakses tanggal 2021-12-23.
  5. ↑ Lever, Christopher (2005). Naturalised Birds of the World (dalam bahasa Inggris). London: T. & A. D. Poyser. hlm. 44–46. ISBN 0-7136-7006-1. OCLC 70122838.
  6. ↑ Madge, Steve; Phil, MacGowan (2010). Pheasants, Partridges, and Grouse: Including buttonquails, sandgrouse, and allies (dalam bahasa Inggris). London: Christopher Helm. hlm. 247–248. ISBN 978-1-4081-3565-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan