Kamis, 08 Oktober 2026
10:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Diadokhoi

Diadokhoi

Bagikan:
330px-Diadoch.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta kerajaan Diadochi dan lainnya sebelum perang Ipsus, circa 303 Sm.

The Diadokhoi (/daɪˈædəkaɪ/;[1] tunggal: Diadokhus; dari bahasa Yunani: Διάδοχοι Diadochoi, "para penerus") adalah para jendral rival, anggota keluarga, dan teman-teman dari Aleksander Agung yang bertarung satu sama lain demi mengambil alih kontrol atas Kekaisaran-nya Aleksander setelah kematiannya di tahun 323 SM. Perang-perang Diadokhoi menandai awal dari periode Hellenistik dari Laut Mediterania sampai Lembah Sungai Indus.

Sejumlah Diadokhoi yang ternama termasuk Ptolemaeus, Antigonus, Kassandros dan Seleucus sebagai yang terakhir tersisa pada akhir dari Perang-perang para penerus, masing-masing berkuasa di Mesir, Anatolia, Makedonia dan Persia.[2]

Referensi

  1. ↑ Wells, John C. (2008). Longman Pronunciation Dictionary (Edisi 3). Longman. ISBN 978-1-4058-8118-0.
  2. ↑ Chisholm 1911, p. 600.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan