Rabu, 21 Oktober 2026
02:37 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Perang Bali I

Perang Bali I

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Intervensi Belanda di Bali (1846)
Perang Bali I
250px-Het_zevende_bataljon_tot_de_aanval_oprukkend.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batalyon VII maju dalam serangan ke Bali
Tanggal7 Mei 1848-1850
Lokasi
Hasil Kemenangan Belanda yang menentukan.
Perubahan
wilayah
Belanda menguasai Bali Utara.
Pihak yang terlibat
Hindia Belanda Hindia Belanda Kerajaan Bali Kerajaan Buleleng
40px-Flag_of_the_Kingdom_of_Karangasem.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kerajaan Karangasem
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Hindia Belanda LaksDa.Engelbertus Batavus van den Bosch Tidak diketahui
Kekuatan
23 kapal perang
17 kapal
1.280 serdadu
115 senapan
+10.000 prajurit
abad ke-17
Abad ke-18
Abad ke-19
Abad ke-20

Perang Bali I merupakan ekspedisi militer pertama yang dilancarkan Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger ke kerajaan Buleleng, Bali pada tahun 1846. Perang ini lahir sebagai langkah Hindia Belanda mewujudkan Pax Netherlandica (perdamaian di bawah Belanda) di nusantara. Upaya tersebut melahirkan perjanjian tahun 1941 dengan kerajaan Klungkung, Badung dan Buleleng. Salah satu isinya berbunyi: "Raja-raja Bali mengakui bahwa kerajaan-kerajaan di Bali berada di bawah pengaruh Belanda."

Latar belakang

Bali adalah salah satu pulau di Kepulauan Sunda yang berada di timur Jawa. Jarak bentang pulau ini 105 mil geografis dan diperkirakan saat itu berpenduduk 700.000 jiwa. Cornelis de Houtman pernah mendatangi pulau itu dan diterima baik tetapi dalam perkembangannya kesepahaman kurang terjalin. Pada tahun 1841 dan 1843, sebuah persetujuan diputuskan antara kerajaan setempat dan pemerintah Hindia Belanda tetapi penduduk Bali segera menunjukkan permusuhan. Khususnya Raja Buleleng berkali-kali melanggar perjanjian. Pemerintah Hindia Belanda mempermasalahkan tradisi Tawan Karang Bali, dan menjadikannya alasan untuk menyerang dan menghukum Bali. Tawan Karang adalah tradisi Bali, bahwa kapal beserta isinya yang karam dan terdampar di pesisir Bali adalah hak milik raja setempat. Pemerintah Hindia Belanda menganggap tradisi ini tidak dapat diterima dalam hukum internasional,[1] dan tidak dapat membiarkannya karena daerah lain juga akan menunjukkan tanda-tanda perlawanan.

Ekspedisi

Sebuah armada dipersiapkan, terdiri atas 23 kapal perang dan 17 kapal lainnya. Angkatan itu terdiri atas 1.280 serdadu dan dipersenjatai dengan 115 moncong senapan. Pada tanggal 20 Juni 1846 pasukan diberangkatkan di bawah pimpinan LaksDa Engelbertus Batavus van den Bosch ke Besuki dan seminggu kemudian ke Buleleng. Pasukan ekspedisi dibawa ke kapal dengan kekuatan 1.700 prajurit, di antaranya terdapat 400 serdadu Eropa dipimpin oleh LetKol. Gerhardus Bakker. Raja diberi ultimatum 3 kali dalam 24 jam, pada tanggal 17 Juni, hari ketika ekspedisi ke Buleleng terjadi, berlalu begitu saja. Pada hari berikutnya, pasukan itu tiba di bawah pimpinan perwira Abraham Johannes de Smit van den Broecke di bawah perlindungan senapan laut. Lebih dari 10.000 prajurit Bali mencegah pendaratan tersebut tetapi gagal dan pasukan penyerang maju ke daerah persawahan yang telah dikelilingi oleh pasukan Buleleng. Angkatan yang tersedia dibagi tiga di bawah pimpinan May. Cornelis Albert de Brauw, May. Boers dan Kapt. J.F. Lomon. Semua perlawanan dilakukan dan pada hari berikutnya serdadu Belanda maju ke ibu kota Singaraja dan menaklukkan kota itu.

Pasca perang

Kerajaan Karangasem dan Buleleng menawarkan penyerahan diri dan para penduduk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Ketika datang ke Bali, Gubernur Jenderal Jan Jacob Rochussen menemukan penduduk di daerah-daerah setempat telah menyerah. Dengan Kerajaan Karangasem dan Buleleng menyerah, disepakatilah perjanjian baru, di mana kewajiban terhadap pemerintah Hindia Belanda diselesaikan dengan cepat. Namun keadaan damai yang dicapai pada tanggal 12 Juli itu pecah kembali.

Pemerintahan Belanda membangun benteng di Buleleng yang dihuni oleh 200 orang dan mengendalikan penduduk setempat serta menjamin pengawasan kontrak yang dibuat. Pada kenyataannya, tak dapat disangka bahwa perang kedua justru segera meletus dan serangan kedua menjadi kenyataan.

Referensi

Sejarah konflik di Nusantara
Pra-kolonial
Kolonial Portugis
Kolonial VOC
Kolonial Belanda
Pendudukan Jepang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan