Jumat, 23 Oktober 2026
20:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Perang Aleksander Agung

Perang Aleksander Agung

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Aleksander Agung
330px-Alexander_and_Bucephalus_-_Battle_of_Issus_mosaic_-_Museo_Archeologico_Nazionale_-_Naples_BW.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aleksander bertempur melawan Raja Persia, Darius III. Dari Mosaik Aleksander di Pompeii, Naples, Museum Arkeologi Nasional Naples
Tanggal336–323 BC
(13 tahun)
Lokasi
Hasil
Pihak yang terlibat
Makedonia Kekaisaran Persia
Paurawa
suku Trakia
Suku Iliria
berbagai negara-kota Yunani
Sogdia
Uxians
Suku dan kerajaan India
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Aleksander Agung dari Makedonia(Panglima Tertinggi)
Parmenion
Antipatros
Ptolemaios I Soter
Hephaestion
Krateros
Philotas
Kleitus si Hitam
Perdikas
Coenus
Lysimakhos
Antigonos I Monophthalmos
Nearkhos
Kassandros
Seleukos I Nikator
Darius III dari Persia(Panglima Tertinggi)
Puru
Besos
Spitamenes
Madates

Perang Aleksander Agung adalah serangkaian perang yang dilakukan oleh Raja Aleksander III dari Makedonia ("Yang Agung). Pertama-tama Aleksander berperang melawan Kekaisaran Persia yang dipimpin oleh Darius III, kemudian melawan suku-suku di India sampai sejauh Punjabi. Aleksander adalah salah satu komandan militer paling sukses sepanjang masa dan dipercaya tidak pernah terkalahkan dalam pertempuran. Ketika dia meninggal dunia, dia telah menaklukkan sebagian besar dunia yang diketahui oleh orang Yunani kuno.[1]

Aleksander menjadi raja Makedonia setelah kematian ayahnya, Filipus II, yang telah menaklukkan[2] sebagian besar negara kota di daratan utama Yunani di bawah hegemoni Makedonia dalam sebuah federasi yang disebut Liga Korinthos.[3] Setelah mengamankan kedaulatan Makedonia dengan menghentikan pemberontakan di Yunani selatan dan melakukan kampanye militer yang pendek tetapi berdarah melawan tetangga-tetangga Makedonia di utara, Aleksander bergerak ke timur menyerang Kekaisaran Persia Akhemeniyah, yang dipimpin oleh Raja Darius III, yang pada akhirnya berhasil dikalahkan oleh Aleksander. Daerah-daerah yang ditaklukkan oleh Aleksander meliputi Anatolia, Suriah, Punisia, Yudea, Gaza, Mesir, Baktria dan Mesopotamia. Dia juga memperluas kekaisarannya sampai sejauh Punjabi di India.

Sebelum meninggal, Aleksander telah membuat rencana ekspansi militer dan pedagangan ke Jazirah Arab, setelahnya dia berniat menyerang ke barat ke Kartago, Romawi, dan Semenanjung Iberia. Akan tetapi, Diadokhoi, para penerus Aleksander, mengabaikan rencana-rencana tersebut. Sebaliknya, beberapa tahun setelah Aleksander wafat, para Diadokhoi malah saling berperang satu sama lain, dan mengakibatkan kekaisaran Aleksander terpecah menjadi beberapa kerajaan, yang terlibat dalam peperangan selama 40 tahun.

Catatan kaki

  1. ↑ ac.wwu.edu
  2. ↑ Bowra, C. M., [1957] (1994), The Greek Experience, London: Phoenix, Orion Books Ltd, ISBN 1-85799-122-2, hlm. 9.
  3. ↑ Sacks, David, (1995), Encyclopedia of the Ancient Greek World, London: Constable and Co. Ltd, ISBN 0-09-475270-2, hlm. 16.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan